Baliho Tamba-Ipat Diturunkan Warga, Timses JKJ: Kami Sudah Lapor ke Desa!

Ket poto : Sejumlah baliho pasangan calon dalam Pilkada Jembrana diturunkan

Baliberkarya.com-Jembrana. Sejumlah baliho pasangan bakal calon Bupati/Wakil Jembrana, I Nengah Tamba - Patriana Krisna dari Koalisi Jembrana Maju (KJM) yang terpasang di wilayah Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Jembrana diturunkan.

Baliho-baliho tersebut diturunkan oleh sejumlah Hansip dan Pecalang setempat, Sabtu 12 September 2020 karena pemasangannya tanpa ijin/permakluman kepada pihak desa maupun banjar setempat. Bahkan ada pemasangannya di tanah milik pribadi, tanpa ijin pemilik tanah.

Sehari sebelumnya, aparat desa setempat sempat menegur pemasang baliho agar menurunkan baliho yang terpasang di pertihaan jalan menikung sebelah timur balai desa lantaran pemasangannya menghalangi pandangan pengendara dan bisa menimbulkan kerawanan lalu lintas.

Mendapat teguran dari desa, pihak pemasang langsung menurunkan sendiri baliho tersebut. Namun keesokan harinya justru kembali dipasang. Sayangnya pemasangan tanpa permakluman ke desa atau ke pihak banjar maupun ke pemilik tanah.

Perbekel Ekasari Gede Puja dikonfirmasi melalui telpon membenarkan terkait penurunan baliho tersebut. Menurutnya, awalnya yang memasang menurunkan sendiri lantaran pemasangannya tanpa permakluman dan mengganggu pandangan pengendara bermotor.

"tu (baliho) dipasang di pertigaan jalan menikung sebelah timur balai desa. Jadi pandamgan pengendara terhalang. Terutama yg dari arah barat, tidak bisa melihat kendaraan dari arah selatan. Bahkan laporan warga sempat hampir terjadi tabrakan," terangnya kemarin.

Namun setelah diturunkan oleh yang memasang, keesokan harinya kembali dipasang. Tapi pemasangannya tidak ada permakluman kepala pemilik tanah, kepala wilayah (kelian banjar) ataupun permakluman ke desa.

Akhirnya menurut Puja, baliho yang terpasang di Banjar Palalinggah, Desa Ekasari diturunkan oleh kelian banjar setempat dengan mengajak Hansip juga Pecalang. Beberapa warga juga ikut saat menurunkan. Namun sebelum diturun, sempat didekati pihak pemasang agar diturunkan sendiri, namun tidak diindahkan.

"Kalau pemasangannya tidak mengikuti ketentuan, tentunya kami akan turunkan. Ini berlaku juga buat pasangan baliho calon paket Bangsa, jika pemasangannya melanggar ketentuan, tentu kita minta untuk diturunkan atau kami turinkan sendiri," tegasnya.

Atas kejadian tersebut awak media langsung konfirmasi dengan relawan dan tim kemenangan Tamba-Ipat I Made Wardana sebagai relawan mengatakan, tadi malam sudah diklarifikasi oleh Kepala Dusun Palalinggah yang menurunkan baliho tersebut, dari pengakuannya dia ditekan oleh warga dan alasannya juga dia tidak mengetahui aturan secara pasti terkait pemasangan baliho tersebut, dan tadi malam mereka sudah minta maaf.

"Sebelumnya kami sudah sampaikan kepada warga setempat, kita melakukan pemasangan baliho tersebut, kita mengetahui dimana tempat yang harus kita pasang agar tidak mengganggu tempat umum.

Lanjut Wardina, sebelumnya kami sempat ke perijinan dan diarahkan ke Kesbangpol, memang perijinan tersebut belum turun tapi kita diberikan kebijakan jadinya kita langsung bergerak," ucapnya.

Ditempat yang sama Tim Kemenangan Tamba-Ipat I Gede Puriawan SE menambhakan, kami sudah memberitahukan kepada pihak Desa dan masyarakat, "memang pemansangan baliho ditingkat desa kan tidak ada ijin dan ini merupakan bukan calon tetap wajar kami sosialisasi, kalau sudah ditetapkan sebagai calon tetap disana baru ada aturan dan ada zona baliho, selama ini kan belum keluar calon tetap dan zona baliho kan belum di keluarkan oleh KPU," tegasnya.

Puriawan melanjutkan, lain halnya nanti kalau keluar aturan zona baliho dari KPU, baru kita pasang di zona-zona yang di perbolehkan oleh KPU, menurut saya terkait pemasangan baliho dan belum ditetapkannya calon tetap oleh KPU, sah-sah saja kita pasang sebagai sosialisasi melakukan pemasangan baliho, asal tidak mengganggu tempat umum dan pemakai jalan," jelasnya. (BB)


TAGS :

Komentar