Gelombang Pasang Capai 3 Meter "Ngamuk" Warga Pesisir Ketakutan Abrasi Makin Parah

Pesisir Jembrana masih digempur gelombang pasang dengan ombak tinggi mencapai tiga meter lebih menimbulkan abrasi yang kian parah membuat sejumlah warga pesisir was-was jika suatu saat rumah mereka hancur di gempur ombak.

Baliberkarya.com-Jembrana. Pesisir Jembrana hingga saat ini masih digempur gelombang pasang dengan ombak tinggi mencapai tiga meter lebih. Kondisi tersebut disamping menimbulkan abrasi yang kian parah di kawasan pesisir, juga membuat sejumlah warga pesisir was-was jika suatu saat rumah mereka hancur di gempur ombak.

Demikian halnya sejumlah nelayan di Jembrana harus mengurungkan niatnya untuk melaut lantaran cuaca exstrim yang melanda laut di Jembrana sangat membahayakan keselamatan para nelayan.

"Sejak lima hari ini terus terjadi gelombang pasang yang ombaknya sampai tiga meter lebih. Sampai masuk ke pekarangan rumah saya," ujar Ngurah Pariasa, salah seorang warga pesisir di Kecamatan Mendoyo, Minggu (31/5/2020).

Jika terjadi siang hari, dirinya mengaku tidak kuatir karena setiap saat bisa segera mencari tempat yang lebih aman, jika air laut sampai masuk pekarangan rumahnya. Namun jika gelombang pasang dengan ombak tinggi disertai anggin kencang pada malam hari, dirinya bersama anggota keluarga lainnya selalu was-was. Kuatir kalau rumahnya roboh dan menimpa mereka.

Hal yang sama disampaikan oleh Gusti Ketut Biasa, warga pesisir yehembang, pada gelombang pasang yang terjadi kemarin dengan ombak tinggi sempat merendam tiga ekor sapi peliharannya yang diikat di pesisir pantai Yehembang, Mendoyo.

Meruntung, tiga ekor sapi peliharaanya tidak sampai tenggelam dan dia cepat-cepat memindahkan sapi peliharannya ke tempat yang lebih aman sehingga selamat. "Saya biasa ikat sapi di pesisir, tapi sekarang tidak berani. Ombaknya besar dan tinggi. Abrasi juga sudah parah, jalan desa hampir putus," tuturnya.

Terkait hal tersebut, Kepala BPBD Jembrana Ketut Eko Susila AP menghimbau kepada warga pesisir agar selalu hati-hati dan warpada mengingat bulan-bulan ini cuaca di perairan Jembrana sangat exstrim.

"Gelombang pasang dengan ombak tinggi memang terjadi pada bulan-bulan ini. Pihak BMKG juga sudah mengeluarkan peringatan, jadi kewaspadaan itu sangat penting," terangnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada para nelayan di Jembrana agar jangan dulu melaut lantaran saat ini terjadi cuaca exstrim dan sangat membahayakan keselamatan para nelayan. Menurutnya lebih baik selalu waspada dan mencari informasi ke BMKG sebelum melaut sehingga tidak terjadi kecelakaan laut. Terkait abrasi, Susila mengajak warga untuk bersama-sama menjaga alam dan mengurangi pengerusakan kawasan pesisir.(BB).


TAGS :

Komentar