Mih Dewa Ratu! Lama Menghilang, Rokani Ditemukan Tinggal Kerangka di Pingir Sungai Sibang Gede

Ket Poto : Penemuan kerangka manusia tanpa tengkorak di pinggir sungai Sibang Gede, Minggu 19 Juli 2020

Baliberkarya.com-Badung. Warga Banjar Parekan, Desa Sibang Gede , Abiansemal, Badung dibuat geger dengan ditemukannya kerangka manusia tanpa tengkorak, Minggu (19/7) siang kemarin.

Kerangka manusia tanpa tengkorak tersebut ditemukan pertama kali oleh Made Wiranata (29), warga setempat. Saat itu sekitar pukul 11.30 Wita, dia pergi ke pinggir sungai untuk mencari pohon yang bisa digunakan sebagai bonsai.

Namun belum sempat mendapatkan pohon, dia justru menemukan kerangka manusia tanpa tengkorak. Wiranata kaget dan ketakutan. Dia kemudian melaporkan temuan tersebut kepada kelian banjar/kelian dinas setempat.

Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian. Anggota Polsek Abiansemal dan Inafis Polres Badung yang menerima laporan langsung menuju ke TKP untuk melakukan olah TKP.

Dari hasil olah TKP, petugas menemukan KTP atas nama Rokani (44) asal Dusun Kanigoro, Kelurahan Banaran, Tulungagung, Jawa Timur 

Di TKP, petugas juga menemukan kain sarung warna merah kotak-kotak terikat di pohon cokelat. Saat ditemukan kerangka tersebut masih terbalut baju warna hijau dan mengenakan ikat pinggang hitam. Juga ditemukan handuk.

Sementara di samping kerangka ditemukan botol racun serangga,  tas plastik berisikan celana dalam, kain sarung, baju kaos, baju kemeja, dan obat-obatan serta dompet. 

Dari bukti-bukti di TKP, polisi kemudian bisa meminta keterangan pihak keluarga, yakni Dyan Eko Saputra (45), asal Dusun Banaran, RT/RW 004/001, Desa Gombang Kecamatan Pakel, Kabupaten  Tulungagung, Jawa timur yang tinggal di banjar Kertawangsa, Desa Lodtunduh Kecamatan Ubud, Giayar.

Dari keterangannya, kerangka tanpa tengkorak kepala tersebut memang benar adalah anggota keluarganya yang bernama Rokani. Korban sebelum menghilang dari rumah sempat berpamitan pulang kampung.

"Dia meninggalkan rumah sejak 27 April 2020, sekitar pukul 19.00 Wita. Waktu itu dia (korban) pamit pulang kampung dan bosnya yang berencana membelikan tiket," ujar Dian Eko Saputra kepada petugas.

Namun sore harinya, korban kemudian membatalkan membeli tiket dengan alasan yang tidak jelas. Kemudian lanjut Eko, sekitar pukul 19.00 Wita, dia pamit  mengambil baju di loundry.

"Sejak itulah, korban tidak pernah kembali ke rumah. Saya sempat nelpon, dia bilang ada di rumah temannya. Tapi ngak jelas dimana alamatnya. Besoknya juga saya telpon lagi katanya ada di proyek, tapi ngak tahu proyek dimana," tuturnya.

Kapolsek Abiansemal Kompol Drs. I Made Suparta dikonfirmasi wartawan membenarkan penemuan kerangka manusia tanpa tengkorak kepala tersebut.

Dia juga membenarkan identitas tengkorak tersebut adalah sesuai KTP yang ditemukan di TKP dan diakui oleh pihak keluarga. 

Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian korban, apakah korban mati karena bunuh diri atau karena sebab lain. Termasuk apakah penemuan kerangka tersebut ada kaitannya dengan penemuan kerangka sebelumnya.

"Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat darah rendah dan pihak keluarga telah melaporkan saat hilang korban ke Polsek Ubud," terangnya.(BB)

 

 


TAGS :

Komentar