Bagikan 1000 Nasi Tiap Hari, PENA 98, POSPERA, KNPI Bali Lewat Posko Dapur Umum Warung Bencingah Bangun Komunitas Mandiri Ketahanan Pangan

Foto: Aktivitas di Posko Kemanusiaan Dapur Umum dan logistik Covid19 di Warung Bencingah Gede Kaliasem Denpasar.

Baliberkarya.com-Denpasar. Dapur Umum Kemanusiaan hadir sebagai solusi menghadapi tekanan ekonomi akibat mewabahnya bencana non alam Covid-19 di Indonesia, bahkan telah ditetapkan sebagai Pandemi oleh WHO karena sudah menimpa hampir 200-an negara di dunia. 

Ratusan negara yang terdampak Covid-19 ini, termasuk Indonesia khususnya Bali yang sangat bergantung dengan pariwisata tentu memukul ekonomi Bali. Dimana semua negara asal wisatawan yang dominan datang dan berkunjung semuanya mengalami wabah yang sama.

Posko Kemanusiaan Dapur Umum dan logistik Covid19 di Warung Bencingah Gede Kaliasem Denpasar diinisiasi oleh tiga organ kepemudaan di Bali, PENA (Persatuan Nasional) 98, POSPERA (Posko Perjuangan Rakyat) Bali dan DPD KNPI Bali.

Dapur Umum ini adalah buah diskusi bersama beberapa mahasiswa dari Fakultas Hukum  Universitas Udayana dan mahasiswa Universitas Warmadewa saat diumumkan larangan mudik yang ditetapkan pemerintah sejak 24 April 2020 serta penghentian penerbangan domestik dan internasional kecuali kondisi khusus. 

Terhentinya roda kehidupan pariwisata Bali berujung tersendatnya perputaran ekonomi tentu  berdampak pada meningkatnya pengangguran terbuka. Termasuk warga perantau yang sudah tidak bisa pulang kampung, baik karena ketiadaan biaya dan juga tertutupnya akses transportasi selama mudik lebaran yang dilarang.

Akhirnya Posko Kemanusiaan Dapur Umum Kaliasem yang dikelola oleh komunitas mandiri mengajak gotong royong relawan kemanusiaan lain seperti Komunitas Bali Peduli Sosial (KBPS) dan relawan personal yang bergabung untuk bersama sama melayani warga terdampak yang sudah tidak mampu. 

Polda Bali juga mendukung kegiatan Posko Kemanusiaan Kaliasem melalui Direktorat Intelkam Polda Bali dengan bantuan Kendaraan Dapur Lapangan Brimobda Bali beserta 3 regu yang terdiri dari 9 orang setiap hari bergilir membantu selama program hingga kini. 

Dalam perjalanan pelaksanaan, ada bantuan dari relawan komunitas gereja Adonai Cinta NKRI untuk team Dapur, mahasiswa Universitas Ngurah Rai dan Warkop Dwijendra Universitas sebagai relawan membantu kebersihan di Dapur Umum Kaliasem.

"Dapur Umum ini kami inisiasi dan didukung berbagai pihak sebagai donatur dan sebagai bentuk kepedulian serta rasa kemanusiaan membantu sesama yang terdampak pandemi Covid-19," kata Koordinator Posko Kemanusiaan Dapur Umum dan logistik Covid19 di Warung Bencingah Gede Kaliasem Denpasar sekaligus Ketua DPD POSPERA Bali Kadek Agus Ekanata, Rabu sore (8/7/2020).

Pada awal program, Dapur Umum Kaliasem menyedikan makanan siap saji sebanyak 500 bungkus setiap hari untuk membantu mahasiswa dan warga baik yang membutuhkan yang berasal dari luar kota Denpasar dan luar daerah Bali berbasis non penduduk.

Seiring bayaknya warga yang membutuhkan bantuan, akhirnya Dapur Umum ini bisa membantu rata-rata 900 nasi bungkus setiap harinya untuk menjaga ketahanan pangan dan mengantisipasi kerawanan sosial akibat ekonomi Bali yang menurun. Program ini juga menyokong pelaksanaan PKM Kota Denpasar. 

"Dapur Umum Kaliasem menggunakan konsep gotong royong antara relawan bersama sama dengan warga penerima untuk proses dari menyiapkan bahan masakan sampai membungkus makanan," ujar Ekanata didampingi Presidium Nasional (Presnas) PENA 98 Bali Octav NS dan Bendahara KNPI Luh Putu Darmayanti.

Tentu dengan pembatasan jumlah yang hadir setiap harinya dengan penerapan jadwal piket yang hadir di Dapur Umum Kaliasem, sesuai dengan anjuran Presiden Jokowi terkait protokol kesehatan yaitu menggunakan masker, phsycal distancing (jaga jarak), cuci tangan dan penyemprotan desinfektan.

Ekanata mengungkapkan Program Dapur Umum di Warung Bencingah Kaliasem sedianya berakhir 14 Juni 2020. Namun program dapur umum mandiri ini menarik perhatian Wakil Walikota (Wawali) Denpasar, IGN Jayanegara yang menyempatkan hadir ke Warung Bencingah tanggal 11 Juni 2020.

Dalam kesempatan itu, Wawali melihat pelaksanaan Dapur Umum Kaliasem yang dikelola oleh komunitas mandiri beberapa organ. Pemkot memberikan apresiasi atas berlangsungnya Dapur Umum mandiri oleh kalangan pemuda dan masyarakat yang bergotong royong setiap hari. 

Apresiasi dari Wawali atas pelaksanaan gerakan mandiri ini untuk menyangga ketahanan warga yang tinggal di Kota Denpasar tapi yang tidak tercatat sebagai warga Denpasar akibat dampak Covid19 ini. Sebab program bantuan yang digelontorkan oleh pemerintah Kota Denpasar adalah berbasis anggaran yaitu warga penduduk Kota Denpasar. 

Tak lupa Wawali mengucapkan terima kasih atas inisiasi organisasi pemuda, PENA 98, POSPERA Bali dan DPD KNPI Bali dengan menggerakan beberapa relawan kemanusiaan dalam satu komunitas mandiri  ini dalam program kemanusiaan terutama untuk warga Denpasar yang belum tercatat KTP Denpasar.

Wawali meminta Posko Kemanusiaan Dapur Umum Kaliasem ini tidak berhenti dan dilanjutkan dengan bekerjasama menyiapkan makanan siap saji untuk warga yang terkena isolasi mandiri akibat meluasnya zona merah di wilayah Kota Denpasar. Dimana Wawali IGN Jayanegara membantu dengan menggandeng penyaluran CSR ke Posko Kemanusiaan Dapur Umum Kaliasem.

Akhirnya Posko Kemanusiaan Dapur Umum Kaliasem tetap berlangsung untuk menyediakan makanan siap saji rata-rata 1.000 bungkus untuk penerima mandiri dan juga diberikan kepada warga yang terdampak isolasi mandiri di Kota Denpasar hingga kini.(BB).


TAGS :

Komentar