Luar Biasa Tumbuh di Masa Pandemi, Kampus Vokasi "Berani Sukses" Alfa Prima Bermental Juara, Adaptif dan Inovatif

Foto: Kampus vokasi Alfa Prima menggelar Wisuda ke-16 di Nusa Dua Hall, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Sabtu (12/12/2020).
Baliberkarya.com-Badung. Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) memberikan dampak yang signifikan pada dunia pendidikan. Dampaknya tidak hanya terlihat dengan tiadanya pembelajaran tatap muka yang berganti dengan pembelajaran daring (online) tapi juga berpengaruh pada jumlah penerimaan mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi yang merosot.
Di tengah pandemi Covid-19 tidak banyak kampus yang mampu berkembang di Bali jika dilihat dari jumlah mahasiswanya. Namun, kampus Alfa Prima sebagai salah satu kampus vokasi tetap mampu tetap berkembang di masa pandemi Covid-19.
 
Direktur Utama Alfa Prima, I Made Artana mengatakan, peningkatan kampus Alfa Prima jika dilihat dari jumlah mahasiswa memang tidak banyak yakni sebesar 15 orang pada tahun ini. Padahal kampus lain rata-rata turun sangat signifikan, baik kampus vokasi maupun perguruan tinggi. 
 
"Jadi rata-rata itu turun. Nah kalau di kita meningkat," kata Artana di Denpasar, Selasa (15/12/2020).
 
Di satu sisi, keterserapan lulusan kampus Alfa Prima dalam dunia kerja bahkan sangat bagus di tengah pandemi. Sebelumnya pada 2019, keterserapan lulusan kampus ke dunia kerja berada di angka 60 persen. Pada saat ini 72,5 persen lulusannya sudah bekerja sebelum wisuda.
 
Alfa Prima sendiri menggelar Wisuda ke-16 di Nusa Dua Hall, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, pada Sabtu (12/12/2020). Wisuda Kampus Alfa Prima tahun ini merupakan wisuda yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya sebab digelar di tengah pandemi Covid-19. 
 
Jumlah lulusan yang diwisuda kali ini sebanyak 458 orang dari enam program studi (prodi) yakni Prodi Manajemen Administrasi Rumah Sakit , Manajemen Administrasi Perkantoran, Customer Service dan Bisnis, Manajemen Informatika dan Komputer, Komputer Akuntasi dan Perpajakan, Manajemen Keuangan dan Perbankan, serta Desain Grafis dan Animasi.
 
"Kita ada dua patokan yang kita pakai, yaitu berapa banyak yang bekerja sebelum wisuda dan enam bulan setelah wisuda berapa banyak. Nah itu dua patokan yang kita pakai sebagai indikator," jelas Artana.
 
Jadi cukup membanggakan di tengah pandemi Covid-19 ini, Alfa Prima tetap bertumbuh dan lulusannya mayoritas sudah terserap di dunia kerja bahkan sebelum mereka diwisuda serta di tengah kesulitan mencari perkerjaan akibat dampak ekonomi pandemi Covid-19.
”Tidak mudah memang namun patut disyukuri karena dimasa pandemi ini kampus Alfa prima tetap bertumbuh,” tegas Artana yang juga Ketua STMIK Primakara, salah satu kampus IT terbaik di Bali Nusra.
 
Di tengah pandemi Covid-19, setiap orang mungkin bakal berpikir akan merasa kesulitan dalam mencari kerja. Namun lulusan Alfa Prima mampu memanfaatkan situasi dan akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan dan sebagian dari lulusan tersebut juga ada yang mampu berwirausaha. 
 
Usaha yang dibangun oleh lulusan Alfa Prima ini diverifikasi oleh pihak kampus. "Jadi tidak bisa mengaku-ngaku berwirausaha, karwna kita lakukan verifikasi terhadap itu," kata dia.
 
Artana mengungkapkan, naiknya jumlah penerimaan mahasiswa dan terserapnya lulusan Alfa Prima ini sangat berkaitan dengan mentalitas tim yang tangguh, adaptif, kreatif dan inovatif. 
 
