Harga Fantastik, Warga Ramai-Ramai Sulap Taman Jadi Kebun Vanili

Keterangan poto : Dewa Putu Mertayasa, anggota DPRD Jembrana saat menyiram tanaman vanilinya

Baliberkarya.com-Jembrana. Harga vanili yang cukup fantastik saat ini, rupanya memantik warga untuk ramai-ramai berkebun vanili.

Bukan lagi berkebun vanili di kebun, tapi juatru memanfaatkan pekarangan rumah. Pekarangan yang sebelumnya diisi berbagai tanaman bunga dan rerumputan, kini disulap menjadi kebun vanili.

Seperti yang dilakukan oleh Dewa Putu Mertayasa. Ketua Komisi III DPRD Jembrana ini sejak sebulan lalu menyulap taman di halaman belakang rumahnya menjadi kebun vanili

Ratusan tanaman vanili dengan menggunakan tiang pipa dibngkus serabut kelapa berjejer rapi, sehingga terlihat indah. Tanaman vanili setinggi satu meter juga terlihat hijau dan subur.

"Jangan tanya masalah modal. Yang jelas tanaman vinili ini untuk mengisi waktu luang. Sehari minimal ada waktu satu sampai dua jam bisa saya rawat vanili. Sisanya waktu untuk tugas dan turun ke masyarakat," ujar Dewa Mertayasa, Minggu (2/8/2020).

Anggota DPRD Jembrana dari Fraksi PDIP yang akbrab dipanggil Dewa Abri mengaku, tertarik menanam vanili di halaman rumahnya adalah karena harganya yang cukup tinggi dan pemeliharannya tidak begitu rumit.

"Ya, semoga saja nanti pas panennya harganya masih mahal. Hasil panen kan bisa digunakan untuk menunjang kegiatan sosial ke masuarakat. Sambil juga untuk melajar bertani," imbuhnya.

Dia juga berharap warga Jembrana, mulai belajar memanfaatkan halaman rumah atau pekarangan kososong dengan menanam tanaman produktif, seperti sayur-sayuran, ataupun vanili, untuk membantu terwujudnya ketahanan pangan.

"Disamping itu kan bisa menunjang penghasilan rumah tangga. Paling tidak untuk sayur tidak perlu lagi beli di pasar. Jika halaman luas, hasil sayur kan juga bisa dijual ke pasar," tutupnya.(BB)

 

 


TAGS :

Komentar