Sebanyak 30 Orang Siap Hadiri Yoga di IPSA Bali

Baliberkarya.com-Denpasar. Sebanyak 30 peserta dari berbagai latarbelakang  di Kota Denpasar akan ikut ambil bagian dalam kegiatan Yoga Seger Oger di  Institut Pengembangan  Sumber Daya Alam (IPSA) Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng selama dua hari, 21-22 September 2019. 
 
 
“Kegiatan yoga selama dua hari itu diisi dengan materi teori dan praktek yoga oleh Ida Bagus Candi, pendiri Yoga Seger Oger Bali serta pengenalan tanaman herbal di atas hamparan seluas 8 hektar yang mengoleksi  350 jenis tanaman obat,” kata Dirut PT Karya Pak Oles Tokcer, Dr. Ir.Gede Ngurah Wididana, M.Agr di Denpasar, Rabu (10/9).
 
Ia mengatakan, puluhan peserta yang datang secara khusus dari Kota Denpasar sekaligus untuk menikmati panorama alam pedesaan di daerah perbukitan yang hijau dan lestari berhawa sejuk. IPSA Bali di Desa Bengkel itu dilengkapi dengan fasilitas pemondokan, sarana dan prasarana yang memadai yang memadai berkapasitas belasan kamar. Patihan pemusatan pikiran di tengah-tengah perkebunan tanaman obat yang tertata apik itu juga melibatkan belasan karyawan yang bekerja di pabrik produk PT Songgo Langit Persada dan PT Karya Pak Oles Tokcer.
 
IPSA Bali yang dirintis sejak tahun 1997 atau hampir 30 tahun yang silam hingga kini sudah melatih  ribuan petani dan peserta dengan berbagai latarbelakang hampir dari seluruh daereah menyangkut pengembangan pertanian terpadu, usaha peternakan, pengembangan jamur, pengolahan sampah menjadi pupuk organik dan pengembangan budidaya obat-obatan,
 
Kegiatan yoga yang melibatkan berbagai pihak itu diharapkan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. Pihaknya akan  mendirikan Pusat Herbal dan Meditasi Dr. Wididana Herbal and Meditation Centre di Yayasan IPSA  yang menyatu dengan pusat pelatihan teknologi effective Microoorganisme (EM)  di Desa Bengkel.
 
 
 
Lembaga baru tersebut bertujuan untuk mengadakan penelitian menyangkut identifikasi, manfaat herbal untuk kesehatan dan kecantikan serta pengembangan berbagai jenis tanaman obat. Hasil penelitian itu selanjutkan akan diproduksi dan dimanfaatkan secara maksimal dalam memproduksi obat herbal. Sedangkan kegiatan meditasi untuk melatih  dan meningkatkan tehnik praktek relaksasi yang melibatkan pikiran dan semua hal yang menarik dengan harapan mampu meningkatkan sumber daya manusia.
 
Lembaga baru yang dirintis itu didukung instruktur yang andal untuk meningkatkan kualitas SDM yang memiliki keseimbangan, keberanian dalam bermasyarakat dan bekerja untuk memenangkan persaingan yang semakin ketat. IPSA didirikan tahun 1997  merupakan sebuah lembaga pengembangan dan penelitian sumberdaya alam yang mencakup bidang ilmu pengetahuan dan teknologi guna mengembangkan dan memanfaatkan sumberdaya alam untuk pembangunan yang berkelanjutan.
 
Pendirian IPSA adalah hasil kerjasama lembaga antara lain Indonesia Kyusei Nature Farming Sociaties (IKNFS) Effective Microoganisms Research Organitation (EMRO), Asian Pasific Natural Agricultural Network (APNAN) dan  International Nature Ferming Research Centre (INFRC).
 
 
 
Pak Oles menjelaskan, pihaknya juga sedang merintis pengembangan agroindustri di Desa Bengkel yang nantinya  diharapkan bisa  menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia maupun mancanegara.
 
Hal itu didasari atas pertimbangan adanya pusat pengembangan tanaman obat mengoleksi 350 jenis tanaman yang telah diproses menjadi Minyak Oles Bokashi (MOB), teh dan kopi herbal.
 
Masyarakat juga mulai mengembangkan tanaman obat di lahannya masing-masing dan produksinya ditampung PT Karya Pak Oles Tokcer untuk diproses lebih lanjut menjadi produk MOB dan 33 jenis obat lainnya telah menjangkau pasaran dalam dan luar negeri.(BB)

TAGS :

Komentar