Wujudkan Kota Kreatif Berbasis Budaya‎, A‎MD ‎Ungkap 5 Alasan Utama Dukung Jaya-Wibawa‎‎ ‎

Calon Walikota dan Wakil Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Kadek Agus Arya Wibawa (Paket Jaya-Wibawa) mendapat dukungan tokoh Puri Tegal Pemecutan Denpasar Dr. Anak Agung Ngurah Manik Danendra, S.H., M.H., M.Kn.,(AMD)

Baliberkarya.com-Denpasar. Calon Walikota dan Wakil Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Kadek Agus Arya Wibawa (Paket Jaya-Wibawa) kembali mendapat dukungan. Kali ini, tokoh milenial Denpasar dan tokoh Puri Tegal Pemecutan Denpasar Dr. Anak Agung Ngurah Manik Danendra, S.H., M.H., M.Kn.,(AMD) menyatakan dukungan kepada Paket Jaya-Wibawa pada Pilkada/Pilwali Denpasar 9 Desember 2020 mendatang.

Deklarasi dukungan kepada paslon yang diusung PDI Perjuangan, Gerindra, Hanura dan PSI ini disampaikan AMD di Taman Amoghapasa, Puri Tegal Denpasar Pemecutan Denpasar, Rabu malam (23/9/2020) dalam acara bertajuk "Gala Dinner Dharma Shanti Galungan-Kuningan & Deklarasi Dukungan Paslon Jaya Wibawa."

Deklarasi tentu saja dihadiri langsung paslon Jaya Wibawa didampingi Ketut Suteja Kumara selaku Ketua Tim Pemenangan Jaya Wibawa. Acara dihadiri juga perwakilan Penglingsir Pesemetonan Puri seluruh Kota Denpasar dan juga tampak hadir dari Gianyar, Badung, Karangasem, Pengurus Komunitas Anak Millenial Denpasar, Perwakilan Pemuda Bali Bersatu.

Selain memberikan dukungan, dalam kesempatan ini AMD juga menyerahkan Program Milenial 4.0 yang dituangkan dalam buku berjudul Milenial Bisa dari Komunitas Anak Milenial Denpasar kepada paslon Jaya-Wibawa.

Buku Milenial Bisa ini merupakan buah pemikiran generasi milenial Denpasar dan bagian visi misi serta program AMD saat dirinya sempat mendaftar sebagai Bakal Calon Walikota Denpasar di Partai Golkar, Demokrat dan NasDem namun belum mendapatkan kesempatan dan rekomendasi dari partai.

"Pak Jaya Negara sangat care mendukung kreativitas sahabat milenial dan harapan generasi milenial kami buatkan dalam satu buku yang harapannya akan dibahas oleh beliau, apalagi bisa jadi Walikota Denpasar," ucap AMD.

Dalam kesempatan ini, AMD mengaku banyak mendapatkan pertanyaan dari masyarakat termasuk gencar ditanya insan pers soal dirinya tidak menjadi Calon Walikota Denpasar. Akhirnya di hadapan paslon Jaya-Wibawa, AMD blak-blakan soal sikap politiknya dan komitmen terus ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Denpasar.

"Saya pastikan saya tidak mundur, saja maju. Dalam artian saya bersama Jaya Wibawa membangun Kota Denpasar. Tidak mesti dalam pemerintahan, tiang di luar beliau di dalam (pemerintah)," ungkap AMD.

Lebih jauh, AMD menyampaikan secara terperinci alasannya mendukung Paket Jaya-Wibawa yang dijabarkan dalam lima alasan utama. Pertama, Jaya Negara sudah berpengalaman 10 tahun di birokrasi sebagai Wakil Walikota Denpasar mendampingi Walikota Denpasar saat ini yakni Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.

Kedua, Jaya Negara punya pengalaman organisasi dan sosial kemasyarakatan yang mumpuni. Dan salah satunya kini sebagai Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali. Ketiga, Jaya Negara belum pernah cacat dalam hal keuangan, termasuk keluarga beliau. 

"Jadi harus lihat saudara, kerabatnya, kakak atau adiknya bermasalah atau tidak," jelas AMD.

Alasan keempat, AMD mengenal Jaya Negara sangat konsern pada pelestarian adat budaya Bali. Hal ini juga sejalan dengan sahabat milenial yang melek teknologi tapi tetap mempertahankan adat budaya Bali. Kelima, Kadek Agus Arya Wibawa masih muda dan mewakili milenial.

"Dengan lima alasan ini titiang (saya) bersama sahabat milenial dan pesemeton puri mendukung Jaya Wibawa," tegas AMD.

Atas dukungan ini, Calon Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan AMD ini. Jaya Negara juga menyampaikan apresiasinya atas buah pemikiran generasi milenial Denpasar yang dituangkan dalam buku Milenial Bisa dan diberikan kepada dirinya sebagai salah satu bentuk dukungan generasi milenial Denpasar. 

"Kami sangat terima kasih pada beliau (AMD). Kalau ingin bangun Denpasar mewujudkan kota kreatif berbasis budaya harus ada dukungan anak-anak milenial," terang Jaya Negara.

Jaya Negara mengakui pemikiran AMD tentang kaum milenial sangat baik dan dia meminta dukungan kepada AMD agar programnya melengkapi visi misi Jaya-Wibawa saat memimpin Denpasar nanti. 

"Sekarang kami diundang, dan diserahkan buku Milenial Bisa. Ini jadi motivasi kami, kami sepakat dengan ketua tim akan menjadikan program ini tambahan untuk melengkapi visi misi," tutup Jaya Negara.(BB).


TAGS :

Komentar