Politisi Banci Suka "Nyinyir", Togar Situmorang:Ayo Bantu Dong Bersama Korban Corona

Baliberkarya

Baliberkarya.com-Denpasar. Selaku Pengamat Kebijakan Publik dan Advokat senior, Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P., merasa prihatin di tengah pandemi virus Corona masih ada para politisi yang hanya bisa "nyinyir" dan mencaci pemerintah dengn menuding Gubernur Bali I Wayan Koster "gabeng" atau tidak jelas menangani Covid-19 ini.

"Pak Gubernur dan jajarannya sudah bekerja keras dan sangat serius, serta tegas dalam pencegahan dan penanggulangan virus Corona ini. Harusnya kita apresiasi dan dukung, bukan malah ada politisi yang suka 'nyinyir'," kata Togar Situmorang.

Advokat yang dijuluki Panglima Hukum ini mengingatkan menjadi seorang politisi jangan mencari panggung di tengah keadaan masyarakat Bali yang resah, ketakutan dan sengsara akibat virus Corona. Apalagi menari-nari bermanuver politik di tengah penderitaan masyarakat Bali melawan virus mematikan ini.

"Kalau saya anggap orang-orang politisi seperti itu adalah banci, pahlawan kesiangan, para pemimpi yang mencari panggung di tengah penderitaan virus Corona," tegas Advokat yang dikenal dermawan dan bersahaja ini.

Advokat yang terdaftar dalam Penghargaan Indonesia Most Leading Award 2019 terpilih sebagai The Most Leading Lawyer In Satisfactory Performance Of The Year ini pun mempertanyakan dimana letak rasa kemanusiaan para politisi "banci" yang suka nyinyir itu. 

"Kita lihat korban sudah berjatuhan, kenapa sudutkan Pemerintah Provinsi Bali terutama Pak Koster. Sebab Pak Koster tidak mungkin menghancurkan, menyengsarakan bahkan mematikan masyarakat Bali karena ada wabah besar virus Corona," ungkap Togar Situmorang.

Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali ini pun mengajak para politisi dan tokoh Bali agar bergandengan tangan bersama-sama Pemerintah Provinsi Bali mencari solusi, bukan malah memojokkan, menyalahkan pemerintah tanpa ada solusi yang konkret. Togar Situmorang meyakini tidak ada satu pun pemerintah apalagi Pemerintah Provinsi Bali yang dipimpin Gubernur Bali I Wayan Koster mau menyengsarakan masyarakat Bali. 

"Pasti tidak akan terbersit di benak Pak Gubernur Bali menyengsarakan masyarakat Bali. Justru Pak Gubernur akan berusaha keras untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat Bali," jelasnya.

Togar Situmorang berharap politisi yang nyinyir ini membuktikan sekarang saatnya mereka adalah tokoh nasional atau tokoh Bali. Tokoh politik mestinya mereka berpolitik untuk melayani bukan "nyinyir" atas kebijakan Gubernur Bali atau Presiden Jokowi. Apalagi orang yang bermain di politik biasanya strata ekonominya di atas rata-rata karena idak mungkin orang main politik tidak punya uang atau tidak mapan. 

"Disini kita lihat bukti nyata mereka apakah ada kepedulian pada masyarakat yang terdampak virus Corona. Korbankan dong uangnya, sumbangkan kan dong hartanya untuk membantu Pemerintah Provinsi Bali dengan aksi nyata demi kemanusiaan. Sehingga uang yang disumbangkan ini bisa digunakan untuk membeli APD (Alat Pelindung Diri), masker, hand sanitizer, maupun sembako," sentil Togar Situmorang.

"Dimana dengan virus Corona ini banyak karyawan dirumahkan dan di-PHK. Kita bahu- membahu data orang-orang yang dirumahkan. Kita kasi mereka sembako, minimal mereka bisa bertahan dalam 14 hari ke depan," imbuh Togar Situmorang.

Advokat yang terdaftar di dalam penghargaan 100 Advokat Hebat versi majalah Property&Bank dan penghargaan Indonesia 50 Best Lawyer Award 2019 ini membeberkan jika belajar dari Wuhan di Tiongkok dalam mengatasi Corona, mereka bersatu, antara masyarakat dan pemerintah bersatu menyelesaikan, menuntaskan, dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona. 

"Hal seperti itu yang paling penting ditunggu masyarakat Bali. Jadi jangan ada politisi yang hanya nyinyir, koar-koar, tapi buktikan dong kasi sumbangan. Contoh, Bapak Erick Thohir dan groupnya menggelontorkan Rp 500 miliar. Contoh Bapak Prayogo Pangestu gelontorkan uang miliaran. Gerakan aksi nyata seperti itu yang kita tunggu," tegas advokat yang dikenal selalu "Siap Melayani Bukan Dilayani" ini.

"Melawan Corona ini kita tidak bisa kasi Pak Koster sendiri. Kita harus sama-sama bersatu padu. Kita bantu Pak Koster. Sekarang kita lihat jati dirinya politikus itu, mana politikus santun, dan konsentrasi melayani masyarakat atau mana yang bisa hanya menyalahkan pemimpin," tambah Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengkot POSSI) Kota Denpasar.

Ketua Hukum dari RS dr. Moedjito Dwidjosiswojo Jombang, Jawa Timur ini juga mengingatkan jadilah politisi yang melayani bukan mencaci. Mereka jangan jadi banci di tengah himpitan pandemi virus Corona. Ia mengajak bersama-sama melakukan aksi nyata dan berdoa virus Corona cepat selesai.

"Kamu memang politisi ingin dilihat masyarakat dan ingin berbakti kepada masyarakat Bali, sekarang saatnya buktikan dong. Sumbangkan hartamu, beli APD, beli sembako kasi masyarakat Bali," imbau Togar Situmorang yang kini juga menjadi donatur tetap membantu kebutuhan sembako anak-anak di Ashram Gandhi Puri Sevagram, Klungkung dan juga mengangkat satu anak asuh dari Ashram untuk dibantu biaya kuliah di tengah derita Corona ini.

Togar Situmorang, Founder dan CEO Firma Hukum di Law Firm TOGAR SITUMORANG, Jl. Tukad Citarum No. 5 A Renon ( pusat ) dan cabang Denpasar, Jl. Gatot Subroto Timur No. 22 Kesiman Denpasar, Cabang Jakarta terletak di Gedung Piccadilly Jl. Kemang Selatan Raya No.99, Room 1003-1004, Jakarta Selatan ini pun mengingatkan wabah Corona ini bukan main-main, dan bukan wabah kaleng-kaleng. Ini wabah super serius yang harus disikapi dengan serius pula oleh semua pihak.

"Kita semua juga harus serius menanganinya. Mari bersatu, saling bantu, jangan hanya cuma bisa menggerutu saja," tutup Togar Situmorang yang kisah hidupnya diabadikan dalam video mini series biografi ini.(BB).

 

 

 


TAGS :

Komentar