Satu dari Dua Pemancing Terseret Arus di Pantai Tanah Lot Ditemukan Meninggal

Baliberkarya.com-Tabanan. Tim Rescue SAR Gabungan berhasil menemukan satu dari dua orang pemancing yang terseret arus di Pantai Tanah Lot, kabupaten Tabanan pada Selasa (3/9) lalu.
 
 
Seorang pemancing atas nama I Wayan Sumiarta (43) ditemukan pada posisi arah barat daya kurang lebih 7 KM dari lokasi kejadian, pada Kamis (5/9) sekira pukul 08.00 wita pagi.
 
"Benar, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia Kamis 5 September 2019 pukul 08.00 wita tadi pagi, pada koordinat 8°34'08.28"S-115° 02'37.37"E tepatnya di Pantai Kelating, kabupaten Tabanan, selanjutnya korban dibawa ke RSUD Kabupaten Tabanan," jelas Pelaksana Harian Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), Sri Wardoyo, S.E., di Denpasar Kamis (5/9).
 
 
 
Diterangkan, kondisi cuaca di TKP cerah berawan, angin mengarah ke barat laut dengan kecepatan 4-10  Kts. Arus permukaan mengarah  ke tenggara dengan kecepatan 0.8 Kts, tinggi gelombang 1.5-2.5 meter dengan jarak pandang 39 Km.
 
Pihaknya mengerahkan petugas gabungan dalam proses pencarian dengan satu unit truck angkut personil, satu unit Rescue Car Type 1, dua unit Jetski Basarnas, satu unit Rubber Boat Balawista Tanah Lot, satu unit RSUD Ambulance Kab. Tabanan, Palsar Air, alkom dan Palsar pendukung lainnya.
 
Pasca penemuan seorang korban ini, pihaknya mengaku masih akan melakukan proses pencarian terhadap seorang pemancing lainnya yang bernama Ketut Ardika.
 
 
 
"Tentunya proses pencarian korban yang satunya masih tetap kita lanjutkan sampai H-7," ujarnya. 
 
Sekedar mengingatkan, dua orang warga Banjar Batang Buah, Desa Braban, Tabanan dikabarkan hilang terseret arus saat memancing di perairan Tanah Lot, Selasa (3/9/2019) dini hari. Dari laporan yang diterima Basarnas Bali diketahui identitas korban atas nama Wayan Sumiarta (43) dan Ketut Ardika (58).(BB)

TAGS :

Komentar