Yoga Segar Oger, Puluhan Anggota Latihan Di IPSA Bali

Baliberkarya.com-Buleleng. Sebanyak 50 orang dari berbagai latar belakang profesi  ikut ambil bagian dalam kegiatan   Yoga Seger Oger  yang dipimpin Ida Bagus Candi dan Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana di Vila Institut Pengembangan  Sumber Daya Alam (IPSA) Bali berlokasi di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng selama dua hari, 21-22 September 2019.
 
 
Kegiatan yoga menyangkut materi dan praktek oleh Ida Bagus Candi, pendiri Yoga Seger Oger Bali serta  Dirut PT Karya Pak Oles Group, Gede Ngurah Wididana kenalkan tanaman tanaman herbal di Kebun Tanaman Obat yang mengoleksi ratusan jenis tanaman  berkhasiat obat itu.
 
Sebelum menggelar yoga, peserta juga berwisata eko di kebun tanaman tersebut untuk melihat dan menyaksikan dari dekat seputar berbagai tanaman obat yang dikembangkan IPSA Bali. Semua tanaman bahkan difoto para peserta Yoga. Selain tanaman obat yang tumbuh subur, mereka didampingi Ketut Jadiasa, seorang IPSA untuk berkunjung ke Pabrik EM dan Radio Hexon yang mengudara di frekwensi 98,8 FM. Radio itu masih berdekatan dengan gedung produksi EM.
 
Peserta  Yoga yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Bali dan bermukim di Kota Denpasar itu berada di IPSA Bengkel selama  dua hari. Mereka berbagi ilmu dan pengalaman bersama Pak Oles dan Ida Bagus Candi dan diharapkan bisa berbagi dan  disebarkan kepada orang lain, sehingga informasinya dapat menghasilkan suatu kombinasi terbaru untuk menciptakan peluang baru.
 
Hal itu sangat penting karena herbal, detox dan Yoga tidak bisa dipisahkan dari Ayurveda, suatu ilmu dari Veda tentang umur panjang dan awet muda.  Untuk itu peserta yang menginap Villa IPSA  berusaha  menggali segala potensi alami dan pengalaman  bersama yang dapat bermanfaat bagi sesamanya yang lain.
 
 
Sosok Ida Bagus Candi mampu mengembangkan yoga seger oger, sementara Pak Oles yang mampu mengembangkan dan produksi Minyak Oles Bokasih (MOB) dan 33 jenis produk  herbal lain yang diramu dari ratusan jenis tanaman obat. Selain itu, Pak Oles dikenal sebagai ahli pertanian organik yang produksi pupuk organik Bokashi Kotaku dan  teknologi Effective Mikroorganisme (EM4) dengan produk yang sudah menyasar semua lini di berbagai daerah di Indonesia.
 
 
Puluhan peserta pada Minggu pagi (22/9) menyambut matahari terbit kembali melaksanakan yoga agar badan jadi lentur usai dipelintir dan ditekuk ala Yoga Seger Oger.  Training dilanjutkan dengan surya namaskara dan meditasi So Ham. Setelah itu seluruh peserta  menyusuri jalan setapak sejauh sekitar 5 KM melintasi arel pertanian dan terasering dengan hamparan sawah yang hijau dan tanaman  padinya mulai menguning.
 
Pagi yang indah disambut dengan yel-yel seger oger di tengah lintasan, sehingga membuat burung burung pipit di tengah sawah yang hijau dan lestari itu terkejut sambil “tertawa” menyaksikan kejenakaan orang kota membuang setres.  “Terima kasih atas kebersamaannya di Villa IPSA  sampai jumpa di lain kesempatan  dalam acara yang lebih akbar dan menarik, “ ujar Pak Oles. 
 
IPSA Bali di Desa Bengkel itu dilengkapi dengan fasilitas pemondokan, sarana dan prasarana yang memadai berkapasitas belasan kamar.  IPSA Bali  dirintis sejak tahun 1997 atau hampir 30 tahun yang silam hingga kini sudah melatih  ribuan petani dan peserta dengan berbagai latarbelakang hampir dari berbagai daerah di Indonesia menyangkut pengembangan pertanian terpadu, usaha peternakan, pengembangan jamur, pengolahan sampah menjadi pupuk organik dan pengembangan budidaya obat-obatan,
 
 
Kegiatan yoga  tersebut  diharapkan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, karena IPSA Bali  akan  mendirikan Pusat Herbal dan Meditasi Dr. Wididana Herbal and Meditation Centre di Yayasan IPSA  yang menyatu dengan pusat pelatihan teknologi EM  di Desa Bengkel. Lembaga itu untuk mengadakan penelitian menyangkut identifikasi, manfaat herbal untuk kesehatan dan kecantikan serta pengembangan  berbagai jenis tanaman obat.
 
 
Sedangkan kegiatan meditasi untuk melatih  dan meningkatkan tehnik praktek relaksasi yang melibatkan pikiran dan semua hal yang menarik dengan harapan mampu meningkatkan sumber daya manusia. Lembaga baru yang dirintis itu didukung instruktur yang andal untuk meningkatkan kualitas sdm yang memiliki keseimbangan, keberanian dalam bermasyarakat dan bekerja  untuk memenangkan persaingan yang semakin ketat. IPSA didirikan tahun 1997  merupakan sebuah lembaga pengembangan dan penelitian sumberdaya alam yang mencakup bidang ilmu pengetahuan dan teknologi guna mengembangkan dan memanfaatkan SDA untuk pembangunan yang berkelanjutan.
 
Pendirian IPSA adalah  hasil kerjasama lembaga antara lain Indonesia Kyusei Nature Farming Societies (IKNFS) Effective Microorganisms Research Organisation (EMRO), Asian Pacific Natural Agricultural Network (APNAN) dan  International Nature Ferming Research Centre (INFRC). Pak Oles menjelaskan, pihaknya juga sedang merintis pengembangan agroindustri di Desa Bengkel yang diharapkan jadi contoh bagi daerah lain di Indonesia maupun mancanegara. (BB)

TAGS :

Komentar