Jika Temukan Ciri-ciri Kasus Covid-19, Warga Denpasar Diimbau Telfon Call Center 112 dan 223333

ilustrasi nett
Baliberkarya.com-Denpasar. Sebagai upaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi merebaknya Virus Covid-19 atau yang dikenal dengan Virus Corona, Pemkot Denpasar bersama seluruh OPD terkait merancang penerapan Mitigasi Tangani Covid-19. Rapat ini dihadiri OPD terkait diantaranya Dinas Kesehatan, Disdikpora, BPBD, Disparda, Kesbangpol, Kominfo, Humas dan Protokol, forum Perbekel/Lurah dan seluruh Kepala Puskesmas di Kota Denpasar. Rapat kesiapaigaan dan mitigasi covid 19 ini dipimpin langsung Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra, di Dharmanegara Alaya Rabu (4/3).
 
 
Rapat ini bertujuan untuk melakukan mitigasi terhadap menyebarnya covid 19. "Hal ini kami lakukan untuk mengetahui kesiapsiagaan OPD terkait dalam mengatasi dampak virus corona ini. Disamping untuk melakukan pemetaan terhadap potensi SDM serta sarana dan prasarana yang ada di Denpasar. Kami sih berharap jangan sampai ada warga Denpasar yang terpapar virus corana ini, tetapi jikapun ada kasus yang ditemukan, jajaran kami siap melakukan penanganan," kata Rai Mantra. 
 
Oleh karena itu lanjut Rai Mantra hal hal yang kami lakukan mulai dari pencegahan, pengamatan, pengecekan, pemeriksaan awal hingga rujukan harus kami siapkan SOP nya. "Hal ini kami lakukan  untuk memberikan kenyamanan  sekaligus mencegah penyebaran Virus Corona ini," katanya. Yang terpenting lanjut Rai Mantra masyarakat jangan sampai panik, tetapi harus tetap waspada.
 
Sementara Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. Luh Putu Sri Armini menjelaskan bahwa Pemkot Denpasar sesuai dengan kewenangan yang dimiliki merancang mitigasi Covid-19. Hal ini meliputi Pencegahan, Pengamatan, Pengecekan, Pengawasan Awal dan Rujukan COVID-19 di Kota Denpasar. 
 
Lebih lanjut dijelaskan, adapun langkah pencegahan dilaksanakan agar virus tersebut tidak menular/tertular. Karenanya saat ini dirancang pola edukasi dan penyuluhan melibatkan stakeholder terkait. 
 
“Kita akan segara melaksanakan sosialisasi terkait informasi resmi dari Dinas Kesehatan serta penyiapan Call Center yang dapat dihubungi,” paparnya. 
 
 
 
Seluruh OPD dirancang bekerja secara terintegrasi mulai dari Disdikpora melaksanakan sosialisasi ke Sekolah  dengan menyasar orangtua, guru, murid, karyawan, penyiapan sanitizer di sekolah, dan himbauan ke sekolah untuk sementara tidak bepergian ke LN. Dinas Pariwisata menyiapkan himbauan kepada stakeholder dibbidang pariwisata untuj menyiapkan sanitizer di masing masing hotel, restoran dan transportasi pariwisata. Desa/Kelurahan bekerjasama dengan Instruktur dari puskesmas, Desa/Kelurahan menyiapkan masyarakat dan sumber informasi/inteligen kasus, melibatkan jumantik, kaling/kadus.
 
“Jadi semua elemen masyarakat kami libatkan untuk memaksimalkan penanganan mitigasi Covid-19 ini, khususnya di Kota Denpasar,” paparnya.  
 
Selain itu, pemantauan juga dilaksanakan bagi WNA/WNI dengan riwayat berkunjung ke negara tertular, orang yang kontak dengan positif covid, bekerja atau mengunjungi faskes yang menangani kasus. Pengecekan dan pemeriksaan di prioritaskan pada orang yang memiliki riwayat perjalan ke negara tertular dengan sistem jemput bola.
 
“Jika menemukan ciri-ciri kasus, masyarakat dapat melapor ke call center 112 dan 223333 yang telah terintegrasi dengan Damakesmas,” ujar Sri Armini. 
 
Dalam kesempatan tersebut Sri Armini juga mengimbau masyarakat utamanya tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Untuk mencegah serta mengantisipasi penyebaran virus Corona, diperlukan kesadaran masyarakat untuk aktif menerapkan PHBS dan CTPS. Hal ini dapat dimulai dari rumah tangga dan keluarga. 
 
Sri Armini mengatakan, selain dua hal diatas, diperlukan juga penerapan etika batuk atau bersin dengan memperhatikan orang-orang sekitar. Hal lainya yang tak kalah penting adalah mengurangi bepergian ke tempat yang ramai atau terdapat kerumunan massa. 
 
"Mari kita bersama waspada, dengan menerapkan bersama upaya cegah dini dan antisipasi, sehingga penyebaranya dapat di blokir dan diantisipasi," paparnya. (BB).

TAGS :

Komentar