Bersama Para Pakar, Golkar Bali Gelar Virtual FGD Strategi Pemulihan Ekonomi Bali Pasca Covid-19

Suasana Virtual Focused Group Discussion (FGD) tentang

Baliberkarya.com-Denpasar. Tak mengenal lelah, DPD Partai Golkar Provinsi Bali terus berkarya dengan menjadi salah satu partai politik yang berada di garda terdepan membantu masyarakat dan mendukung upaya pemerintah menanggulangi pandemi Virus Corona atau Covid-19 di Bali. Terbukti, Golkar Bali terus memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasan-gagasan cerdas dan bermanfaay demi percepatan agar Bali segera bebas dari wabah Covid-19.

Salah satu kontribusi terobosan pemikiran ini diwujudkan dengan menggelar Virtual Focused Group Discussion (FGD) tentang "Strategi Pemulihan Ekonomi Bali Pasca Pandemi Covid-19" Selasa (12/5/2020) di Kantor DPD Partai Golkar Bali Jalan Untung Surapati Nomor 9, Denpasar.

FGD secara online atau daring ini dibuka dan dipimpin Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Dr. I Nyoman Sugawa Korry, S.E., M.M., Ak., C.A. Virtual FGD ini dimoderatori Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Golkar Bali Dr. Komang Suarsana (Mang Kos). 

Hadir pula Sekretaris DPD Partai Golkar Bali Dr. Made Dauh Wijana, Wakil Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan Dewa Made Suamba Negara. Ketua Satgas Covid-19 Partai Golkar Bali Komang Agus Satuhedi, Sekretaris AMPG (Angkatan Muda Partai Golkar) Provinsi Bali, I Wayan Gede Supadma S.T., dan pengurus lainnya.

FGD secara online atau daring ini lancar berkat kerja keras dan difasilitasi langsung oleh Wakil Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini (Wakabid Media dan PO) I Putu Gede Indriawan Karna (Iwan Karna) ini menghadirkan sejumlah narasumber yang pakar dibidangnya untuk memberikan pemaparan dan pandangan-pandangannya secara online melalui teleconference.

Para narasumber yang pakar dibidangnya itu diantaranya Wakil Ketua Komisi VI DPR RI/Anggota Fraksi Golkar DPR RI Gde Sumarjaya Linggih, S.E., M.AP.; Kepala BI KPw Provinsi Bali Trisno Nugroho; guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud Prof. Dr. I Wayan Ramantha, SE., MM, Ak.

Narasumber lainnya yakni guru besar pertanian Unud Prof. Dr. Ir. I Wayan Windia, S.U.; guru besar Undiknas dan  pakar ekonomi digital Prof. Gede Sri Darma, S.T., M.M., D.B.A., IPU., ASEAN Eng.; Ketua BTB (Bali Tourism Board), Ida Bagus Agung Partha Adnyana; dan pembicara lainnya.

Dalam kesempatan ini, Sugawa Korry mengungkapkan perubahan tidak bisa dhindari, harus dihadapi dan dicarikan jalan keluar. Dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini juga merupakan keniscayaan yang harus dicarikan solusi dan salah satunya dilakukan Golkar Bali melalui Virtual FGD ini.

"Semoga apa yang kita lakukan ini jadi lilin kecil di ujung terowongan yang gelap. Bisa jadi suluh keluar dari pandemi Covid-19," ucap Sugawa Korry.

Virtual FGD ini digelar sebagai respon atas kondisi pandemi Virus Corona (Covid-19) yang melanda Tanah Air, termasuk juga di Bali. Seperti diketahui, sejak awal Maret 2020, Indonesia mulai menghadapi Virus Corona atau Covid-19. Dengan masuknya pertama kali Virus Corona (Covid-19) tentu 

berdampak secara langsung dan tidak langsung terhadap perekonomian diberbagai sektor. 

Pandemi virus Corona (Covid-19) telah menghantam perekonomian Bali hingga ke titik terbawah. Bahkan, dampak jangka pendek Covid-19 dirasakan secara langsung, sedangkan dampak jangka panjang akan terlihat dengan berkurangnya pendapatan masyarakat dan daerah yang menimbulkan efek domino bagi perekonomian secara luas.

Perekonomian Bali didominasi sektor tersier seperti pariwisata. Dimana saat ada pandemi Covid-19 yang sangat memukul sektor pariwisata hingga kunjungan wisatawan hampir nol maka kondisi ini membuat ekonomi Bali goyah dan sangat terpuruk.

Sugawa Korry yang juga Wakil Ketua DPRD Bali ini menilai dibutuhkan strategi besar pemulihan (recovery) ekonomi Bali setelah pandemi berakhir.  Untuk itu, diperlukan identifikasi secara detail sektor mana saja yang terdampak Covid-19, baik yang parah dan sedang. 

"Identifikasi juga dilakukan terhadap sektor mana saja yang bertahan sekaligus dapat mengambil peluang dari kondisi tersebut," ungkap Sugawa Korry.

Ia mengaku virtual FGD ini digelar dengan tujuan mengkonsolidasikan seluruh elemen masyarakat serta pakar dan pemerhati terlibat dalam memberi masukan tentang strategi pemulihan perekonomian Bali pasca-pandemi Covid-19. Nantinya, hasil Virtual FGD ini diharapkan dapat dijadikan masukan bagi Pemerintah Provinsi Bali dalam menyusun strategi besar untuk program-program pembangunan ekonomi ke depan.

Virtual FGD ini juga untuk membudayakan model diskusi untuk merumuskan pokok-pokok pikiran dan masukan tentang pembangunan Bali untuk disampaikan kepada Gubernur Bali, DPRD Bali, DPR-RI dan DPD-RI Dapil Bali, serta Bupati/Walikota se-Bali.(BB).


TAGS :

Komentar