Gede Ngurah Wididana : Intensifkan Cetak Wirausaha Tangguh

baliberkarya
Baliberkarya.com-Tabanan. Indonesia perlu lebih mengintensifkan upaya mencetak wirausaha yang tangguh, minimal  2 persen dari penduduk. Dengan mencetak wirausaha terutama kaum muda di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan yang tangguh, mereka bisa memiliki daya saing, daya kreatif dan inovasi terhadap sebuah produk secara kontinyu.  Dengan begitu, bisa memacu pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru secara luas.
 
 
“Wirausaha termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mempunyai peran strategis untuk meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global,” tegas Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group, Dr. Ir  Gede Ngurah Wididana M. Agr  saat tampil sebagai pembicara utama dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGB) bertema UMKM Naik Kelas, Masalah Peluang dan Solusi di Tabanan, Sabtu (30/3). 
 
Kegiatan yang digelar Internasional Council For Small Business (ICSB) Tabanan menampilkan tiga pembicara. Dua pembicara lain Sekjen ICSB Provinsi Bali, Sutrisna Dewi  serta Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi Kabupaten Tabanan, Ketut Antara.
 
 
Pak Oles yang juga Calon Legislatif DPR RI dari Partai Demokrat nomer urut tiga daerah pemilihan Bali tersebut menambahkan, wirausaha di Indonesia jumlahnya masih jauh lebih kecil dibanding Singapura yang tercatat 5% dan Amerika Serikat sudah tumbuh 10%. Karena itu, untuk mendongkrak daya saing di tingkat global, Indonesia umumnya dan Bali khususnya harus meningkatkan persentase jumlah wirausaha itu.
 
 
Pengusaha itu, kata Gede Ngurah Wididana, selain bisa fokus memacu pertumbuhan ekonomi juga menciptakan lapangan kerja serta produk yang dihasilkan berorientasi pasaran ekspor. Pengusaha asal Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng itu kini sudah berhasil memiliki belasan perusahaan di Bali dan luar Bali. Tercatat PT Karya Pak Oles Tokcer dengan Ramuan Pak Oles berkantor cabang di 9 propinsi dan kantor unit pemasaran di hampir semua kabupaten serta didukung para distributor.
 
Selain itu, PT Songgo Langit Persada yang fokus memasarkan produk EM4 dengan kantor cabang di 8 propinsi termasuk Bandar Lampung dan Propinsi Sumatera Utara yang didukung para distributor handal. Untuk mendukung pemasaran, ada Koran Pak Oles tersebar ngacak dan gratis di seluruh Indonesia dan EM Forum. 
 
 
Juga tiga unit radio di Kabupaten Tabanan, Buleleng dan Kabupaten Klungkung, termasuk tempat makan (Warung Bokashi di Kota Denpasar dan Warung Bukit Hexon di  tempat selfie Wanagiri, Kabupaten Buleleng dan Jasa Usaha Sehat di Kota Denpasar serta perusahaan lainnya.
 
Jelang pemilihan Caleg DPR RI 2019 dari Bali, pria ini mengenalkan citra dirinya dengan sebutan GNW 14.3. Sebagai seorang pengusaha yang menyerap 1.800 pekerja itu mengingatkan agar dalam berwirausaha itu harus mampu meningkatkan aset, omset dan meraih keuntungan di tengah persaingan yang semakin ketat.
 
Perusahaan di Indonesia  sebagian besar UMKM dalam menghadapi persaingan itu agar menekankan efisiensi, mampu meningkatkan omset dan produksi yang dihasilkan mampu diserap pasaran lokal, nasional dan ekspor. 
 
“Masalah modal (investasi) yang selama ini selalu menjadi kendala pengusaha, otomatis bisa dapat diatasi. Caranya dengan memanfaatkan modal kerja dari bank atau pihak ketiga,” ujar Gede Ngurah Wididana di hadapan sekitar 55 peserta yang mayoritas pelaku UMKM di Kabupaten Tabanan.
 
Ia mengingatkan, aset dan omset meningkat sekaligus menikmati keuntungan berkat adanya penambahan investasi. Selain itu, terus melakukan diversifikasi usaha yang produktif dengan produksi sebuah produk terunggul dan harga kompetitif sesuai kebutuhan pasar.
 
 
Sekjen ICSB Provinsi Bali, Sutrisna Dewi mengatakan,   wirausaha di Indonesia sebagian besar (99%) adalah usaha mikro, kecil dan menengah. Peran UMKM untuk menggerakkan urat nadi ekonomi di tengah masyarakat, diyakini kian meningkat. 
 
ICSB, organisasi internasional non profit yang menaruh perhatian terhadap pertumbuhan dan perkembangan UMKM terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam membina dan mengembangkan UKKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional dan meningkatkan pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB).
 
Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan, Ketut Antara menjelaskan, di Kabupaten Tabanan kini terdapat  sebanyak 39.000 UMKM yang bergerak dalam berbagai bidang usaha. Dari jumlah tersebut sebagian sudah memiliki legalitas dan sertifikat halal. Pihaknya melayani pelaku UMKM dengan harapan  bisa meningkatkan produktivitas dan daya saing produk di pasaran. (BB)

TAGS :

Komentar