Waspadai DBD Ditengah Corona, Mang Banu Tergugah Bantu "Fogging" Kampung Halaman 

Baliberkarya

Baliberkarya.com-Gianyar. Masyarakat kini diharapkan semakin waspada ditengah Virus Corona jenis baru atau Covid-19 yang menjadi pandemi global dan telah menelan korban tak terkecuali di Bali. Virus yang menghantui itu pun membuat semua pihak berusaha mencegah dan melawan Virus Corona agar tidak semakin meluas.

 

Awas jangan lengah apalagi terlena, pasalnya selain Virus Corona ada virus endemis lainnya yakni Demam Berdarah Denque (DBD) yang juga semestinya patut diwaspadai saat musim hujan seperti saat ini. Jangan anggap remeh, virus endemis Demam Berdarah Denque (DBD) selama ini sebelum ada Virus Corona sudah meresahkan karena banyak menimbulkan korban jiwa.

 

Maka tak heran, penyakit DBD yang juga tak pandang bulu itu terus mengancam di tengah mewabahnya virus Corona. Untuk di Bali, khususnya di Kabupaten gudangnya kesenian yakni Gianyar angka kasus DBD tergolong cukup tinggi. 

 

Berdasarkan data yang dimiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gianyar, sampai dengan pertengahan bulan Maret 2020 menunjukkan sebanyak 275 kasus postif DBD yang dirawat di RSUD Sanjiwani Gianyar. Hal itu menjadikan Gianyar menjadi salah satu daerah dengan kasus DBD tertinggi. 

 

Sebelumnya pada bulan Januari 2020 tercatat 76 kasus DBD, dilanjutkan bukan Februari tercatat sebanyak 108 kasus DBD. Pada pertengahan bulan Maret sebanyak 91 kasus DBD, dimana angka ini dikatakan melonjak sebanyak 10 kali lipat dari kasus DBD pada tahun 2019. 

 

Melihat kondisi tersebut, tokoh masyarakat Bali asal Gianyar Komang Takuaki Banuartha yang juga Bendahara DPD Partai Golkar Provinsi Bali ini pun prihatin dan terketuk hati kecilnya agar tidak tinggal diam dan bergerak melakukan fogging atau pengasapan secara swadaya atau mandiri untuk mencegah DBD di kampung halamannya di Banjar Sindu, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Minggu (5/4/2020).

 

Pria yang dikenal ramah dipanggil Mang Banu ini terpanggil berbakti turun ke kampung halamannya untuk melakukan fogging di wilayah banjarnya guna memastikan masyarakat setempat terhindar dari terjangkit DBD akibat Nyamuk Aedes Aegypti itu.

 

"Situasi sekarang kita juga perlu waspada akan demam berdarah atau DBD. Kita jangan hanya terlalu sibuk dan fokus mencegah virus Corona tapi sampai lupa dan terlena dengan ancaman DBD yang juga tak kalah berbahaya yang bisa mematikan," pesan Ketua HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Peduli Provinsi Bali ini.

 

Tak hanya melakukan fogging, Mang Banu yang juga merupakan Bendahara Satgas Covid-19 DPD Partai Golkar Provinsi Bali ini juga sekaligus menyerahkan bantuan berupa cairan desinfektan dan hand sanitizer kepada warga sekitar untuk pencegahan virus Corona. Tak lupa Mang Banu juga memberikan edukasi kepada warga bagaimana mencegah virus Corona dan juga DBD karena dua hal ini menjadi ancaman nyata masyarakat.

 

"Kesadaran dan perhatian kita mencegah virus Corona dan DBD harus ditingkatkan agar angka kasus positif Corona maupun DBD bisa ditekan," harap Mang Banu yang juga Ketua PDK Kosgoro 1957 Provinsi Bali ini.

 

Politisi muda yang juga Ketua Jenggala Center Provinsi Bali ini pun terus menggugah peran aktif masyarakat berbasis banjar maupun desa adat untuk memproteksi diri dan melindungi warga serta wilayahnya dari ancaman virus Corona dan DBD ini. Ia berharap kader-kader jumantik di masing-masing desa di seluruh Gianyar dapat terbentuk dan berperan aktif memberantas perkembangan sarang nyamuk sehingga angka kasus DDB dapat makin ditekan.

 

"Kita tentu prihatin kasus DBB di Gianyar melonjak tajam. Perlu peran serta kita semua agar tidak lagi ada korban," tegas Mang Banu yang juga Ketua Dewan Pengawas Tata Krama (Depeta) DPD Asita Bali ini mengakhiri.(BB).


TAGS :

Komentar