Salurkan Ribuan Sembako, Mudarta Harap Warga Mampu "Terketuk" Bantu Warga Tak Mampu 

Mudarta bersama istri dibantu karyawan bantu ribuan paket sembako disejumlah wilayah berharap bisa mengetuk hati nurani pengusaha atau warga mampu bisa membantu warga tak mampu ‎

Baliberkarya.com-Denpasar. Tidak hanya berwacana ataupun berpolemik, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Made Mudarta bersama keluarga serta seluruh karyawannya tak tinggal diam melihat warga dalam kesusahan. Mudarta beserta istri dengan penuh semangat dibantu sejumlah karyawannya secara "door to door" membagi-bagikan ribuan paket sembako kepada warga di sejumlah wilayah Bali. 

Pasangan suami istri yang dikenal dermawan itu bahkan secara bergerilya menyalurkan ribuan paket sembako yang terdiri dari beras, minyak, telur, dan kebutuhan pokok lainnya kepada masyarakat yang membutuhkan ditengah pandemi Covid-19. Baginya, sembako saat ini lebih dibutuhkan masyarakat dibanding dengan masker yang lebih mudah, lebih murah, dan sebagian besar telah memilikinya.

"Saya bersama istri serta seluruh karyawan merasa terpanggil untuk sedikit melakukan sumbangsih untuk anak negeri melihat dampak pandemi Covid-19 yang mengancam sendi-sendi kehidupan masyarakat saat ini," Kata Mudarta kepada awak media. 

Mudarta bersama istri selama ini secara diam-diam melakukan aksi sosial bantuan kemanusiaan berupa bantuan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak dan sangat membutuhkan. Namun, lantaran foto-foto dokumentasi sempat dishare salah satu karyawannya di medsos dan beredar ke publik sehingga ia terpaksa berterus terang dan menyampaikan apa adanya kepada awak media yang meminta keterangannya.

"Awalnya kami melakukan survei dan pendataan agar tepat sasaran sebelum akhirnya mendistribusikan bantuan ribuan paket sembako ke sejumlah masyarakat. Ini baru langkah awal, nanti kami lakukan berkelanjutan," jelas Mudarta.

Pengusaha sukses asal "Bumi Mekepung" yang lama menetap di Sanur ini berharap bantuan kecil dirinya dapat meringankan kesulitan yang diderita masyarakat maupun karyawan yang dirumahkan akibat kesulitan yang dihadapi.

"Kami juga berharap mudah-mudahan aksi nyata kami ini dapat menginspirasi ataupun mengetuk hati nurani para pelaku usaha, warga yang ekonominya mampu atau siapa saja yang berkecukupan untuk bisa segera ikut berkontribusi meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita saat ini," harapnya.

Mudarta juga mengakui semangat gotong royong ini terinspirasi dari arahan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mengajak seluruh kader Partai Demokrat menggalang solidaritas sosial berskala besar melalui Gerakan Nasional Partai Demokrat Peduli dan Berbagi. Baginya, aksi sosial kemanusian kali ini merupakan langkah awal dari rencana donasi kemanusiaan yang akan dilakukan oleh seluruh kader Partai Demokrat tanpa pamrih.

"Karakter Bangsa Indonesia yang kuat dan tahan banting salah satu kunci persistensi itu terletak pada tradisi Gotong Royong dan semangat persaudaraan ditengah krisis. Biarlah ini menjadi bagian dari sumbangsih kami pada negeri terutama untuk masyarakat Bali yang terkena dampaknya," ungkapnya.

Terkait pernyataan AHY itu, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Made Mudarta menyatakan Gerakan Nasional Demokrat Peduli dan Berbagi adalah aksi nyata dari implementasi Nilai-nilai luhur pancasila yaitu mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia, mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.

"Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Suka memberi pertolongan kepada orang lain," tutur Mudarta.

Menurut Mudarta yang dikenal masa kecilnya tergolong keluarga tidak mampu dan kini menjadi pengusaha mapan ini juga memberi contoh dengan menyalurkan ribuan paket sembako membantu warga ini sesuai butir-butir dalam Pancasila, sangat merefleksikan karakter tradisi dan budaya masyarakat Indonesia . 

"Dengan pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila, Indonesia akan dengan sangat mudah melewati masa krisis pandemi covid-19," terang Mudarta.

Selain nilai-nilai luhur Pancasila tersebut diatas, Mudarta menegaskan masyarakat Bali juga punya tradisi atau budaya "menyama braya" dalam kehidupan sehari-hari.

"Sagilik- Saguluk Salunglung Sabayantaka, Paras- Paros Sarpanaya, Saling Asah, Asih, Asuh (Bersatu- padu, saling menghargai pendapat orang lain, dan saling mengingatkan, saling menyayangi, saling tolong- menolong, pekedek pekenyem)," tegas politisi asal Jembrana itu.

Bagi Mudarta, dalam wabah Covid-19 ini sangat mudah menyerang manusia ketika sistem imunnya lemah sehingga ketika imun lemah, maka virus maupun penyakit lainnya akan lebih mudah masuk ke dalam tubuh seseorang. 

"Mari sama-sama membantu bergotong royong karena saat ini warga butuh sembako. Jika asupan gizinya terpenuhi, maka daya tahan tubuh akan lebih kuat sehingga virus atau penyakit lain nggak gampang masuk. Bagaimana menjaga kesehatan dan terhindar dari virus kalau warga kelaparan. Jangankan virus Corona, penyakit lain pun gampang terjangkit jika asupan makanan tidak baik," pungkas Mudarta mengakhiri.(BB).


TAGS :

Komentar