Arah Kadee! Aspirasi Tak Digubris, Mantan Ketua AMPG Jembrana "Ngambul" Balik Arah Dukung Paket Bangsa

Ket poto : Mantan Ketua AMPG Jembrana I Made Pradnya Alit saat memberikan keterangan kepada redaksi

Baliberkarya.com-Jembrana. Kisruh saat Musda Partai Golkar Jembrana beberapa waktu lalu, ternyata berbuntut panjang. Mantan Ketua AMPG I Made Pradnya Alit secara tegas menyatakan mendukung pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan Jembrana dalam Pilkada 2020 mendatang.

Ditemui di Anjungan Cerdas Rambut Siwi, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Minggu 30 Agustus 2020 pagi, mantan Ketua AMPG Jembrana tersebut mengaku mendukung paket I Made Kembang Hartawan - I Ketut Sugiasa (Bangsa) dan siap berjuang untuk menenangkan dalam Pilkada 2020 mendatang.

"Saya sudah tidak sejalan dengar Partai Golkar. Aspirasi kami di AMPG sudah tidak digubris, makanya kami sepakat mendukung paket Bangsa," tegasnya.

Sikapnya tersebut menurutnya merupakat sikap pribadi dirinya. Namun sikapnya mendukung paket Bangsa justru diikuti oleh hampir semua pengurus AMPG, kecuali I Ketut Widastra karena dalam musda kemarin terpilih sebagai Sekjen partai Golkar Jembrana.

"Bahkan anggota dan Satgas AMPG juga sudah menyatakan sikap mendukung paket Bangsa dalam pilkada 2020 mendatang," ujarnya.

Sikapnya tersebut berawal dari kekisruhan saat pelaksanaan Musda Partai Golkar Jembrana beberapa waktu lalu. Dimana sebelum Musda berlangsung, 43 Pengurus Desa (PD) Partai Golkar telah membuat pernyataan tertulis mendukung I Ketut Widastra sebagai Ketua DPD Golkar Jembrana.

"Pernyataan tertulis masing-masing PD tersebut dibawa ke Pengurus Kecamatan (PK) dan PK pun menyatakan kesanggupan mengakomodir aspirasi dari 43 PD. Bahkan PK membuat pernyataan tertulis. Tapi kenyataannya justru berbalik. Karena itulah kami bersikap tegas," tuturnya.

Disamping karena aspirasi tidak diakomodir, pernyataan mendukung pakey Bangsa juga karena sampai saat ini belum ada kejelasan terkait pasangan calon yang akan diusung Partai Golkar dalam Pilkada Jembrana 2020 mendatang.

Hingga saat ini menurutnya, belum ada bukti fisik rekomendasi dari Partai Golkar kepada salah satu pasangan calon. Termasuk bukti fisik rekomendasi dari partai lain yang tergabung dalam koalisi. Sementara pendaftaran calon di KPU sudah semakin dekat.

"Dari pada tidak jelas, lebih baik kami mendukung yang sudah jelas saja. Lagian juga sudah terbukti berbuat untuk masyarakat Jembrana," imbuhnya.

Dia juga melihat keseriusan salah satu bakal calon Wakil Bupati yang dielu-elukan partai Golkar untuk maju di Pilkada Jembrana belum nampak. Karena hingga saat ini bakal calon wakil tersebut belum syah mundur dari ASN. Sementara pendaftaran ke KPU sudah dekat.

"Kalau bakal calon bupatinya sih sudah sangat serius, terbukti sudah menyerahkan dana saksi satu setengah miliar rupiah. Tapi bakal calonnya belum mundur dari ASN, kuatirnya nanti tidak jadi maju," kata Alit dengan disaksikan beberapa kader PDI Perjuangan.

Menurutnya, seharusnya Partai Golkar dan Koalisi Jembrana Maju (KJM) bisa menjadikan catatan, kondisi bakal calon wakil bupatinya agar tidak salah mengambil kebijakan, termasuk potensi batal mundur dari ASN setelah pendaftaran ke KPU. Karena dirinya melihat peluang itu cukup besar adanya.

"Tapi itu terserahlah partai Golkar yang bersikap. Yang jelas saya sudah bersikap mendukung paket Bangsa, tidak lagi ikut urusan Partai Golkar," tutupnya.(BB)

 

 


TAGS :

Komentar