Miris! Janda Cacat Miskin Tak Terima BLTD, Namun Ketua LPM dan Ketua FKUB Malah Terima BLTD

Ibu Mustinah, warga RT 04, justru tidak dapat BLTD, padahal sebenarnya dia harus dapat karena dia janda dan cacat serta termasuk miskin

Baliberkarya.com-Jembrana. Kisruh pembagian dana bantuan langsung tunai desa (BLTD) di Desa Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, Jembrana menuai protes sejumlah warga. Pasalnya, pembagiannya dinilai tidak tepat sasaran.

Sejumlah tokoh masyarakat di Banjar Yehsatang, Desa Yehsumbul, Mendoyo Senin (11/5) siang ramai-ramai mendatangi Kantor Desa Yehsumbul guna memprotes pembagian BLTD yang dinilai tidak tepat sasaran dan berbau nepotisme.

Salah seorang tokoh warga sore tadi mengungkapkan, pembagian BLTD di desanya sangat tidak tepat sasaran dan cendrung berbau nepotisme. Seorang warga di Banjar Yehsatang, kondisi cacat dan janda serta termasuk warga miskin justru tidak dapat BLTD yang dibagikan beberapa waktu lalu di desa dan warga cacat itupun terancam tidak dapat bantuan apa-apa.

"Kami heran, Ibu Mustinah, warga RT 04, justru tidak dapat BLTD. Padahal sebenarnya dia harus dapat karena dia janda dan cacat serta ternasuk miskin," terang Sadnyana, salah seorang tokoh warga Yehsumbul, Selasa (12/5/2020).

Aneh bin janggal, justru lanjut Sadnyana, yang mendapatkan BLTD adalah Ketua LPM dan Ketua FKUB yang justru menerima isentif dari dana desa tiap bulannya. Padahal seharusnya pihak perbekel atau desa memberikan bantuan dengan memprioritaskan warga yang benar-benar tidak mampu dan bukan sebaliknya memberikan bantuan dengan dasar nepotisme.

"Ketua LPM dan Ketua FKUB seharusnya dikebelakangkan dulu, bukannya didahulukan karena masih banyak warga yang jauh lebih miskin yang berhak menerima. Disamping mereka tiap bulannya telah menerima isentif dari dana desa, kedua tokoh itu juga sama-sama punya anak yang bekerja di luar negeri," ketusnya yang dibenarkan warga lainnya.

Karena itulah menurut Sadnyana, sejumlah tokoh warga mendatangi kantor desa untuk memprotes terkait pembangian BLTD tersebut. Warga meminta masalah ini ditindaklanjuti secara serius agar tidak mengorbankan masyarakat yang benar-benar harus dibantu.

Terkait hal tersebut, Perbekel Yehsumbul I Putu Diantariksa dikonfirmasi melalui ponselnya sore tadi membenarkan kemarin siang ada sejumlah tokoh warganya yang datang ke kantor desa menyampaikan protes terkait pembagian BLTD. Namun masalah tersebut telah selesai dan hanya mis komunikasi.

Dia juga membenarkan Ketua LPM menerima BLTD karena istrinya menderita sakit kangker sejak lama. Sedangkan Ketua FKUB juga menerima BLTD karena dia sebelumnya sopir truk sudah tidak bisa bekerja lagi lantaran wabah covid-19 dan sudah tidak ada penghasilan lagi.

"Dana desa untuk BLTD sangat terbatas sehingga hanya bisa mengcover 250 KK. Nanti juga kita data warga yang belum dapat BLTD agar bisa dapat bantuan sembako dari kabupaten dan dari bantuan donatur. Untuk penerima BLT dari Kemensos juga sudah terdata," janjinya.

Terkait janda cacat dan kurang mampu tersebut menurutnya memang benar tidak mendapatkan BLTD karena anggaran di desa terbatas. Sebenarnya namanya sudah diusulkan oleh kelian banjarnya, namun dari hasil verifikasi atau seleksi di desa, janda itu tidak lolos sementara Ketua LPM dan Ketua FKUB lebih layak atau lebih memenuhi kreteria penerima BLTD.(BB).


TAGS :

Komentar