Kodam IX Udayana Simulasi Kerusuhan Pemilu

Baliberkarya.com-Denpasar. Demo massa terjadi Gedung KPU Provinsi Bali, Rabu (20/2) siang. Keributan juga terjadi di TPS lantaran seorang warga protes karena tidak diizinkan nyoblos, ternyata yang bersangkutan tidak terdaftar dan tidak membawa identitas apapun. 
 
 
Pasca pencoblosan, keributan kembali terjadi di TPS saat penghitungan suara karena protes dan tidak puasnya salah satu saksi (pendukung calon). Kotak suara pun akhirnya diamankan dan dibawa ke kantor KPU. 
 
Demo massa di KPu melanjutkan aksinya dengan melakukan penjarahan ke pertokoan, mengambil dan bahkan melakukan tindakan kekerasan. Bahkan Ketua KPU disandera oleh kelompok bersenjata, dan tawanan disandera di sebuah rumah. Pasukan sapu bersih dan snaper bergerak cepat, Ketua KPU dapat dibebaskan dan dibawa ke tempat yang aman. 
 
 
Namun tiba-tiba gempa terjadi dan meluluhlantakan gedung KPU provinsi Bali.
 
Petugas Tim ESR (Emergency Service Respons) UPTD Pengendalian Bencana BPBD Provinsi Bali langsung melakukan upaya evakuasi korban. Diketahui, para korban mengalami patah kaki dan tangan, luka-luka, dan bahkan tertimbun reruntuhan bangunan. Tim ESR bersama SAR dan unsur lainnya melakukan upaya pertolongan, penyelamatan serta pencarian.
 
 
Prioritas berikutnya adalah mengamankan kotak suara, dengan melakukan evakuasi ke lokasi lain keluar dari Gedung KPU, Kotak Suara berisi dokumen negara yang penting dalam pesta demokrasi (pemilihan legislatif dan pemilihan presiden). Pergerakan (pemindahan) kotak suara tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan baik Polri maupun TNI yang senantiasa bersinergi. 
 
 
Itulah cuplikan skenario dalam simulasi penanganan konflik masyarakat dan bencana gempa bumi di saat Pileg dan Pilpres 2019. Simulasi dilaksanakan di Lapangan Ksatrian Praja Raksaka, Kepaon, Denpasar. 
 
Acara ini digelar oleh Komando Daerah Militer (KODAM) IX/Udayana yang merupakan Komando Kewilayahan Pertahanan yang meliputi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, dengan melibatkan lebih dari 500 orang personil baik dari TNI, POLRI, BPBD, KPU, dan unsur masyarakat.
 
Kalaksa BPBD Provinsi Bali Made Rentin berkesempatan hadir dan menyaksikan langsung simulasi tersebut, dan juga mengirimkan 1 pleton personil yang terdiri atas Tim ESR dan Tim TRC lengkap dengan ambulance dan tenaga medisnya. 
 
 
 
Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto, selesai memberikan salam Komando bersama Kalaksa BPBD Provinsi Bali menjelaskan simulasi ini dilakukan dengan memotret kondisi riil yang terjadi di lapangan saat perhelatan pesta demokrasi, kami menggandeng semua unsur termasuk BPBD Bali karena ada skenario gempa bumi, dan BPBD berperan dalam kondisi itu.
 
"Ini standar yang mereka harus lakukan jika berhadap dengan kondisi konflik atau ada bencana di wilayah masing-masing," tegas Benny. 
 
Made Rentin Kalaksa BPBD Prov Bali yang baru hitungan minggu (6 Pebruari 2019) mengomandani BPBD Bali menjelaskan bahwa, semua komponen bersinergi dalam upaya pengamanan dan mendukung pemilu ini berjalan lancar, kami BPBD berada pada ranah penanganan korban bencana mulai dari pertolongan pertama oleh Tim ESR dan lanjut melakukan kaji cepat oleh Tim Reaksi Cepat (TRC).
 
"Simulasi dilakukan dalam upaya antisipasi kemungkinan terjelek pada saat sebelum dan pada hari H pencoblosan. Dengan bersinergi kita selalu siap mengantisipasi kemungkinan terjelek, yang mengancam jalannya pesta demokrasi," pungkas Rentin.(BB)

TAGS :

Komentar