Virus Corona Merebak, Bali Kini Siapkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

Baliberkarya
Baliberkarya.com-Denpasar. Selama puluhan tahun sektor pariwisata di Bali menjadi andalan. Namun kini, Pariwisata Bali tengah mengalami cobaan di tengah wabah Corona di Tiongkok dan sejumlah negara lainnya. 
 
 
Selama ini wisatawan Tiongkok merupakan wisatawan terbanyak kedua setelah Australia. Namun pasca merebaknya virus Corona, tentu saja berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali yang belakangan mulai surut.
 
Meski begitu, kondisi ini dianggap momen yang tepat bagi Bali untuk mewujudkan quality tourism dan suistainable tourim (pariwisata berkualitas dan pariwisata berkelanjutan). Untuk menguatkan komitmen, keseriusan dan upaya riil serta strategis itu stakeholder pariwisata Bali menggelar Hospitality Talks Leader dengan tema utama “QUALITY & SUSTAINABILITY: a New Paradigm of Bali Cultural Tourism” di Gedung Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Bali, Rabu (12/2/2020).
 
Acara ini digelar Pemerintah Provinsi Bali bersama Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, IDOLA PARISUDA (Ikatan Doktor Alumni Pariwisata Udayana), PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) BPD Bali  dan BPPD (Badan Promosi Pariwisata Daerah) Badung.
 
Hospitality Leaders Talks ini dibuka langsung Wakil Gubernur Bali Prof. Dr. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dan diikuti oleh 130 orang undangan yang terdiri dari berbagai stakeholders kepariwisataan yakni guru besar kepariwisataan dan akademisi lainnya, praktisi, pengusaha, pemerintah, asosiasi serta tokoh masyarakat.
 
Ketua Panitia penyelenggara I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, S.E.,M.BA., menyatakan jika sudah saatnya Bali untuk mengambil tindakan serius dalam mewujudkan berbagai wacana seputar pariwisata berkualitas yang sudah banyak diselenggarakan selama ini. Apalagi, Bali telah hampir 50 tahun menjadi andalan pariwisata nasional. 
 
 
"Pariwisata saat ini dijadikan core business bagi Indonesia sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo, Bali harus menguatkan posisinya menjadi barometer dan ujung tombak pariwisata di Indonesia," ucap Agung Ngurah Rai Suryawijaya.
 
Pria yang selalu berpenampilan rapi yang akrab disapa Agung Rai Surya ini mengakui terdapat 10 destinasi baru dan 5 destinasi super prioritas yang dibentuk pemerintah pusat masih akan tergantung dari Bali. Hal itu lantaran Bali adalah central hub and connection antar semua destinasi tersebut.
 
"Bali sebagai gerbang utama wisatawan mancanegara telah mencanangkan program pariwisata berkualitas dan berkelanjutan yang perlu diakselarasi realisasi dan aktualisasinya," ungkap Agung Rai Surya.
 
 
Ketua PHRI BPC Badung dan BPPD Badung ini menjelaskan secara internal bagi Bali, pariwisata berkualitas ini adalah legacy bagi generasi penerus bagi masyarakat Bali. Industri pariwisata yang tidak akan pernah habis ini harus dinikmati seluas-luasnya demi kesejahteraan masyarakat. Quality and Sustainability Tourism merupakan arah atau direction yang dibutuhkan Bali ditengah terpaan excesses dari industri itu sendiri. 
 
"Seperti alih fungsi lahan, kemacetan, isu kebersihan dan pencemaran lingkungan, tingkat kriminalitas termasuk peredaran narkoba jejaring internasional bahkan hingga cadangan dan debit sumber air yang semakin berkurang," jelasnya.
 
Sementara, Wakil Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Made Ramia Adnyana, S.E.,M.M.,CHA., menyampaikan acara yang digagas PHRI Bali dan IDOLA PARISUDA juga sebagai bentuk menyikapi isu virus Corona serta mencari berbagai solusi agar masalah ini tidak berdampak serius yang berkepanjangan bagi pariwisata Bali.
 
 
"Kami ingin menggali masukan dan pemikiran para pakar tentang quality tourism untuk mewujudkan sustainable tourism sebagai paradigma baru pariwisata Bali agar sesuai dengan visi Pak Gubernur Bali dan mewujudkan era Bali baru," ujar Ramia Adnyana yang juga General Manager (GM) H Sovereign Bali ini.
 
Menurut Ramia, pengembangan quality tourism atau pariwisata berkualitas juga sejalan dengan arah kebijakan pengembangan pariwisata yang digariskan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
 
"Strategi pengembangan pariwisata  dari Kemenparekraf adalah kualitas bukan kuantitas. Jadi pariwisata Bali harus di jalur yang tepat mewujudkan quality tourism," tegas Ramia Adnyana yang juga Wakil Ketua BPPD (Badan Promosi Pariwisata Daerah) Kabupaten Badung ini.
 
Sementara, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho juga menegaskan bahwa BI mendukung penuh upaya Bali mewujudkan quality tourism. Apalagi quality dan sustainable tourism adalah menyasar wisman yang cukup banyak spending seperti wisatawan Eropa, Australia, Singapura, India.
 
Baginya, Bank Indonesia juga ikut mengkaji pariwisata Bali menuju quality tourism yang juga berkaitan dengan green tourism yang menjadi trend pariwisata global dan  diapresiasi masyarakat internasional. Apalagi Bali pernah punya pengalaman mengatasi berbagai cobaan, tentu hal ini menjadikan Bali lebih kuat kedepannya.
 
Terkait wabah virus Corona yang menimpa Tiongkok, BI dalam tiga bulan kedepan akan melakukan evaluasi, meskipun pemerintah sudah melakukan langkah-langkah strategis, namun tetap dalam tiga bulan pertama akan dievaluasi. "Indikator kita tiga bulan pertama, kemudian enam bulan. Kita akan lihat progresnya dulu," tutupnya.(BB).
 

TAGS :

Komentar