Kasus Transmisi Lokal Jadi Ancaman, Ratusan PMI Jalani "Swab Test Massal" di Rumah Singgah

Bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Denpasar serta RSPTN Unud, Pemkot Denpasar bergerak cepat untuk melaksanakan Swab Test masal dengan menyasar 140 PMI pada Senin (18/5). 

Baliberkarya.com-Denpasar. Pemkot Denpasar kembali melakukan "test swab massal" kepada ratusan PMI yang sedang menjalani masa karantina di sejumlah rumah singgah yang disiapkan Pemerintah Kota Denpasar. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari usaha percepatan penanganan Covid-19. Bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Denpasar serta RSPTN Unud, Pemkot Denpasar bergerak cepat untuk melaksanakan Swab Test masal dengan menyasar 140 PMI pada Senin (18/5). 

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai menjelaskan bahwa salah satu upaya untuk percepatan penanganan Covid-19 adalah melaksanakan testing sehingga kondisi kesehatan PMi  dapat diketahui dengan jelas. Pelaksanaan Swab Test Massal menjadi penting untuk mengambil langkah selanjutnya  dalam hal ini PMI serta orang yang berstatus OTG yang sedang dikarantina. 

"Selama pelaksanaan karantina di rumah singgah, kondisi diagnosa kesehatan orang yang dikarantina belum diketahui, sehingga untuk mendukung percepatan penanganan dilaksanakan Swab Test masal dengan menggandeng IDI serta RSPTN Universitas Udayana. Mengenai hasil nya dalam 2 atau 3 hari kedepan akan keluar," jelasnya.

"Tentu kami berharap dengan adanya bantuan dari RSPTN Unud ini kondisi status PMI akan lebih cepat kita ketahui apakah yang bersangkutan Positif atau Negatif covid 19. Tentu dengan kegiatan ini dapat mempercepat penanganan Covid-19 di Kota Denpasar, serta memberikan informasi akurat tentang diagnosa kesehatan orang yang sedang mengikuti karantina," jelasnya. 

Selebihnya Dewa Rai menegaskan yang menjadi ancaman dalam percepatan penanganan covid 19 di Denpasar adalah kasus transmisi lokal. "Kasus transmisi lokal lebih sulit ketika akan dilakukan tracing karena kontak antara orang bisa sangat luas dan banyak," katanya.(BB).


TAGS :

Komentar