BI Sebut Berkat 'Putra Terbaik Bali' Rai Wirajaya Penetrasi Transformasi Transaksi Digital B

Baliberkarya
Baliberkarya.com-Karangasem. Asisten Gubernur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta melaunching Destinasi Wisata Budaya Berbasis Digital di Desa Jungutan, Karangasem.
 
 
Kegiatan kali ini juga dihadiri antara Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, Kepala KPw BI Bali, Trisno Nugroho, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya serta para stakeholeder lainnya. 
 
Dihadapan stakeholder yang hadir, Filianingsih Hendarta mengungkapkan, keberhasilan penetrasi transformasi transaksi digital di Bali tidak terlepas dari tangan dingin seorang putra terbaik daerah Bali yang duduk di Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya 
 
Menurutnya, banyak kebijakan Bank Indonesia yang didukung oleh Komisi XI baik itu dari persetujuan anggaran ataupun dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya program dan kebijakan. 
 
"Kita bisa hadir dan melakukan berbagai program karena bapak-ibu yang hadir memiliki putra daerah terbaik dari Bali yang sudah empat periode di Komisi XI DPR RI, Pak Agung Rai, yang kita anggap sing ade lawan," ungkap Filianingsih Hendarta yang disambut aplaus dari para peserta yang hadir.
 
Ket Foto: Launching Destinasi Wisata Budaya Berbasis Digital di Desa Jungutan, Karangasem
 
 
Sementara, saat ritual “Manah Toya” yang memiliki makna kemakmuran serta mengusung tema “Bersama QRIS Membangun Wisata Indonesia dari Desa”, Filianingsih Hendarta menjelaskan QRIS merupakan standar Pembayaran berbasis QR Code yang akan menjadi rujukan berbagai penyelenggara pembayaran dengan menggunakan Handphone, baik oleh bank atau bukan bank. 
 
"QRIS menjadi satu-satunya QR code untuk seluruh pembayaran di Indonesia. QRIS secara nasional resmi diimplementasikan per 1 Januari 2020 sehingga masyarakat, pelaku UKM, lembaga, corporasi sudah dapat menerima model pembayaran secara non tunai dan berbagai jenis manfaatnya," jelasnya. 
 
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya menyampaikan, meskipun trasformasi transaksi digital tengah berjalan, namun kedepannya ia meminta agar BI selaku regulator untuk kembali memikirkan bagaimana hanya menggunakan satu QRIS saja yang terintegrasi ke semua vendor atau mercant. 
 
Berdasarkan pengamatan Rai Wirajaya bahwa selama ini terlalu banyak model pembaran yang nangkring di depan kasir. Untuk itu, ia berharap kedepan kalau bisa hanya gunakan satu QRIS saja yang terintegrasi sehingga masyarakat tidak bingung.
 
"Ini merupakan pekerjaan rumah Bank Indonesia, bagaimana kedepannya kita hanya menggunakan satu QRIS saja," harap Rai Wirajaya mengakhiri.(BB).

TAGS :

Komentar