Hasil Rapid Tes, Kembali Mau Masuk Bali 5 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

Hasil rapid tes dilakukan terhadap orang masuk Bali melalui penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk jika 5 orang terindikasi positif Covid-19 yakni 3 orang asal Jawa Timur, 1 orang asal Denpasar dan 1 orang lagi asal Melaya, Jembrana

Baliberkarya.com-Jembrana. Hasil rapid tes yang dilakukan petugas di Gilimanuk terhadap orang yang masuk Bali kembali menemukan lima orang mengarah postif covid-19.

Hasil rapid tes tersebut dilakukan terhadap orang masuk Bali melalui penyebrangan pelabuhan Ketapang-Gilimanuk. Lima orang terindikasi positif, tiga orang asal Jawa Timur, satu orang asal Denpasar dan satu orang lagi asal Melaya, Jembrana.

Humas Gugus Tugas Covid-19 Jembrana dr I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, pengawasan Gilimanuk, pihak gugus bersama tim gabungan juga tetap menjalankan prosedur pemeriksaan ketat bagi warga yang masuk Bali. Warga yang datang dari daerah zona merah wajib menjalani rapid test. Kewajiban mengikuti test rapid itu juga berlaku bagi mereka  yang setelah dicek suhu tubuhnya tinggi. 

"Hasil pemeriksaan kami ada 5 warga yang mengarah positif hasil tes rapid 3 orang langsung dikembalikan kedaerah asal (Jawa timur), 1 orang warga denpasar dirujuk ke UPTD Bapelkes Denpasar," terangnya.

Sedangkan 1 orang lainnya merupakan warga Jembrana asal Kecamatan Melaya berprofesi sebagai kondektur, langsung dirujuk ke ruang isolasi RSU Negara untuk ditangani.

Sementara itu, kabar baik kembali disampaikan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jembrana. Dari hasil swab, dua pasien terkonfirmasi positif covid-19 dinyatakan sembuh. Sehingga total sudah ada 5 pasien sembuh dari positif covid-19 Jembrana.

Hal ini disampaikan langsung direktur RSU Negara dr I Gusti Bagus Oka Parwatha. "Hari ini kita pulangkan 4 Pasien. 2 pasien positif serta dua lagi pasien PDP.   Sudah dua kali hasil pemeriksaan swab laboratoriumnya dinyatakan negatif,” jelas Parwata.

Pasien sembuh positif covid 19 yang dipulangkan berasal dari Kelurahan Dauhwaru serta dari Desa Pergung. Sedangkan 2 pasien PDP berasal Yehembang kangin dan Desa Melaya. Selanjutnya kata Parwata sesuai dengan protap yang ada, maka pasien tersebut sudah bisa dipulangkan namun masih harus menjalani lagi isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. 

"Kendati sudah sembuh, tetap kita harapkan kewaspadaan bersama agar tidak terindeksi ulang. Sementara dirumah dulu, patuhi imbauan physical distancing," tutupnya.(BB).


TAGS :

Komentar