Arya Kusuma Kembangkan Tanaman Obat di Tabanan

Baliberkarya.com-Tabanan. Bagus Arya Kusuma, S.Sos, MM merintis usaha pengembangan jamu dan aneka jenis obat-obatan tradisional di Kabupaten Tabanan,  yang kini sudah menembus pasaran lokal di Bali. Pria kelahiran Banjar Juntal, Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri itu mengembangkan perusahaan Padma Herbal pada tahun 2005 atau 14 tahun yang silam, kini produksi sekitar 30 jenis produk, lima jenis di antaranya teh herbal.
 
 
Suami dari Ni Putu Ellida Raiani Pande (seorang bidan) itu awalnya mengembangkan sekitar 100 jenis tanaman obat pada lahan seluas 40 are sebagai bahan baku untuk memproduksi jamu dan jenis obat herbal lain. Kebun percontohan tanaman obat yang dirintisnya itu beberapa tahun kemudian mulai  dapat dipanen dan diolah menjadi jamu. Awalnya usaha skala rumah tangga itu ditanganinya sendiri bersama istrinya, lambat laun terus berkembang  menampung dua tenaga kerja, sekarang bertambah menjadi 10 orang.
 
Demikian pula bahan baku yang dibutuhkan terus bertambah sehingga mengembangkan kebun tanaman obat  seluas 50 are  di Banjar Cau, Desa Tua Kecamatan Marga serta  merintis kemitraan dengan petani sekitarnya. Ayah dari dua putra masing-masing Bagus Arya Krishna Wijaya dan Bagus Arya Dharma Rama Wijaya itu mengembangkan Perusahaan Padma Herbal di Pesiapan, Kota Tabanan melalui  sistem kemitraan dengan petani sekitar kebun percontohan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku yang terus meningkat seiring dengan produk yang dihasilkan.
 
 
Pria yang juga dosen  Fakultas Ekonomi Universitas Tabanan itu menjelaskan,  dari kedua lokasi kebun yang dikelolanya seluas hampir satu hektar itu hanya mampu mencakup sekitar 30 persen dari kebutuhan bahan baku. Sedangkan 70% sisanya dapat dipenuhi dari sistem kemitraan dengan petani sekitarnya. Petani yang sebelumnya telah dibina untuk menghasilkan bahan baku untuk produksi berbagai jenis obat-obatan herbal  antara lain tersebar  di Kecamatan Baturiti dan Marga, Kabupaten Tabanan.
 
 
Bagus Arya Kusuma, sosok pria enerjik itu juga menjabat sebagai ketua  Internasional Council For Small Business (ICSB) Kabupaten Tabanan bertekad lebih mengembangkan perusahaan Padma Herbal agar lebih maju dengan harapan mampu mengolah dan dan memberikan nilai ekonomis terhadap produk yang dihasilkan petani setempat. Perusahaan Padma Herbal merupakan salah satu dari 10  anggota Dewan Pimpinan Daerah Gabungan Pengusaha   (DPD GP) Jamu Provinsi Bali dengan ketua  Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr.
 
 
Padma Herbal juga merupakan salah satu dari enam anggota DPD GP Jamu Provinsi Bali yang ikut ambil bagian dalam Pameran Jamu dan Obat-obatan Tradisional di bibir Pantai Hotel Inna Sindu Beach Sanur, Denpasar Minggu, 15 September 2019. Lima perusahaan lainnya dalam pameran sehari penuh itu meliputi PT Karya Pak Oles Tokcer, Jung Kumis, Minyak Seger, Nadis Herbal dan Bali Tangi. 
 
 
Pameran di tempat yang strategis di Pantai Sanur itu  bertujuan  memperkenalkan berbagai jenis produk jamu kepada masyarakat internasional yang sedang berliburan di Bali dan mendidik masyarakat setempat agar membiasakan konsumsi jamu dan obat-obatan herbal dalam meningkatkan ketahanan tubuh dari serangan penyakit. (BB)

TAGS :

Komentar