Mih Dewa Ratu! Hujan Deras Seharian, Bumi Makepung Dikurung Banjir

Ket poto : Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Jembrana mengakibatkan banjir di sejumlah tempat.

Baliberkarya.com-Jembrana. Hujan deras yang mengguyur Bumi Makepung, Jembrana sejak siang tadi hingga sore hari belum juga reda mengakibatkan terjadinya banjir di sejumlah tempat.

Banjir dengan ketinggian air rata-rata satu meter, bukan saja merendam ratusan rumah warga, namun juga merendam jalan nasional Denpasar-Gilimanuk di beberapa tempat hingga menimbulkan kemacetan yang cukup panjang.

Pantauan redaksi sore hari ditengah guyuran hujan deras, banjir terjadi di wilayah Desa Yehembang Kangin, tepatnya di depan Anjungan Cerdas Mandiri (ACM) Rambut Siwi. Informasi warga sekitar banjir mulai terjadi sejak pukul 14.30 Wita dan hingga pukul 17.20 Wita belum juga surut dengan ketinggian air mencapai satu meter merendam jalan nasional.

"Jalan raya di depan ACM terendam banjir, airnya tinggi. Kendaraan jadi macet, sepeda motor tidak bisa lewat," ujar Ketut Catur, salah seorang warga sekitar, Minggu (11/10/2020).

Kemacetan arus lalu lintas di jalan nasional Denpasar-Gilimanuk akibat banjir di lokasi ini terjadi hingga sepanjang tiga kilometer dari dua arah. Sejumlah pengenra sepeda motor yang nekad melintas, akhirnya terjebak banjir dan mesin kendaraannya mati. Pihak Polsek Mendoyo terpaksa menghimbau pengendara sepeda motor agar jangan melintas sebelun banjir surut.

Banjir juga terjadi di wilayah Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Di lokasi ini, puluhan rumah warga terendam banjir, terutama rumah-rumah warga yang berada di dataran rendah. Di lokasi ini banjir juga merendam jalan nasional, namun airnya tidak terlalu tinggi, sehingga kendaraan masih bisa melintas pelan-pelan.

Dekian halnya di wilayah Lingkungan Bilukpoh, Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo. Di lokasi ini juga terjadi banjir, bahkan kondisinya lebih parah. Ratusan wumah warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 100 cm. Ruas jalan nasional sepanjang hampir 500 meter juga terlihat terendam banjir.

Sementara di Desa Mendoyo Dangin Tukad dan Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo juga terjadi banjir. Ratusan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air rata-rata 50 cm. Di Gunung Sekar, Desa Mendoyo Dauh Tukad, juga dilaporkan bagunan kamar mandi milik salah seorang warga roboh akibat tanahnya longsor.

Di Lingkungan Pendem, Kelurahan Pendem, Jembrana juga dikabarkan terjadi banjir. Di lokasi ini belasan rumah warga tersendam banjir dan jalan Jalak Putih dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian air hingga 1 meter. Banjir di lokasi ini juga sempat dipantau oleh anggota Komisi III DPRD Jembrana Gusti Putu Wiradi.

Menurutnya, banjir di wilayah tersebut sudah sering terjadi jika turun hujan. Dikarenakan dataran yang rendah serta sistim drainase yang buruk. Dia mengaku akan mengusulkan perbaikan drainase di wilayah ini, termasuk memperluas untuk mengatasi banjir musiman.

Disatu sisi, informasi yang diproleh dari pihak BPBD Jembrana, hujan deras yang mengguyur wilayah Jembrana selain menyebabkan banjir juga menimbulkan bencana tanah longsor di Pangkung Gayung, Kelurahan BB Agung. Di lokasi ini tanah longsor sekitar panjang 200 meter menutup bandan jalan sehingga tidak bisa dilewati kendaraan. Di Pancardawa, Pemdem juga dilaporkan terjadi pohon tumbang.

Pihak BPBD Jembrana dengan menerjunkan puluhan personil, telah melakukan pengecekan bencana di sejumlah wilayah di Kabupaten Jembrana. Namun hingga pukul 18.00 Wita belum.ada keterangan resmi dari pihak BPBD, terkait terjadinya bencana akibat hujan deras yang terus berlangsung hingga petang.(BB)

 

 


TAGS :

Komentar