Hindari Penyakit dengan Herbal dan Detox

Baliberkarya.com-Buleleng. Aneka jenis tanaman obat yang tertata apik  di hamparan yang luas berterasering di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali tumbuh subur yang mempunyai nilai lebih dalam menjaga kesehatan tubuh yang prima. Kebun tanaman obat seluas 8 hektar itu mengoleksi 350 jenis tanaman herbal, mendapat pengairan  secara teratur, perawatan secara khusus menggunakan pupuk organik Bokashi Kotaku dan pupuk cair teknologi Effective Microorganisme (EM).
 
 
Ratusan jenis tanaman obat itu  mempunyai manfaat  dan nilai lebih dalam pengobatan. Semua jenis tanaman obat  yang dirawat secara baik itu mengandung bahan/zat aktif yang berguna untuk menyembuhan berbagai jenis penyakit.
 
Hal ini diungkapkan, Dr. Ir. G.N. Wididana, M.Agr., politisi sekaligus pengusaha ini. Dijelaskannya, PT Karya Pak Oles Tokcer yang dirintis tahun 1997 atau 22 tahun yang silam telah berhasil meramu dan meracik ratusan jenis tanaman obat itu menjadi Minyak Oles Bokashi (MOB) dan 33 jenis produk lain mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit dan menjaga kesehatan tetap prima. 
 
"Produk itu kini telah dinikmati konsumen yang pemasarannnya menjangkau seluruh daerah di Bali, pasaran nasional dan mancanegara, bahkan menjadi cinderamata bagi wisatawan asing pulang ke negaranya, setelah menikmati liburan di Pulau Dewata," ungkap Pak Oles biasa disapa ini yang merupakan Alumnus S-3 Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar dan S-2 Faculty Agriculture University of The Ryukyus.
 
 
 
Detokfikasi yang lebih dikenal dengan detox adalah proses pembuangan racun di dalam tubuh manusia yang berasal dari makanan, minuman, lingkungan, gaya hidup dari sisa metabolisme tubuh. Proses membuang racun dari tubuh, yang berasal dari makanan,  minuman, lingkungan alkohol, cafein, nikotin, obat polusi udara, kosmetik, air minum, sinar matahari, residu pestisida, pupuk kimia zat pengawet, perasa makanan, pewarna makanan olahan, cepat saji terlalu banyak gula, tepung, lemak dan daging.
 
Racun dari zat-zat makan itu bisa menumpuk dalam tubuh sehingga dapat mengakibatkan terjadinya proses penuaan setres, tegang, kurang tidur, lelah dan semua itu kini menjadi trend gaya hidup modern.
 
 
 
Racun dalam tubuh dihasilkan dari makanan, minuman, pernafasan dan aktivitas sehari-hari. Namun tidak semua racun itu bisa terbuang keluar tubuh, karena racun ada yang tersisa dan mengendap di dalam organ tubuh. Tubuh kemudian  beradaptasi dengan racun yang mengendap itu.
 
Hal itu mengakibatkan kerusakan organ tubuh menjadi lebih cepat, proses penuaan dan ajal kematian pun tidak dapat dihindari. Gejala racun menumpuk dalam tubuh dapat diketahui secara mudah yakni mudah lelah, mudah sakit, drop.  Lemas, alergi, kurang fit / energi. Emosi tidak stabil, tidak bergairah, susah tidur, mudah marah / sedih.
 
Kulit kusam, jerawat, bisul, wajah layu, kuku tidak sehat, rambut rontok. Sering pusing, mata berkunang-kunang. Diare / mampet, BAB tidak lancar. Kencing tidak lancar, bau mulut. Nafsu makan turun. Sakit perut, muntah. Bekerja tidak fokus, gugup, gemetar, berat badan tidak stabil. (BB)

TAGS :

Komentar