Tingkatkan Pelayanan Pasar, Jaya-Wibawa Sebut Pasar Pangkas Ketimpangan Ekonomi Masyarakat

Baliberkarya.com-Denpasar. Salah satu fungsi pasar desa yang merupakan pasar rakyat yaitu memasarkan produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat desa dan sebagai sumber pendapatan bagi Pemerintahan Desa. Beberapa desa telah memiliki pasar desa, namun keberadaannya belum dikelola secara profesional dan menimbulkan permasalahan sosial di tengah masyarakat seperti kemacetan, kesemrawutan dan kekumuhan. 

Perlu upaya penataan dan pembinaan dalam pengelolaan pasar-pasar desa tersebut, demi terwujudnya desa yang maju, kuat, mandiri dan demokratis serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Pembangunan pasar desa dapat dilakukan secara mandiri atau melalui BUMDesa atau melalui kerja sama dengan pihak lain atau swasta. 

Selain bangunan utama pasar yang berisi lapak/kios tempat usaha, bangunan pasar juga harus dilengkapi dengan sarana pendukung seperti kantor pengelola, area parkir, tempat pembuangan dan pengelolaan sampah sementara, air bersih, sanitasi atau drainase, tempat ibadah, toilet umum, pos keamanan, tempat pengolahan air limbah, hydran dan fasilitas pemadam kebakaran, penteraan, sarana komunikasi, serta area bongkar-muat dagangan.

Pengelola Operasional (PO) pasar desa sebaiknya harus terpisah dari Pemerintahan Desa. PO pasar desa dipilih melalui musyawarah desa dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa. PO pasar desa terdiri dari Kepala Pasar yang dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh beberapa karyawan yang bertugas menangani bagian umum, keamanan dan parkir, keuangan dan administrasi, serta pemeliharaan.

Calon Walikota Denpasar nomor Urut 1 dalam Pilwali Kota Denpasar 2020, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Calon Wakil Walikota Kadek Agus Arya Wibawa (Jaya-Wibawa) menekankan bagaimana pelayanan daripada pengelola pasar terhadap masyarakat dan pedagang bisa lebih ditingkatkan. 

“Dengan meningkatnya pelayanan tentu produk yang dijual harus higines, pasarnya bersih, pasar tidak becek dan bau, tentu akan menjadi daya tarik pengunjung untuk berbelanja di pasar desa,” ucap Jaya Negara saat berkunjung ke Pasar Desa Tegal Harum di Denpasar Barat, Rabu (25/11/2020).

Menurut Jaya Negara, keberadaan pasar dianggap bisa memangkas ketimpangan ekonomi masyarakat, apalagi fungsi pasar juga sebagai penggerak ekonomi rakyat. 

“Intinya kita harus berdiskusi dengan pengurus pasar bagaimana memberikan pelayanan yang nyaman dan aman kepada pedagang dan pembeli,” jelasnya.

Ia mencontohkan keberadaan Pasar Sindu dan Pasar Agung yang ada di Kota Denpasar mampu memberikan pelayanan terbaik hingga menjadi percontohan nasional dan memberikan kontribusi kepada desa, yang hasilnya dikembalikan bagi kesejahteraan masyarakat. 

Senada dengan apa yang disampaikan Jaya Negara, Kepala Pasar Desa Tegal Harum, Made Sukerta menyampaikan selaku pengelola 180 pedagang dirinya menginginkan adanya revitalisasi Pasar Desa Tegal Harum yang tujuannya agar pasar nyaman, aman dan layak dikunjungi. 

"Saya mengimbau warga yang ada di Wilayah Desa Tegal Harum untuk berbelanja ke pasar," pintanya.

Ia berharap jangan berbelanja ke toko modern karena dengan banyaknya yang berkunjung ke pasar, otomatis akan menggerakkan perekonomian masyarakat. Apalagi dengan besarnya animo masyarakat ke pasar ia beranggapan akan menggerakkan perekonomian masyarakat Desa Tegal Harum.

"Toh hasil retribusi pasar sebesar 200 juta per tahun akan digunakan dan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur," pungkasnya.(BB).


TAGS :

Komentar