Raih Kemenangan, Paslon Amerta Bersama Keluarga Mohon Dukungan Temui Tjok Pemecutan XI 

Ngurah Ambara Putra (Paket Amerta)bersama Penglingsir Puri Pemecutan Tjokorda Pemecutan XI

Baliberkarya.com-Denpasar. Pasangan Calon Walikota Denpasar, Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kertha Negara (Amerta) yang diusung Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai NasDem ini terus gerilya ke sejumlah elemen masyarakat dan tokoh Puri untuk mendulang dukungan kemenangan di Pilwali Denpasar pada 9 Desember 2020 mendatang. 

Jika sebelumnya Calon Wakil Walikota Denpasar dari Paket Amerta yakni Made Bagus Kertha Negara menemui Tjok Pemecutan XI selaku Panglingsir Puri Pemecutan XI di Puri Pemecutan untuk memohon doa restu dan dukungan. Kini giliran pasangannya yakni kandidat Calon Walikota Denpasar Gede Ngurah Ambara Putra menemui Panglingsir Puri Pemecutan XI di Puri Pemecutan Jalan Thamrin Nomor 2 Denpasar, Kelurahan Pemecutan Denpasar, Minggu siang (4/10/2020).

Kali ini, Ngurah Ambara tidak didampingi wakilnya Bagus Kertha Negara yang lebih awal datang beberapa waktu lalu menemui Tjok Pemecutan XI sebelum ditetapkan menjadi Paslon. Saat menemui Tjok Pemecutan XI, Ngurah Ambara didampingi ibu kandungnya, Si Luh Nyoman Sunarti dan istrinya Desak Made Dewi Saraswati. 

Sementara saat menyambut Ngurah Ambara bersama keluarganya, Tjok Pemecutan didampingi para kerabat Puri Pemecutan. Dengan menggunakan pakaian adat madya Ngurah Ambara berterus terang kehadirannya memohon dukungan di Pilkada Denpasar 2020 untuk menghadapi Paslon I Gusti Ngurah Jaya Negara-Kadek Agus Arya Wibawa yang diusung PDIP, Gerindra, Hanura, dan PSI. 

Saat pertemuan itu, Ngurah Ambara yang dikenal pegiat seni dan adat budaya itu mengatakan dirinya punya visi misi membenahi Kota Denpasar supaya lebih baik ketika terpilih nanti. 

"Untuk itu tiyang (saya) memohon dukungan Ratu Cokorda. Tiyang nunas pamargi (saya minta petunjuk)," ucap Ngurah Ambara yang juga dikenal sebagai pengusaha money change tersebut. 

Dalam dialog kurang lebih selama satu setengah jam itu, Tjok Pemecutan dan Ngurah Ambara diskusi serius soal kondisi Denpasar dan apa yang harus dilakukan pemimpin ke depan di Denpasar. Tjok Pemecutan juga memberikan wejangan kepada Ambara untuk tunjukkan program ke masyarakat dulu. 

"Turunlah ke masyarakat, tunjukan kesederhanaan di masyarakat," saran Tjok Pemecutan.

Suami Anak Agung Ayu Suryaningsih ini menegaskan sikapnya di Pilkada Denpasar 2020 yang sebelumnya telah mendukung Jaya Negara-Arya Wibawa tidak mungkin ditarik. "Tiyang sampun kadung nglebugang raos mendukung Jaya Negara (saya sudah menyatakan mendukung Jaya Negara-Arya Wibawa)," ungkapnya.

Sementara Amerta (Ambara-Kerta Negara), lanjut Tjok Pemecutan mempunyai hubungan kekerabatan. Menurutnya, ayah Ngurah Ambara yakni Nyoman Dama adalah sahabatnya. Mantan Anggota MPR RI ini meminta Ngurah Ambara untuk sosialisasi ke bawah.

"Saya ibarat makan buah simalakama. Tapi saya tidak akan makan buah simalakama itu. Sekarang saya silahkan rakyat menilai kedua Paslon Jaya Wibawa dan Amerta ini. Rakyat akan menilai siapa yang cocok memimpin Denpasar," jelas Tjok Pemecutan yang juga dikenal sebagai mantan Ketua DPRD Badung ini.

Usai pertemuan, Tjok Pemecutan XI menegaskan dirinya tidak bisa menolak siapapun yang datang ke Puri Pemecutan. Hal itu lantaran Tjokorda Pemecutan dianggap tedung jagad (pengayom masyarakat). 

"Jangankan calon walikota, dagang klepon, dagang pindang sampai pengemis datang ke Puri Pemecutan saya pernah terima. Kita tidak menolak orang datang ke Puri," tutur tokoh Partai Golkar Provinsi Bali ini. 

Langkah Ngurah Ambara ini sepertinya memperkuat upaya mendulang dukungan Puri Pemecutan yang sebelumnya telah nyatakan mendukung Jaya Negara-Aya Wibawa (Jaya-Wibawa). Kedatangan Ngurah Ambara ke Puri Pemecutan sepertinya juga mau menandingi acara sembahyang di Pura Tambangan Badung yang dilakukan Paslon Jaya-Wibawa pada, Rabu (29/9) lalu. 

Pura Tambangan Badung sangat kental dengan sejarah Kerajaan Badung dengan Puri Pemecutan. Saat itu, Paslon Jaya-Wibawa saat sembahyang ke Pura Tambangan Badung yang diempon Puri Ageng Pemecutan memang tidak didampingi Tjokorda Pemecutan XI. 

Soal kehadiran Paslon Jaya Wibawa ke Pura Tambangan Badung, Tjok Pemecutan mengakui itu dilakukan Jaya Negara dan Arya Wibawa sepekan lalu. Ia mengakui saat Jaya Negara dan Wakilnya Arya Wibawa sembahyang ke Pura Tambangan Badung, ia kebetulan tidak bisa mendampingi. 

"Para pamangku di Pura Tambangan Badung mendampingi. Iya bagus, semakin banyak yang berdoa untuk kerahayuan jagad (keselamatan dunia) ini makin bagus," tutup Tjok Pemecutan.(BB).


TAGS :

Komentar