Aksi Intelijen PM Gadungan Makan Korban. Ini Modusnya!

Baliberkarya.com-Denpasar, Nama baik Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD), khususnya Corps Polisi Militer (PM) kembali disalahgunakan oleh warga sipil yang mengaku anggota intelijen PM alias jadi intelijen gadungan untuk melakukan serangkaian aksi penipuan kepada sejumlah orang.

Hal ini dilakukan oleh AK, kelahiran Yogjakarta 25 Desember 1975, mengaku pernah sebagai anggota Paspampres yang baru sebulan tingga di Bali dan bertugas sebagai anggota intelijen PM. Berbekal atribut juga masker TNI, AK melancarkan aksi "tipu sana tipu sini" untuk meminjam sejumlah uang dengan iming-iming akan dikembalikan 2 kali lipat, serta berhasil mengantongi uang hasil kejahatan tersebut sekitar Rp35 jutaan.

Demikian dikatakan Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) IX-3/Denpasar Mayor Cpm Yudhi Efrima Surya, SH, MSi(Han) di Madenpom X-3/Denpasar, Rabu (23/12/2020) siang.

Kronologis peristiwa, awal Desember lalu, saat bertemu Made Lila (59), asal Lingkungan Br Taman, Sanur, AK menuturkan punya simpanan uang Rp25 miliar di bank, hasil jual tanah warisan di Jawa. Mengaku ada urusan mendesak, kepada Made Lila, AK meminjam uang Rp10 juta ditambah Rp4 juta (dari Bu Jero, istri Made Lila), karena berjanji akan mengembalikan 2 kali lipat, Made Lila dan istrinya pun rela menjual sepeda motor, handphone, dan perhiasan emas.

Selang beberapa hari, AK kembali melancarkan aksi penipuan terhadap Made Dani (Rp4 juta), Nyoman Mudita (Rp400 ribu), dan Kadek Mahendra (Rp850 ribu). Kepada ketiga orang tersebut (famili Made Lila), dengan modus operandi yang sama AK juga berjanji akan mengembalikan 2 kali lipat nilai pinjaman tersebut.

Minggu (20/12/2020) lalu, AK menemui dan meminjam uang kepada Wayan Adi Sugiantara (Rp10 juta), Kadek Sri Handayani (Rp3 juta), dan Teguh Kartika (Rp3 juta). Kepada para korban penipuan ini, AK.selalu berjanji akan mengembalikan 2 kali lipat nilai uang pinjaman tersebut.

Karena curiga dengan gaya hidup AK yang suka berpesta pora tersebut, apalagi selalu berkelit saat diminta untuk mengembalikan pinjamannya, setelah berembug akhirnya Teguh Kartika, Kadek Mahendra, Wayan Adi Sugiantara, dan Kadek Sri Handayani berinisiatif mendatangi Madenpom IX-3/Denpasar, Selasa (22/12/2020) malam, untuk mengetahui kejelasan identitas AK.

Setelah mendapat jawaban dari petugas piket Denpom IX-3/Denpasar, bahwa AK bukan anggota intelijen PM , maka segera disusun rencana kilat untuk menangkap AK. Saat didatangi di tempat kosnya di Jalan Tukad Anyar I, Desa Sanur Kauh, AK kedapatan tengah berkencan dengan cewek panggilan.

Saat diinterogasi petugas, AK mengakui semua perbutannya dan bukan anggota TNI. "Karena pelaku sebagai warga sipil kemudian permasalahan ini diserahkan ke Polsek Denpasar Selatan," jelas Mayor Yudhi.(BB)


TAGS :

Komentar