Astaga! Belasan Sapi Mati Disapu Banjir Dijual ke Jagal

Baliberkarya.com-Jembrana. Musibah banjir di Banjar Loloan, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, menyisakan duka yang mendalam bagi warga terdampak.


Selain menghanyutkan tiga bangunan dapur dan rumah timggal milik warga, banjir juga menghanyutkan belasan ternak berupa sapi dan kambing milik warga. Atas musibah tersebut, kerugian yang dialami warga mencapai ratusan juta rupiah.


Numun sayangnya, dibalik penderitaan warga terdampak banjir tersebut ada ulah orang-orang yang tidak bertamggungjawab memcari keuntungan pribadi. 


Belasan ekor sapi milik warga yang mati disapu banjir diambil oleh beberapa oknum warga dari luar desa untuk dijual di pemotongan hewan (Jagal)  dengan harga berkisar Rp 2 juta hingga Rp 4 juta perekor. 


Sapi-sapi mati tersebut dijual murah ke tempat pemotongan, tentu saja dagingnya dijual ke masyarakat. Padahal, sapi-sapi tersebut telah mati dan cukup lama terendam dalam air. 


"Sapi saya hanyut dan tadi siang ditemukan sudah mati. Karena sudah mati saya tidak mau motong, tapi tadi ada saudagar sapi yang minta tak tahu untuk apa," ujar salah seorang warga yang mengaku sapinya mati dibawa banjir, Jumat (15/1/2021).


Namun warga menduga, oramg-orang dari luar Desa Medewi tersebut mengambil sapi-sapi yang mati hamyut dibawa banjir tersebut untuk dijual ke tempat pemotongan hewan. Lokasi pemototongan hewan bisa di Jembrana dan bisa juga di Denpasar. 


Terkait hal tersebut Perbekel Medewi Nengah Wirama dikonfirmasi memgatakan bahwa sapi-sapi yang mati disapu banjir tersebut telah dijual ke tempat pemotongan hewan. Sedangkan tiga ekor kambing yang ditemukan mati dikubur.(BB)


TAGS :

Komentar