Talkshow Kwarda Bali dan BI, Rai Wirajaya Tekankan QRIS Penting Digunakan Demi Kebaikan Bersama Ditengah Covid-19

Foto: Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya dan KPw BI Provinsi Bali Trisno Nugroho dalam Talkshow QRIS.

Baliberkarya.com-Denpasar. Kwarda Bali bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali menggelar Talkshow QRIS secara virtual dalam rangka menyambut HUT ke-75 Republik Indonesia.

Adapun yang menjadi keynote speaker dalam Talkshow "QRIS Gaya Transaksi Pramuka di Tatanan Era Baru" yang digelar Rabu (19/8/2020) yaitu Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya (ARW) bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho.

Talkshow kali ini menghadirkan narasumber Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Bali I Made Rentin, Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah Layanan dan Administrasi KPwBI Bali Agus Sistyo Widjajati, Dirut Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma.

Rai Wirajaya mengapresiasi Webinar Talkshow QRIS ini agar anggota Pramuka dan generasi muda di Bali umumnya semakin mengenal QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai sebuah sarana pembayaran secara digital.

"QRIS ini untuk kebaikan kita bersama dalam upaya ikut mencegah Covid-19 agar tidak semakin tinggi kasusnya di Bali. Agar pariwisata kembali tumbuh, perekonomian Bali agar bangkit," kata Anggota Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan dan perbankan ini.

Webinar Talkshow QRIS ini, lanjut Rai Wirajaya agar anggota Pramuka dan generasi muda di Bali umumnya semakin mengenal QRIS sebagai sebuah sarana pembayaran secara digital. Pasalnya, anggota Pramuka tersebar dari SD, SMP SMA/SMK dan mahasiswa pun masih ada masuk Pramuka. 

Untuk itu, Rai Wirajaya mengajak adik-adik Pramuka agar terus menyuarakan, menggemakan, memperkenalkan dan mensosialisasikan  keberadaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai sebuah sarana pembayaran secara digital kepada seluruh lapisan masyarakat.

"Saya salut Pramuka jadi garis terdepan ikut mencegah Covid-19. Semangat nasionalisme ini jangan pernah pudar," ungkap politisi senior PDI Perjuangan asal Peguyangan Denpasar ini.

Menurutnya, dalam mendukung digitalisasi, QRIS menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, dan aman serta dapat diaplikasikan di semua sektor dengan skala usaha mikro hingga besar.

"Sampaikan kegunaan QRIS yang sangat banyak. Kemana-mana kita selalu membawa smartphone, dan tinggal gunakan QRIS dari smartphone kita. Jadi sangat mudah," jelas Rai Wirajaya.

Selain itu, sambung Rai Wirajaya, penggunaan QRIS di masa pandemi Covid-19 saat ini juga menjadi bagian upaya mencegah penyebaran virus ini yang bisa saja penyebarannya melalui media uang tunai (uang kertas) dimana virus Corona atau Covid-19 ini bisa menempel.

“Sampaikan juga kepada adik-adik Pramuka kita agar menggunakan QRIS ini untuk menjaga kesehatan dan mengurangi pembayaran dengan uang tunai," harap Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini.

Anggota DPR RI empat periode ini juga mengajak mari bersama-sama gunakan QRIS agar kita aman dan mengurangi risiko penyebaran Covid-19.

"QRIS ini untuk kebaikan kita bersama dalam upaya ikut mencegah Covid-19 agar tidak semakin tinggi kasusnya di Bali. Agar pariwisata kembali tumbuh, perekonomian Bali agar bangkit," tuturnya. 

Tak lupa, Rai Wirajaya juga mengapresiasi kinerja BI yang mempunyai keinginan mendorong meningkatnya penggunaan QRIS di masa pandemi Covid-19. Hal ini tidak lepas dari upaya serius KPw BI Bali yang terus mendorong percepatan dan perluasan penggunaan QRIS di Bali yang saat ini telah mencapai 101.200 merchant di seluruh Bali.

Tak hanya itu, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini menyampaikan apresiasinya kepada Bank Indonesia dimana penerapan QRIS sudah dianggap bisa menjangkau seluruh kalangan. Apalagi saat ini Bali sudah naik ke peringkat enam penggunaan QRIS secara nasional yang awalnya hanya bercokol di sepuluh besar sejak diluncurkan Januari lalu.

Terkait keberhasilan penggunaan QRIS secara nasional khususnya juga di Bali, Rai Wirajaya menilai kondisi tidak terlepas dari gencarnya Bank Indonesia dalam melakukan literasi dan edukasi betapa pentingnya penggunaan QRIS sebagai salah satu pilihan pembayaran non tunai, terutama di masa pandemi Covid-19. 

Rai Wirajaya berharap target yang dirancang BI yaitu 200 ribu pengguna QRIS dalam tahun ini bisa tercapai. Ia beranggapan di era digitalisasi BI bisa meraup peluang untuk terus gencar mensosialisasikan sistem pembayaran non tunai.

Sementara, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho juga berharap Pramuka bisa terlibat aktif mendukung dan menjadi agen perubahan penggunaan transaksi non tunai utamanya dengan QRIS ini.

"Terima kasih Pramuka atas antusiasmenya ikuti Talkshow online ini dan semoga bisa membantu memperkenalkan QRIS di masyarakat," kata Trisno Nugroho.

Trisno Nugroho menyebutkan saat tatanan kehidupan era baru, digitalisasi merupakan suatu keniscayaan dan wajib diimplementasikan di semua bidang kehidupan termasuk sektor pariwisata yang saat ini menjadi tulang punggung perekonomian Bali. 

Dalam mendukung digitalisasi, QRIS menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, dan aman serta dapat diaplikasikan di semua sektor dengan skala usaha mikro hingga besar.

Selain itu, QRIS sebagai instrumen pembayaran juga menjadi solusi untuk membangkitkan sektor pariwisata dalam tatanan kehidupan era baru karena mendukung faktor clean, health dan safety yang meminimalkan kontak fisik dalam bertransaksi. QRIS ini adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code yang dilakukan lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

QRIS adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Semua Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran yang akan menggunakan QR Code Pembayaran wajib menerapkan QRIS.

Saat ini, dengan QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari Penyelenggara manapun baik bank dan nonbank yang digunakan masyarakat, dapat digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo QRIS, meskipun penyedia QRIS di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang digunakan masyarakat.

Merchant hanya perlu membuka rekening atau akun pada salah satu penyelenggara QRIS yang sudah berizin dari BI. Selanjutnya, merchant sudah dapat menerima pembayaran dari masyarakat menggunakan QR dari aplikasi manapun penyelenggaranya.(BB).


TAGS :

Komentar