Hidupkan Pariwisata, Supadma Rudana Bertemu Menlu Perjuangkan Bali Masuk Daftar "Travel Bubble"

Bertemu Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi (Retno Marsudi), Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana (PSR) sodorkan Bali prioritas travel bubble untuk hidupkan pariwista Bali.

Baliberkarya.com-Jakarta. Dalam pertemuan pimpinan BKSAP DPRI RI yang dihadiri Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi (Retno Marsudi), Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana (PSR) memperjuangkan pola travel bubble dan salah satu prioritasnya untuk Provinsi Bali.

Travel Bubble yang merupakan kerjasama antara dua negara membuka koridor perjalanan pariwisata ditengah Pandemi Covid-19 dimana Provinsi Bali memenuhi syarat karena menjadi provinsi yang memiliki kemampuan penanganan Covid-19 yang maksimal dan saat ini paling siap menghadapi "new normal".

Dalam pertemuan itu, Wakil Ketua BKSAP DPR RI Supadma Rudana mengatakan pimpinan BKSAP yang dipimpin Ketua BKSAP Fadli Zon di Kementerian Luar Negeri, Jumat (3/7) lalu itu bertemu dengan membahas berbagai masalah. Mulai masalah dukungan Parlemen Indonesia untuk kemerdekaan Palestina, masalah Sawit Indonesia,  hingga masalah pemulihan pariwisata ditengah Pandemi Covid-19 yakni dengan membuka Travel Bubble. 

Supadma Rudana sebagai pimpinan BKSAP DPR RI Wilayah Asia-Pasifik dan Australia menyodorkan Travel Bubble diprioritaskan untuk Provinsi Bali yang notabene paling kena dampak dari Pandemi Covid-19. Selain itu, Supadma Rudana mengakui Krama Bali saat ini memiliki kesiapan bersama pemerintah daerah dalam menghadapi tatanan kehidupan baru atau "new normal" dengan penerapan protokol kesehatan yang maksimal. 

"Saya sodorkan kepada Bu Menlu Retno Marsudi bahwa Provinsi Bali sangat siap. Kami melihat dan pemerintah pusat mengakui Provinsi Bali angka positif Covid-19 kecil dengan penanganan yang maksimal, sehingga angka kematian juga kecil. Bahkan di Kabupaten Gianyar ada Desa Peliatan yang zero kasus positif Covid-19," ucap Supadma Rudana yang juga Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia ini usai roadshow sosialiasi empat pilar di Daerah Pemilihan Bali, Minggu sore (5/7/2020).

Travel Bubble yang disodorkan Supadma Rudana ke Menlu Retno Marsudi ini antara Indonesia dengan Australia atau Sydney -Bali. Disamping itu juga disodorkan dalam rancangan Travel Bubble kali ini untuk negara Asia seperti Jepang, Korea selatan serta negara yang kini sudah zona hijau dari Covid-19.

Lebih lanjut Supadma Rudana mengaku berani menyodorkan Bali masuk prioritas dalam Travel Bubble ini karena BUMN dan Kementerian Pariwisata sudah sempat mengecek ke Bali. Menurut politisi Demokrat itu, BUMN membawahi Angkasa Pura (penerbangan), Pelindo membawahi pelabuhan laut, kemudian Perhubungan juga sudah siap dengan new normal dengan kedepankan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19. 

"Misalnya dibuka dulu koridor Perth-Bali, Melbourne-Bali. Nanti bertahap lagi dengan negara-negara lainnya. Menteri Pariwisata sudah turun langsung. Pemprov Bali dengan Kabupaten Badung dan Kabupaten lain juga siap," tegas Anggota Komisi VI DPR RI ini.

Mantan anggota Komisi X DPR RI membidangi pariwisata ini juga menegaskan saat ini tinggal Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali bisa meyakinkan Pemerintahan Pusat, terutama Menteri Luar Negeri terkait dengan fakta lapangan bahwa Bali telah siap New Normal. 

"Kalau saya di pertemuan BKSAP dengan Menlu Retno Marsudi ya Bali memang sudah siap. Sekarang tinggal pemerintah di Bali meyakinkan pusat juga. Menteri Luar Negeri itu ujung tombak membuka koridor pariwisata agar segera pulih dan recovery berjalan di Bali," tegas Wasekjen DPP Demokrat ini.

Tak hanya itu, Supadma Rudana juga telah menghubungi jajaran stakeholder pariwisata di Bali, mulai Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Bali, Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri) Bali, Asosiasi Usaha Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Provinsi Bali. Dalam komunikasi itu dibahas bagaimana kesiapan hotel, kesiapan travel dalam protokol kesehatan, kemudian dengan Provinsi Bali kesiapan rumah sakit bagaimana sudah koordinasi dengan stakeholder. 

"Travel Bubble ini akan menghidupkan kepariwisataan kita mendorong bangkitnya ekonomi Bali ditengah Pandemi Covid19 ini. Ini harus disambut pemerintah pusat dan Provinsi Bali. Negara lain di Asia juga pasang jurus yang sama. Jangan sampai kita ketinggalan dan Bali kehilangan peluang," pungkas politisi senior asal Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar ini.(BB).


TAGS :

Komentar