Dampak Corona: Gilimanuk Diperketat, Bupati Larang Warga dari Zona Merah Masuk Bali

Baliberkarya

Baliberkarya.com-Jembrana. Dampak penyebaran virus corona yang sangat masif membuat sejumlah kepala daerah kelimpungan, termasuk Bupati Jembrana I Putu Artha. Terlebih Jembrana adalah pintu masuk Bali melalui jalur darat.

BACA JUGA : Tangani Corona, Pemkab Jembrana Tambah Ruang Isolasi dan Beri Insentif Tenaga Medis

Tak ingin virus Corona tumbuh subur di Jembrana, Bupati Jembrana I Putu Artha, Selasa (31/3) melakukan  mengecek pemeriksaan pintu masuk di Pelabuhan Gilimanuk untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Secara tegas, Artha melarang masyarakat dari daerah Zona merah datang Ke Bali .

"Ini bentuk kesiapsiagaan kita terhadap penyebaran covid-19. Bukan melarang orang datang ke Bali, tapi kalau mereka yang datang berasal dari daerah zona merah corona, saya minta dikembalikan ke daerah asal. Isolasi di daerah masing masing," tegas Artha .

Lanjutnya,  hal itu juga untuk melanjutkan imbauan gubernur untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 di Bali. Menurut Artha, saat ini pariwisata Bali juga sudah tutup. Karenanya pihaknya fokus mengatasi penyebaran corona.

"Jadi kalau datang Ke Bali melalui Gilimanuk untuk mencari kerja atau liburan tidak kami izinkan. Itu tidak urgent saat ini dan justeru menambah masalah," ujar Artha.

Kendati demikian, Artha kembali menegaskan dirinya tidak menutup Gilimanuk karena bukan kewenangannya menutup pelabuhan milik pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah.

BACA JUGA : Atasi Covid-19, Golkar Bali Bantu Bilik 'Desinfektan Otomatis' dan APD Bagi RSUP Sanglah

Hanya saja ia ingin semua warga yang masuk Bali diperiksa secara ketat. Pemeriksaan meliputi cek suhu tubuh serta alasan datang ke Bali .

Artha juga terap mengimbau masyarakat agar mentaati anjuran pemerintah untuk tetap tinggal dirumah dan tidak bepergiaan sampai pandemi corona dinyatakan tuntas oleh pemerintah.

Terkait dengan penambahan personel yang berjaga pos pemeriksaan Gilimanuk, Bupati  Atha mengatakan akan segera meningkatkan jumlah personel. Hal itu juga sudah diinstruksikannya kepada jajaran satgas Covid-19 serta Pol PP Jembrana.

Anggarannya nanti akan diambilkan dari penyisiran anggaran dimasing masing OPD. Selain menambah personel, anggaran perubahan mendahului itu juga akan difokuskan untuk pembelian APD, menambah insentif serta kebutuhan paramedis termasuk berbagai fasilitas dan sarana penunjang dalam menghadapi covid-19.

Turut hadir dalam pengecekan pemeriksaan di Gilimanuk, Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, Dandim 1617 Jembrana Letkol Kav. Jefri Marsono Hanok, Sekda Jembrana I Made Sudiada.(BB)


TAGS :

Komentar