Rame Pengunjung Saat Pandemi Covid 19, Tempat Hiburan Malam Buka Tak Terapkan Protokol Kesehatan

Ket poto : komplek tempat hiburan malam Delodberawah

Baliberkarya.com-Jembrana. Penambahan kasus positif covid 19 di Jembrana sangat memprihatinkan. Namun disatu sisi, Gugus Tugas Penanganan  Covid 19 Jembrana justru membiarkan tempat hiburan malam buka tanpa penerapan protokol kesehatan.

Sejak pandemi covid 19 melanda negeri ini termasuk di Jembrana, berbagai upaya dilakukan pemerintah dan Gugus Tugas Penanganan covid 19 untuk menenakan penularan. Termasuk menutup total tempat-tempat hiburan malam (kafe/warung remang-remang) yang ada di wilayah Jembrana, termasuk tajen.

Demikian halnya, warga dihimbau agar jangan keluar rumah atau jika harus keluar rumah wajib mengenakan masker, menghindari kerumunan dan wajib mencuci tangan. Pesta pernikahan maupun upacara keagaan seperti ngaben pun dilarang oleh gugus tugas. Himbauan kepada masyarakat terus gencar dilaksanakan.

Cara itu ternyata efektif menekan angka penularan covid 19. Terbukti Jembrana didaulat meraih predikat terbaik prnanganan covid 19. Bahkan dianugrahi hadiah Rp 14 milyar. Tentu saja hal tersebut menjadi kebanggaan bagi bumi Makepung Jembrana. 

Ternyata hal itu awal petaka, mungkin karena larut dengan eforia ataupun memang lenggah, memasuki new era baru, beberapa tempat usaha yang mendatangkan orang/pengunjung banyak mulai dibuka. Tidak ada pengumuman resmi dari gugus tugas apakah memang diberikan izin untuk buka, namun kenyataannya tempat-tempat hiburan malam mulai mengeliat, seperti yang ada di kawasan pesisir Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.

Sejumlah pekerja yang 98 persen kaum wanita kemudian berdatangan. Mereka bertugas memikat para tamu-tamu agar tempat usaha menjadi rame. Sayangnya, tempat-tempat hiburan malam tersebut buka tanpa memperhatikan protokol kesehatan. Lebih sayang lagi, petugas termasuk gugus tugas terkesan tutup mata.

Alhasil, saat memulai new normal justru perkembangan angka positif covid di Jembrana terus meningkat. Bahkan aaat ini sudah masuk angka memprihatinkan. Bukan hanya angka positif covid 19 bertambah, angka kematian karena covid 19 juga mengalami peningkatan di Jembrana. Meskipun demikian, tempat-tempat hiburan malam masih dibiarkan buka. Padahal kurang memperhatikan protokol kesehatan.

Pantauan redaksi di lokasi saat malam hari di kawasan pesisir Desa Delod Berawah, Mendoyo, hampir seluruhnya tempat hiburan malam atau warung remang-remang yang menamakan diri warung wisata buka dan ada pengunjungnya. Di pintu depan memang disiapkan tempat cuci tangan bagi pengunjung, namun selebihnya, karyawan maupun pengunjung tidak mengunakan masker.

Disamping itu, jarak antara waitris dan pengunjung juga tidak diatur. Bahkan cendrung berdepetan. Terlebih saat pengunjung sudah terpengaruh minuman beralkohol, benar-benar tidak memperhatikan protokol kesehatan. Anehnya kondisi tersebut luput dari perhatian petugas dan jika dibiarkan bisa berpotensi teehadap penularan covid 19.

Terkait hal tersebut, Camat Mendoyo Putu Nova Noviana dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis 24 September 2020 mengaku sudah membentuk tim khusus yang terdiri dari Polisi dari Polsek Mendoyo, aparat TNI dari Koramil Mendoyo, Pol PP dari Kecamatan Mendoyo dan satuan gugus tugas. Tim itu menurutnya secara rutin melakukan pengawasan ke masyarakat untuk menekan penularan covid 19.

"Khusus warung wisata di kawasan Desa Delod Berawah, tim tiap minggu turun melakukan pengecekan. Kita pastikan semua berjalan sesuai ketentuan, termasuk penerapan protokol kesehatan," tegasnya.

Jika ada warung wisata yang melanggar ketentuan, termasuk tidak menerapkan protokol kesehatan, pihaknya tentunya akan melakukan tindakan teguran secara beetahap. Namun jika membandel akan dilakukan penutupan. Karena itu pihaknya akan memperketan pengawasan di wilayah tersebut.(BB)


TAGS :

Komentar