"Semuanya tergantung mentalitas kita semua di Alfa Prima. Dari awal saya bilang adalah kejadian yang terjadi bisa apa saja, tapi bagaimana kita memandang kejadian itu yang akan menentukan nasib kita," paparnya.
 
Saat pandemi Covid-19 misalnya, semua orang akan merasa sulit dan seperti tidak ada garapan. Bagi yang berpikir seperti itu, bagi Artana akan lebih "menginjak rem" atau mem-pause hidupnya atau tidak akan melakukan sesuatu.
 
Sementara pihaknya terus berpikir bahwa peluang masih ada sehingga tidak menyerah dengan situasi. Maka dari itu harus mencoba berbagai peluang. 
 
"Nah itu yang terus kita tekankan dan selalu kita ingatkan di masa pandemi. Jadi di otaknya endak boleh ada pandemi. Boleh ada pandemi tapi apapun bisa terjadi kan di dunia ini tapi ya hidup harus tetap berlangsung," kata Artana.
Sudut pandang seperti ini, kata Artana, yang kemudian akan membedakan antara Alfa Prima dengan kampus yang lain.
 
Untuk diketahui, Kampus Alfa Prima sudah berusia 17 tahun dan sudah memiliki tiga cabang yaitu Kampus Alfa Prima Cabang Denpasar, Singaraja dan Karangasem. Usia yang dapat dikatakan cukup matang untuk sebuah institusi pendidikan. 
 
"Apapun jalan yang kalian pilih, menjadi wirawasta atau berkarier di perusahaan, adalah sama baiknya, sepanjang dilakukan dengan bersungguh-sungguh dan penuh dengan dedikasi. Sejak pertama kali  kalian menginjakkan kaki di Alfa Prima, slogan ”Berani Sukses” selalu kita teriakkan bersama-sama,” pesan Artana kepada wisudawan/wisudawati.
 
Semangat ”Berani Sukses” ini menjadi jiwa dalam pembentukan karakter mahasiswa Alfa Prima. Semoga semangat ini dapat terus dibawa sebagai modal penting dalam meraih kesuksesan.  
 
”Sebagai penutup selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati see you at the top,” tegas Artana dalam sambutannya pada Wisuda ke-16 Alfa Prima.
 
World Economic Forum menyatakan bahwa kedepan ada 4 skill ini wajib untuk dikuasai oleh calon tenaga kerja termasuk wisudawan dan wisudawati yang berbahagia hari ini, diantaranya problem solving, self management, working with people, dan Technology use and development. 
 
Kampus Alfa Prima mencetak lulusannya untuk Siap Kerja, maka dari itu tentu berbagai hal wajib dimiliki oleh para mahasiswa baik hard skill maupun soft skill. 
 
Di sisi lain, kampus Alfa Prima terus melalukan peningkatan kualitas pelayanan seperti melalui penambahan fasilitas, penambahan gedung baru dikampus Alfa Prima Denpasar dan gedung baru juga untuk Alfa Prima Singaraja dan Karangasem. 
 
Tentu dengan gedung baru ini diharapkan kampus Alfa Prima dapat memberikan fasilitas dan layanan terbaik bagi adik-adik calon mahasiswa selanjutnya beserta masyarakat secara umum.
Sementara itu, Wisuda ke-16 Alfa Prima kali ini mengambil tema Padmaraksa. Artana menjelaskan tema ini terinspirasi dari filosofi angka 8, satu-satunya angka yang bagi sebagian besar orang menyebutnya sebagai angka keberuntungan. 
 
Angka yang terbentuk dari tarikan garis yang tidak pernah putus. Garis yang tidak pernah putus ini menunjukkan bahwa ikatan kita sebagai keluarga besar Alfa Prima tidak akan pernah putus. Lobang tengah pada angka delapan menunjukkan bahwa akan tetap terlihat putih diantara garis hitam yang ada. 
 
Hal ini melambangkan bahwa baik dan baruk, sedih dan bahagia akan selalu berdampingan. Perbedaan yang indah itu adalah bagian dari sebuah kisah keluarga yang didasari oleh rasa.(BB).

TAGS :

Komentar