Warga Kecewa Hanya Diberi Bantuan Paket Sembako Senilai 100 Ribu Rupiah

Ilustrasi

Baliberkarya.com-Jembrana. Bantuan dari pemerintah di masa Covid-19 saat ini pencairannya banyak memunculkan ketidakpuasan di masyarakat. Seperti yang terjadi di Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, baru-baru ini. 

Sejumlah warga penerima bantuan paket sembako dari desa setempat banyak yang ngedumel lantaran nilai per paket dinilai tidak wajar. Sejumlah warga setempat yang ditemui mengaku sangat kecewa dengan bantuan paket sembako dari desa yang dibagikan lantaran nilai per paket sangat kecil tidak sama dengan paket sembako di desa-desa lain.

"Bantuan paket sembako dari desa (Medewi) isinya beras, minyak goreng, telur dan apalagi itu saya lupa. Jika dihitung nilainya tidak lebih dari seratus ribu rupiah. Sedangkan di desa lain nilai per paketnya sampai dua ratus ribu rupiah; ujar KD, salah seorang warga setempat yang minta namanya diinisialkan, Jumat (22/5/2020).

Menurutnya, yang juga dibenarkan warga lainnya, dengan bantuan paket sembako nilai sangat kecil tersebut memang banyak warga Desa Medewi yang kebagian. Namun yang jadi masalah disamping nilainya tidak berarti bagi masyarakat di masa Covid-19, juga desa kesusahan mendistribusikan paket sembako dari pemerintah kabupaten.

"Dengan nilai per paket seratus ribu jelas banyak warga kebagian. Nah ketika ada bantuan sembako dari kabupaten, desa kesusahan membagikan karena sudah semua kebagian paket sembako desa. Kan bantuan tidak boleh; imbuhnya yang dibenarkan warga lainnya.

Disisi lain, beberapa informasi yang diproleh menyebutkan, pemerintah Desa Medewi termasuk yang paling pertama membagikan paket sembako desa dibandingkan desa-desa lainnya. Pihak desa kabarnya memang sengaja menganggarkan Rp 100 ribu per paket sembako dengan dalih pemerataan bagi warganya.

Sayangnya kebijakan tersebut menimbulkan polemik di masyarakat lantaran nilainya dianggap sangat kecil jika dibandingkan dengan desa-desa lainnya dan menyebabkan bantuan paket sembako dari kabupaten kepada masyarakat terdampak sulit didistribusikan lantaran masyarakat tidak boleh dobel menerima bantuan.

Terkait hal tersebut, Perbekel Desa Medewi Nengah Wirama belum bisa dikonfirmasi. Dihubungi melalui telpon tidak diangkat. Demikian halnya dihubungi melalui WhatsApp (WA) hanya dibaca, namun tidak dijawab atau dibalas. Padahal redaksi Baliberkarya.com sudah memperkenalkan diri.(BB).


TAGS :

Komentar