Dua Orang jadi Korban, Ini Penyebab Jebolnya Jembatan Dayang di Tabanan

ist for Baliberkarya
Baliberkarya.com-Tabanan. Jebolnya Jembatan Dayang yang menghubungkan Banjar Puseh dengan Banjar Bunyuh Desa Perean, Kabupaten Tabanan, Selasa (7/5) sekira pukul 07.30 wita diduga karena jembatan lama yang akan dibangun tidak layak lagi lantaran sudah tua. 
 
 
Kapolres Tabanan AKBP Sinar Subawa menerangkan, jembatan tersebut sudah lama sementara yang akan dibangun itu jembatan baru.
 
"Jembatan itu mau diperbaiki tapi proyeknya belum jalan, jembatan lama itulah dibersihkan kemudian jebol. Namanya jembatan lama, waktu efektif pakainya mungkin dia sudah tidak layak lagi. Karena mau diperbaiki bawa tanah urug, tapi malah jebol," terangnya dikonfirmasi Selasa (7/5) siang.
 
Ditambahkan, Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Decky Hendra Wijaya seorang korban yang sebelumnya dievakuasi I Wayan Budi sudah berhasil dievakuasi namun dalam kondisi meninggal.
 
 
 
"Iya benar sudah meninggal jadi dua meninggal dan seorang selamat," ungkapnya terkonfirmasi.
 
Sementara itu, Kalaksa BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Sucita menerangkan hasil analisa jembatan dibuat sekira tahun 1980, dan memang dibangun saat adanya Karya Bakti ABRI Masuk Desa (AMD). 
 
Diterangkannya, besi yang dipakai membuat jembatan sangat kecil sekira ukuran 10 tes dan minim dengan jarak sekira 10 cm. Kemudian, beton jembatan sangat tipis dengan ketebalan sekira 5 cm.
 
 
 
"Beban tanah urug terlalu berat dengan ketebalan sekira 50 cm. Panjang jembatan sekira 6,30 meter, sedangkan yang jebol sekira 3 meter," ungkapnya melalui sambungan gawaynya, Selasa (7/5).
 
Seperti diberitakan sebelumnya, tiga orang warga Banjar Puseh, Desa Perean Kauh Tabanan tertimbun longsor saat melakukan kerja bakti di Jembatan Dayang, yakni jembatan yang menghubungkan Banjar Puseh dengan Banjar Bunyuh Desa Perean, Kabupaten Tabanan, Selasa (7/5) sekira pukul 07.30 wita.
 
Tiga warga tersebut masing-masing bernama I Wayan Dampuk (60) petani sekaligus kelian Subak Palian Banjar Puseh, dalam kondisi selamat, sementara I Ketut Sudana alias Pak Aris (50), petani selaku Kelian Subak palian dan I Wayan Budi (50) petani dipastikan meninggal.(BB)

TAGS :

Komentar