Berbagi Kiat Sukses di Bidang Design Interior Bersama Dek Sos di Denfest ke-13

Ket foto : Kades Sosiawan atau yang akrab disapa Dek Sos saat menjadi narasumber pada Art and Creative Talk serangkaian Dfenfest ke -13 Tahun 2020 pada Sabtu (5/12).

Baliberkarya.com DenpasarGelaran Denpasar Festival ke-13 Tahun 2020 kembali menghadirkan sharing bersama insan kreatif pada agenda bertajuk Art and Creative Talk secara virtual pada Sabtu (5/12). Kali ini, turut menghadirkan seorang yang ahli di Bidang Disign interior, yakni kadek Sosiawan atau yang akrab disapa Dek Sos.

Dimana, sosok Deks Sos ini merupakan salah satu orang dibalik megahnya interior Dharma Negara Alaya dan Ruang VVIP Bandara Internasional Ngurah Rai.

Dalam kesempatan tersebut Dek Sos menjelaskan bahwa sebelum pandemi mewabah, pihaknya mengaku masih disibukkan dengan aktifitas sebagai seorang designer. Berbagai permintaan akan desain, desain interior dan desain arsiterktur datang silih berganti. Namun demikian begitu pandemi mewabah, hampir sebagian besar memilih untuk menundanya.

“Iya karena pandemi banyak yang menunda, entah sampai kapan itu, pendemi yang mewabah saat ini memang sangat berpengaruh terhadap keseharian saya sebagai seorang disgner dan saya merasa sangat berbeda signifikan,” ujarnya

“Khususnya keterbatasan dalam berkreatifitas. Kondisi ini pun berdampak bagi perekonomian secara umum dan daya beli masyarakat yang menurun. Dan itu berdampak pada bidang saya, dimana sebelum pandemi sudah ada proposal dan pembicaraan projek, namun karena pandemi harus ditunda,” imbuhnya

Pihaknya mengatakan bahwa di saat pandemi seperti sekarang ini berbagai upaya terus dimaksimalkan. Dimana beragam cara dilaksanakan untuk tetap bisa berkreatifitas. Salah satunya yakni memanfaatkan waktu luang untuk meningkatkan potensi diri dengan sharing bagaimana menghadapi kondisi saat ini. dimana dilaksanakan dengan meningkatkan skill, knowlage dan kualitas diri.

Dek Sos pun turut menceritakan pengalamanya sejak kecil hingga kini menjadi pelaku disign interior. Dimana, hobi dan kecintaanya terhadap menggambar telah dilakoni sejak kecil. Hal ini pula yang membawanya untuk melanjutkan sekolah di sekolah design interior, sehingga semakin dekat dengan dunia design interior itu sendiri.

“Bahkan saya juga pernah menjadi instruktur untuk memberikan pemahaman serta kepekaan terhadap design. Hal ini menjadikan dirinya semakin konsen dan menjadi rutinitas di bidang design,” jelasnya

Lebih lanjut dijelaskan, sebagai sosok yang bergerak di Bidang Seni Disgn Interior kita dituntut tidak hanya memahami satu bidang, melainkan tetap bergaul untuk mendapatkan berbagai jenis pembelajaran, namun tetap berada pada bingkai seni design.

“Ilmu itu bisa datang dari mana saja sepanjang kita mempunyai kepekaan. Seni terus berkarya dan terus berproses untuk terus belajar,” jelasnya

Dek Sos turut menekankan bahwa seorang disgner harus mengkomunikasikan apa yang menjadi harapan konsumen. Selain itu, Designer juga harus merespon perubahan dan tren terbaru perubahan pola prilaku saat ini.

“Harus banyak diskusi dengan calon konsumen, dimana dalam design interior manusia merupakan titik tolak, karena disign interior mewadahi aktifitas manusia dalam satu ruangan dengan interior, dan disign adalah wujud ekspresi seseorang, kita harus kuat menangkap aktifitasnya, dan karakternya, peran disigner adalah bagaimana mengindentifikasi dan menuangkan dalam sebuah karya,” ujarnya

Dek Sos pun turut menyampaikan bahwa saat ini di Kota Denpasar sudah tercipta sebuah ekosistem yang bagus, dimana pemerintah sudah mulai melihat tentang kreatifitas yang terjadi di masyarakat, dimana mulai disediakan wadah, mulai ada agenda dan program untuk menjaga eksistensi insan kreatif.

“Pesan saya adalah, seorang disigner harus banyak bereksplorasi, sharing dan mencoba melihat dari sudut pandang yang berbeda, karena dalam prosesnya kita bisa dihadapkan dengan situasi yang tidak hanya dari perspektif kita saja, dan kedepan semoga kita bisa merawat segala wadah yang tersedia, dan sebagai disigner jangan sampai menghilangkan identitas kearifan lokal kita sebagai identitas, hal inilah yang menjadi kekuatan dan keunggulan kita di Bali, tinggal diolah saja nilai-nilai lokal dengan kebutuhan saat ini,” pesannya

“Dan kita harus tetap semangat, harus tetap beraktifitas dan menjaga kreatifitas, karena bagi orang kreatif jika kehilangan kreatifitas artinya kehilangan jiwa, jadi harus tetap kreatif,” jelasnya. (BB)


TAGS :

Komentar