Bantu Sembako, PSR Edukasi 7 Tahapan Cuci Tangan dan Tekankan PHBS Cegah Covid-19

Putu Supadma Rudana (PSR) bantu sembako dan edukasi masyarakat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Banjar Teges Kangin Yangloni, Banjar Teges Kawan dan Banjar Kalah Desa Peliatan, Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar, Minggu siang (5/7). 

Baliberkarya.com-Gianyar. Untuk kesekian kalinya, Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali Putu Supadma Rudana (PSR) kembali terjun membantu masyarakat. Kali ini, PSR turun langsung ke daerah pemilihan menggelontor bantuan kepada masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19. 

Bahkan tak hanya membawa bantuan bagi masyarakat, politisi muda yang dikenal ramah ini kali ini mengedukasi masyarakat dengan memperagakan cara cuci tangan dalam protokol kesehatan mencegah Covid-19 sebagai bagian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Bantuan PSR atau Putu Supadma Rudana berupa sembako untuk masyarakat di Banjar Teges Kangin Yangloni, Banjar Teges Kawan dan Banjar Kalah Desa Peliatan, Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar, Minggu siang (5/7). 

PSR menyatakan meski di Desa Peliatan Gianyar tercatat saat ini sebagai Desa yang zero kasus positif Covid-19 namun dampak Covid-19 dari sisi perekonomian sangat terasa bagi masyarakat. Kepada Krama di Desa Peliatan, PSR menyampaikan bantuan yang diberikan mungkin belum mencukupi, karena bantuannya juga harus berbagi dan membantu warga masyarakat di kabupaten dan kota se-Bali. 

"Karena saya wakil rakyat di DPR RI mewakili semua elemen masyarakat di 9 kabupaten dan kota. Kedepan kita akan terus turun mengimplmentasikan program pro rakyat Demokrat hadir peduli dan memberi solusi," ucap Pemilik Museum Rudana ini.

Selama aksi kemanusiaan yang digulirkan PSR diantaranya mulai menggelontor bantuan alat pelindung diri (APD) untuk mencegah penyebaran Covid-19 kepada kelompok masyarakat, komunitas, sampai bantuan sembako dan APD di Rumah Sakit Bali Mandara Provinsi Bali. Selain itu, bantuan sembako yang digelontor bertahap "door to door" dan disebar secara langsung serta disalurkan melalui relawan "Supadma Rudana Menyamabraya" yang sudah berjalan sejak Maret 2020 lalu di kabupaten dan kota se-Bali. 

Tak hanya itu, PSR juga sebelumnya melakukan aksi penyemprotan disinfektan bersama kader Demokrat di kabupaten dan kota. Wasekjen DPP Demokrat ini menegaskan akan terus hadir ditengah masyarakat yang berjuang ditengah Pandemi Covid19 yang memukul perekonomian masyarakat. 

"Apapun yang bisa kita kerjakan, ya kita kerjakan. Sebelumnya kita lakukan penyemprotan serentak di kabupaten dan kota bersama kader Demokrat," tegas PSR.

Saat turun ke Banjar-Banjar di Desa Peliatan Gianyar, PSR mengedukasi warga dan memberi contoh dengan memperagakan Perilaku Hidup Bersih Sehat dalam protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19, seperti cara mencuci tangan yang tidak asal-asalan, menggunakan masker, jaga jarak, hingga membekali diri dengan hand sanitizer. 

"Mencuci tangan yang benar saja ada 7 tahapan, jadi PBHS ini bukan hal yang enteng. Maka disini perlu edukasi dan sosialisasi. Virus Covid19 ini belum ditemukan vaksinnya, maka cara terbaik adalah dengan penerapan protokol kesehatan dengan benar," harap Supadma Rudana.

Terkait tatanan kehidupan baru alias new normal, Supadma Rudana menjelaskan jika new normal akan dimulai bertahap di Provinsi Bali pada 9 Juli 2020, namun bukan berarti semuanya bisa bebas beraktivitas seperti sebelum Pandemi Covid19. Untuk itu, PSR mengingatkan warga jangan sampai salah mengerti dengan new normal. Ia berharap peran pemerintah memberikan edukasi secara berkelanjutan kepada masyarakat tentang PHBS mencegah penyebaran Covid-19 jelang new normal. 

"Khan new normal itu kita beraktivitas seperti biasa dengan tetap kedepankan keselamatan dan menerapkan protokol kesehatan. Bukan bebas seperti dulu lagi, tetapi ada protapnya," terangnya.

Sementara untuk memastikan kesiapan Bali menghadapi new normal, Senin  (6/7) siang kemarin, Supadma Rudana terjun langsung ke sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Dalam kesempatan itu, PSR mengecek kesiapan hadapi new normal (kecuali pariwisata dan pendidikan) di Bali. Menurutnya, saat ini dukungan masyarakat dan sinergi dengan pemerintah Provinsi Bali serta stakeholder menjadi kunci utama dalam tatanan kehidupan baru ditengah Pandemi Covid19. 

"Kita bisa hidup normal ditengah Pandemi Covid-19 kalau kita punya komitmen bersama untuk saling menjaga dengan penerapan disiplin tentang protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19," tutup politisi senior yang juga Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini.(BB).


TAGS :

Komentar