Wantilan Diduga Arena Tajen Berskala Nasional Buat Resah Warga Dangintukadaya

Ket poto : Bakal arena judi sambung ayam di Banjar Dangintukadaya

Baliberkarya.com Jembrana - Pro kontra masyarakat Desa Dangintukadaya, dengan adanya bangunan megah yang diduga diperuntukan arena sambung ayam (tajen), membuat masyarakat bertanya-tanya, dimana bangunan tersebut bertempat di sebelah selatan setra Dangintukadaya, Jembrana. Minggu 4 Oktober 2020

Bangunan besar yang diduga tempat sambung ayam tersebut, menurut warga sekitar bersekala nasional tersebut tidak jelas pengelola tersebut.

"Saya tidak tahu siapa pengelolanya, tapi saya dengar bangunan itu katanya bakal arena sambung ayam bersekala nasional, dan juga dikatakan pengelolanya berasal dari Daerah Badung," ucap salah satu warga saat ditemui di Wantilan Setra (Kuburan) Dangintukad Daya, yang tidak mau disebutkan namanya.

Ia melanjutkan, menurut dari warga sekitar orang dari Daerah Badung tersebut yang mengontrak lahan dan dijadikan bangunan itu, dan juga mendirikan bangunan tidak jelas tahu-tahu ada bangunan seperti arena sambung ayam, sebelum mendirikan bangunan informasi kewarga pun tidak ada apalagi ke desa, tahu-tahu berdiri," ungkapnya.

Ditempat yang berbeda warga yang mempunyai lahan penyanding bangunan tersebut yang tidak mau disebutkan namanya juga mengatakan, memang benar pak, disamping tanah saya ada bangunan besar katanya akan dijadikan arena sambung ayam, yang pemiliknya diketahui dari daerah Badung,

"Ya dikatakan nanti disana akan dijadikan wantilan tajen (sambung ayam) , saya tidak tau siapa bosnya, penyanding-penyanding disini pun tidak tau siapa yang membuat hanya dibilang dari daerah Badung, diketahui pemilik bangunan tersebut sudah menyerahkan penuh ke pemilik tanah karena sistem kontrak," jelasnya.

Ia melanjutkan, saya sebagai pendamping sama sekali tidak tau, informasi pun sampai sekarang tidak ada dari pihak pengelola, seperti halnya Kepala lingkungan dan Kepala Desa tidak berani memberikan izin dikarenakan itu judi yang dilarang pihak keamanan.

"Yang menjadi permasalahan tanah saya di sebelah utara bangunan tersebut, sebenarnya mereka sebelum membangun minta izin dulu sama penyanding, ini bangunannya sudah berdiri hampir rampung baru mereka berniat menemui penyanding disini, aneh sekali," ucapnya.

Dirinya keberatan dikarenakan disamping bangunan tersebut, saya punya kerbau pacuan, nanti kalu sudah jadi pasti rame orang diasana, nanti kerbau saya gimana?, takutnya ada keramaian kerbau pacuan saya terganggu pak,

"Memang sebelunya tetangga saya yang mempunyai lahan tersebut pernah kesini untuk minta izin  dan bertemu dengan adik saya, adik saya tidak setuju sebelum jelas siapa pemilik bangunan tersebut, dan sampai sekarang mereka tidak kesini lagi, diketahui dibilang ini tajen (judi sambung ayam) khusus judi undangan gitu beritanya," jelasnya.

Saat ditemui Kepala lingkungan (Kelian Banjar) Dangintukad daya I Gusti Ketut Rai Astawa mengatakan, terkait bangunan tersebut sampai saat ini saya tidak dapat tembusan apa-apa yang condong lebih tahu Bendesa Adat kami,

"Saya mengetahui bangunan tersebut dari Kantor Desa, saya katakan Bendesalah yang mengetahui semua sampai bangunan tersebut berdiri," kilahnya.

Ditempat yang berbeda saat dikonfirmasi awak media Bendesa Adat Dangintukadaya I Gusti Ngurah Pujayana mengatakan, ya benar itu arena tajen (judi sambung ayam), yang mempunyai tanah tersebut warga kami dan pemilik bangunan tersebut menantunya dari Daerah Badung.

"Mereka semua Seka Tajen, mereka membuat arena tersebut, dan saya tidak tau nama dari pemilik bangunan tersebut hanya dibilang dari Daerah Badung. Rencana nanti saya akan ajak ke Kantor Desa untuk dipertemukan dengan pemucuk desa, dan saya tidak berani soalnya ini melawan hukum, untuk mempersilahkan saya tidak berani, melarang juga tidak berani," celetuknya.

Ia melanjutkan, sebelum membangun memang ada penyampaian kesaya, dibilang 'saya akan membuat tajen disini', saya jujur saja kepada seke tajen tersebut jelas saya memberikan izin tidak berani, nanti saya panggil mereka ke Kantor Desa.

"Memang mereka ada penyampaian kesaya dan saya pribadi tidak berani melarang dikarenakan dimana-mana ada wantilan tajen, untuk para penyanding saya persilahkan pengelola langsung minta izin ke penyanding, dan saya sudah sampaikan mari duduk bareng kantor desa kita bahas disana," ucap Pujayana.

Lebih lanjut Pujayana mengatakan, saya sebagai Bendesa tidak punya hak untuk memberikan izin, kalau kegiatan ini jadi kan bisa ada penghasilan yang masuk ke Banjar kita fasilitasi tempat, mari kita bicarakan bareng-bareng, saya maklumi tajen itu menjamur kalau tujuan itu bagus, belum tentu juga yang buruk itu jelek mari kita luruskan," tutupnya.

Saat dikonfirmasi melalui via Whatsapp Kepala Desa Dangintukadaya I Gusti Putu Murdi mengatakan, terkait bangunan tersebut sebelumnya ada pemberitahuan tapi tidak jelas diperuntukan untuk apa.

"Sebelumnya saya sarankan supaya mereka mengurus administrasi izinnya terlebih dahulu sebelum membangun, tapi sampai sekarang mereka tidak ada tindak lanjuti apa lagi bangunan tersebut sudah hampir jadi, disini ada beberapa penolakan dari warga dan bersebrangan dengan pemucuk desa disini, tutup Murdi. (BB)

 


TAGS :

Komentar