Pandemi Covid 19, Ka BNNP Bali Tetap Sapa Masyarakat Buleleng Lewat Siaran Interaktif Radio RRI Pro 1 

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa,SH menjadi narasumber dalam dialog interaktif Radio PRO 1 Singaraja 97.9 FM 

Baliberkarya.com-Buleleng. Dalam kondisi pandemi covid 19, Ka BNNP Bali tetap menyapa masyarakat buleleng melalui sarana siaran interaktif pada radio RRI Pro 1 yang didampingi Kabid P2M dan Kabid Rehabilitasi.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi data Polri terjadi peningkatan jumlah kasus narkoba sebesar 120% pada bulan April dibandingkan dengan Maret 2020. Bandar narkoba memanfaatkan masa pendemi virus Corona (Covid-19) untuk mengedarkan narkoba. 

Salah satu Provinsi yang mewaspadai hal itu adalah Provinsi Bali ,diantaranya kabupaten Buleleng. Kabupaten Buleleng saat ini masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19. 

Kementerian Kesehatan menetapkan Buleleng sebagai salah satu dari 21 wilayah transmisi lokal baru di Indonesia. Dalam siaran tersebut disampaikan tentang Pencegahan Pembrantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) serta perkembangan saat ini.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa,SH menjadi narasumber dalam dialog interaktif Radio PRO 1 Singaraja 97.9 FM dengan tema Kegiatan pencegahan Pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) ditengah epidemik Covid 19 dimulai pukul 09.00 – 10.00 wita. Dalam siaran ini dipandu oleh ibu Ita Sebagai penyiar dalam segmen ini.

"Berdasarkan data BNN penyebaran Narkoba salah satunya banyak digunakan di tempat kos dan tempat hiburan malam" ungkap Kepala BNNP Bali.

Dalam siaran interaktif Ini ketahanan diri seorang individu dalam membatasi diri agar tidak terkena narkoba. para bandar memanfaatkan masa pandemi Covid-19 untuk memasok barang haram itu ke Jakarta. Pengedar narkoba saat ini berpikir bahwa aparat penegak hukum sedang fokus mengurusi masalah Corona sehingga pengawasan terhadap peredaran narkotika menurun padahal BNN tetap fokus kepada upaya pencegahan dan pengungkapam kasus-kasus narkoba.

Untuk di Kabupaten Buleleng penyebaran narkoba bisa masuk dari berbagai pintu masuk dari laut melalui pelabuhan tikus, melalui paket pengiriman. Data BNN dari 34 provinsi, Bali berada di urutan 26 terkait penyebaran narkoba, namun di tahun 2020 sampai bulan Mei telah terjadi pengungkapan kasus sebanyak 180 kasus.

Ciri-ciri seseorang menggunakan narkoba, yang sangat signifikan terlihat dari kepasifan seseorang terhadap lingkungan, menarik diri, tidak percaya diri, karena sifat narkoba ada 3, yaitu habitual, toleran dan adiktif.  

Beberapa pertanyaan masyarakat terkait pencegahan Narkoba di covid-19 ini, pemberantasan narkoba serta pelaksanaan Rehabilitasi untuk masyarakat.

"Semua stakeholder haruslah bisa bersinergi dalam mengatasi narkoba ini, buat inovasi onovasi terkait pencegahan narkoba di berbagai instansi, contoh terdekat nya di ruangan kita masing-masing" tutup  Kepala BNNP Bali.

Harapan BNN terkait kegiatan ini adalah masyarakat agar lebih aware khususnya dalam mengawasi lingkungan dan program rehabilitasi bagi yang sudah kena, untuk daerah Buleleng sudah ada BNNK yang akan memfasilitasi hal tersebut.(BB).


TAGS :

Komentar