Di Pegadaian, Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri Beberkan 'Metode Pelatihan' Anak Usia Dini

Baliberkarya.com-Denpasar. Mantan pelatih Bali United yang kini sebagai Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri sengaja hadir di Bali untuk mengasah kemampuan ratusan pelatih dan siswa Sekolah Bola (SSB) dan pelajar SMA/SMK yang tersebar di Kota Denpasar. 
 
 
Indra Sjafri datang khusus ke Bali diundang khusus oleh PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar untuk melaksanakan kegiatan program coaching clinic bertemakan "Semangat Emas" di Lapangan Karya Manunggal Sidakarya Denpasar, Minggu (1/09/2019).
 
Indra Sjafrie di sela-sela acara sharing session kepelatihan sepak bola bersama ratusan orang pelatih sepak bola dan guru olah raga, di Kantor Pegadaian Kanwil VII Denpasar, Sabtu siang (31/8/2019), beberkan metode kepelatihan untuk pembinaan usia dini memang cukup berbeda dengan sepak bola dewasa.
 
 
"Untuk melatih usia dini memang cukup variatif lebih kepada metode teknis dan pendidikan namun tetap bernuansa hiburan," ucapnya. 
 
Bagi Indra Sjafrie, setiap pelatih sepak bola beda metodenya apalagi usia anak, terbagi tiga yaitu usia 6-12 tahun, 13-15 tahun, dan 16-19 tahun. 
 
Ket Foto: Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri
 
"Peserta kita didominasi oleh anak-anak usia 6-12 tahun. Iya porsi latihan yang digunakan untuk anak usia ini adalah harus fun ada nuansa pendidikannya juga," saran Indra Sjafri
 
Sementara, Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil VII Denpasar, Nuril Islamiah didampingi Deputi Bisnis Area Denpasar 2, Ketut Winata, dan Humas Pegadaian, I Made Mariawan menyatakan bahwa program coaching clinic ini adalah program literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat pecinta bola yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat terhadap dunia sepak bola.
 
 
"Pegadaian mempunyai kepedulian terhadap pengembangan olah raga khususnya sepak bola sehingga secara khusus mengundang coach Indra Sjafri melakukan sharing kepada para siswa Sekolah Sepak Bola maupun pelatih lokal dan guru olah raga," katanya.
 
 
Kesempatan ini dimanfaatkan untuk meningkatkan awarness kalangan pecinta sepak bola terhadap produk-produk Pegadaian. Pegadaian peduli dan berperan aktif untuk menciptakan generasi emas yang tidak hanya jago main bola tetapi juga terampil mengelola keuangan.
 
 
Selain mendapatkan pembinaan langsung dari pelatih sepak bola ternama, para peserta juga mendapatkan pengetahuan tentang produk dan layanan Pegadaian.
 
"Para siswa SSB merupakan generasi milenial yang nantinya akan menjadi pemain sepak bola handal di masa depan, dan target kami sebanyak 400 kaum milenial membuka tabungan emas pada event ini," terangnya mengakhiri.(BB).

TAGS :

Komentar