Wah! Saat Covid-19, Muncul Proyek "Anggaran Tak Jelas" di Mendoyo Dangin Tukad 

Proyek normalisasi sungai dengan menggunakan alat berat sepanjang satu kilo meter sedang dikebut sejak dua minggu belakangan ini dinilai sumber anggarannya tidak jelas alias prestesius

Baliberkarya.com-Jembrana. Ditengah pemerintah mengfokuskan anggaran untuk mengatasi wabah corona belakangan ini, justru pemerintah Desa Mendoyo Dagin Tukad, Jembrana malah asik sendiri membuat proyek normalisasi sungai mati di wilayahnya.

Namun proyek normalisasi sungai yang sedang dikebut sejak dua minggu belakangan ini dinilai sumber anggarannya tidak jelas alias prestesius. Tidak tanggung-tanggung, proyek normalisasi sungai dengan menggunakan alat berat tersebut mencapai satu kilo meter. 

Sementara diketahui desa tidak memiliki kewenangan menangani sungai. Padahal disatu sisi, informasinya proyek tersebut menggunakan anggaran dana desa.

Proyek normalisasi sungai tersebut berlokasi mulai sebelah Selatan Pura Dalem Mendoyo Dangin Tukad, hingga melintas di barat kantor desa terus tembus di selatan kantor desa dengan lebar sungai mencapai tiga meter. Sementara dikanan kiri sungai dibuat jalan atau tanggul dengan lebar masing-masing tiga meter. 

Proyek tersebut juga tidak dipasangi papan informasi proyek sehingga tidak jelas sumber dan besar anggaran proyek yang digunakan. Hal ini menimbulkan pertanyaan dari sejumlah warga dan banyak pihak terkait sumber anggaran proyek yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah tersebut.

"Kami tidak tahu apakah proyek itu mengunakan anggaran desa atau anggaran kabupaten ataupun provinsi karena tidak ada informasi sama sekali dari pihak desa," terang beberapa warga setempat beberapa waktu lalu.

Terkait hal tersebut, Perbekel Mendoyo Dangin Tukad I Made Oka Semarajaya dikonfirmasi di kantornya beberapa waktu lalu justru berdalih jika proyek normalisasi sungai tersebut merupakan proyek swakelola dengan anggaran bantuan dari sejumlah pihak termasuk bantuan dari anggota DPRD Jembrana.

Proyek normalisasi sungai tersebut menurutnya merupakan skala prioritas karena di lokasi tersebut sering terjadi banjir jika musim hujan dan penyebabnya adalah sungai tersebut. Untuk mengatasi banjir yang sering dikeluhkan warga sejak lama.maka perlu sungai mati tersebut dinormalisasi dan di kanan kiri sungai dibuatkan jalan atau tanggul.

"Itu sungai mati, kita normalisasi agar tidak jadi banjir dan airnya bisa dimanfaatkan untuk subak ditempat. Pengerjaannya swakelola dengan dana bantuan banyak pihak,"tutupnya.(BB).


TAGS :

Komentar