Indonesia Bisa Bubar Jika Prinsip 'Negara Khilafah' Terus Digaungkan

ilustrasi nett
Baliberkarya.com-Denpasar. Kampanye Akbar Jokowi-Ma'ruf Amin di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu, (13/4/2019) akan dimeriahkan 1.000 penari Bali yang akan mementaskan Tari Pendet dan Tari Kecak.
 
 
1.000 penari yang berasal dari unsur kader, simpatisan dan pengurus NasDem se-Bali ini diberangkatkan pada Kamis malam kemarin (11/4/2019) dengan total 25 bus.  Sementara satu kontainer yang memuat ogoh-ogoh dengan tema sesaji agung yang utama atau Bagia Pulakerthi dari Banjar Tubuh, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar terlebih dahulu diberangkatkan ke Ibu Kota Jakarta.
 
"Puncak kampanye akbar 13 April 2019 di GBK NasDem inisiatif ikut merayakan keberagaman dan kemajemukan Indonesia," kata Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali Ida Bagus Oka Gunastawa kepada Baliberkarya.com.
 
Ketua Komando Pemenangan Wilayah (Kopemwil) Jokowi- Amin Partai NasDem Provinsi Bali ini menegaskan hadirnya ribuan duta kesenian NasDem Bali ini di GBK merupakan bentuk kecintaan dan kepedulian pada Indonesia.
 
"Kami juga bawa misi perdamaian melalui duta kesenian NasDem Bali ini. Duta kesenian jadi alat komunikasi yang baik, tiadakan pemikiran yang tidak produktif seperti ada wacana ini menggantikan ideologi Pancasila dengan khilafah," tegas Oka Gunastawa yang juga caleg DPR RI dapil Bali nomor urut 1 dari Partai NasDem ini.
 
 
Politisi ramah yang akrab disapa Gus Oka menjelaskan bahwa pesan perdamaian lewat kesenian dan atraksi budaya ini penting di tengah kondisi ada pertentangan kelompok yang ingin mempertentangan Pancasila dan ingin ada negara khilafah.
 
NasDem mengajak segenap elemen bangsa berhenti berpikir pada hal-hal berisiko tinggi bagi keberlangsungan Indonesia. Kalau prinsip negara khilafah terus digaungkan itu sama artinya Indonesia bubar. 
 
"Melawan itu bukan hanya NasDem tapi ini harus jadi inisiatif kita semua. NasDem tidak tinggal diam, tapi bukan adu fisik melainkan dengan pesan perdamaian melalui duta kesenian," ajak Oka Gunastawa.
 
Hadirnya duta kesenian NasDem Bali ini juga ingin memberikan pesan dan gerakan moral kepada masyarakat Indonesia. Bahwa Indonesia begitu indah di tengah suasana kemajukan, keberagaman, adat istiadat, hubungan harmonis.
 
BACA JUGA : Gugat Aset Lahan Puri Cempaka, Mengaku Hanya Dipinjamkan ke Wayan Candra
 
"Kenapa lalu berpikir set back ke belakang untuk tiadakan itu semua. Perlu langkah atraksi budaya sebagai kekuatan kebangsaan bukan dipertentangkan dan ditiadakan. Biarkan dalam semarak Indonesia," katanya.
 
Sementara, Ketua rombongan duta kesenian NasDem Bali IGN Bagus Eka Subagiartha yang juga Bendahara DPW Partai NasDem Provinsi Bali menambahkan dalam Kampanye Akbar Jokowi-Ma'ruf Amin di Gelora Bung Karno (GBK), duta kesenian NasDem Bali akan bergabung dengan utusan kesenian daerah lain di Indonesia seperti dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera, Sulawesi dan daerah lainnya.
 
"Sumbangsih NasDem Bali dalam kampanye akbar Jokowi-Ma'ruf Amin di GBK ini melalui mengirimkan tim seni budaya Bali merupakan misi penting demi merawat kebhinnekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” pungkas caleg NasDem untuk DPRD Bali dapil Jembrana yang juga akan ikut menari kecak bersama rombongan ke GBK Jakarta.(BB).

TAGS :

Komentar