Awas! jembrana Rawan Penyakit DBD, Bupati Artha Pantau Fogging

Baliberkarya

Baliberkarya.com-Jembrana. Selain menghadapi pandemi Covid-19, Pemkab Jembrana saat ini juga tengah berjuang keras untuk mencegah penularan penyakit menular lainnya di Jembrana.

BACA JUGA : HUT Bhayangkara ke-74 Polisi bersama Kagama Bantu Masyarakat, di Penyaringan 594 KK Tak Dapat Bantuan

Penyakit menular itu diantaranya, rabies dan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang diakibatkan oleh Nyamuk Aedes Aegypti. Bahkan dua penyakin menular ini juga mendapat penanganan prioritas.

Sebagai bentuk keseriusan Pemkab Jembrana menangani penyakit menular, Jumat (26/6) pagi, Bupati Jembrana I Putu Artha melakukan pemantauan penyemprotan pestisida (fogging) di depan Taman Makam Pahlawan Kesatria Kusuma Mandala, Kelurahan Pendem Jembrana . 

Usai melakukan pemantauan, Bupati Artha yang didampingi Sekda I Made Sudiada, para Asisten dan para pimpinan OPD mengatakan, saat ini semua warga masyarakat masih fokus terhadap virus conona saja. Sementara mengabaikan dampak dari wabah penyakit menular lainnya.

"Rabies dan DBD juga harus diwaspadai karena ini penyakit menular yang sangat berbahaya dan telah banyak memakan korban," tegas Artha, Jumat (26/6/2020).

Untuk mengantisipasi wabah-wabah penyakit menular ini, Bupati Artha menegaskan, Dinas terkait agar dalam penanganannya dilaksanakan secara seimbang.

"Dinas terkait harus sigap dan tanggap dalam melakukan penangan kasus-kasus ini. Ketiga jenis wabah ini memiliki tingkat keganasan yang sama," ujar Artha.

BACA JUGA : Begini Kisah Pilu Ni Ketut KY Tertular Covid-19

Covid-19 lanjut Artha, sampai saat ini belum ditemukan obatnya, sementara untuk DBD dan Rabies obatnya sudah ada. Untuk itu pihaknya mengintruksikan kepada dinas terkait agar melakukan langkah-langkah penanganan yang cepat sehingga warga masyarakat tidak tertular oleh penyakit-penyakit yang bisa mematikan tersebut.

Selain itu , Artha juga mengimbau warga untuk mengintensifkan pencegahan DBD. Diantaranya dengan mengintensifkan gerakan 3 M plus dilingkungan masing-masing.

"Ini cara sederhana dalam mencegah DBD, namun efektif dan bisa dilakukan secara bersama. Dengan menguras dan menyikat, menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan barang-barang bekas yang tak terpakai agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk," papar Artha.

Sementara itu Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jembrana dr I Gusti Agung Putu Arishanta mengatakan, kegiatan Fogging dimaksudkan untuk meminimalisir penyebaran nyamuk aedes aegypti di tengah-tengah masyarakat.

"Ini kita lakukan secara rutin di daerah-daerah yang disinyalir rawan dari wabah nyamuk itu. Khusus hari ini, di Kelurahan Pendem ada salah satu keluarga yang teridentifikasi DBD dengan radius 200 meter persegi dari keluarga bersangkutan," jarnya.

Terkait data kasus per- kasus DBD tahun 2020, kata Arisanta setiap kecamatan kasusnya bervariasi yakni, kecamatan Negara sebanyak 81 kasus, Pekutatan 27, Mendoyo 21, Jembrana 18 dan kecamatan Melaya sebanyak 16 kasus.(BB)


TAGS :

Komentar