PDIP Klaim Dominasi Kursi DPR, Demokrat Bali: Jangan Dahului Kehendak Tuhan

Baliberkarya.com-Denpasar. Klaim survei internal PDIP mendominasi kursi DPR RI dan dua kursi di Senayan dari Partai Demokrat berpaling ke lain hati atau kemungkinan hilang ditanggapi santai Ketua DPD Partai Demokrat Bali I Made Mudarta. Mudarta bahkan mengaku masih optimis partainya bisa mengamankan dua kursi DPR RI. 
 
"Suara rakyat adalah suara Tuhan. Jadi jangan mendahului kehendak Tuhan. Kalau ada tokoh dari salah satu partai yang mengklaim menguasai suara rakyat, jelas itu sudah mendahului kehendak Tuhan," kata Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta didampingi Ketua Dewan Kehormatan DPD Demokrat Bali Putu Suasta,M.A. dalam keterangannya di Denpasar, Kamis (7/2/2019).
 
Menurut Mudarta, partai besutan Presiden Keenam Susilo Bambang Yudoyono ini fokus berjuang dengan all out minimal tetap mempertahankan dua kursi DPR RI. Untuk DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota Partai Demokrat optimis kursi semua meningkat.Untuk mencapai target perolehan kursi di semua tingkatan, Mudarta menegaskan partainya mulai tancap gas pada Februari ini.  
 
"Waktu dua bulan tersisa ini kami betul-betul maksimalkan. Semua amunisi kami keluarkan sekarang," ungkap politisi Demokrat asal Jembrana itu.
 
Ket Foto: Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta
 
Mudarta menilai terlalu dini kalau ada pihak-pihak yang mengatakan partainya telah mendapat dukungan mayoritas rakyat dan mengenyampingkan partai lain. Pasalnya, rakyat sekarang ini makin cerdas, tak bisa asal main klaim dan menebar janji-janji. "Rakyat Bali merindukan figur yang memiliki integritas dan siap ngayah untuk Bali," jelasnya.
 
 
Bagi Demokrat sendiri, pihaknya tak mau ambil pusing adanya prediksi pihak tertentu yang mengklaim telah mengusai mayoritas suara rakyat Bali. Sebab rakyat yang paling tahu dan menentukan. 
 
"Kami di Demokrat sudah mengalami guncangan dalam dua pemilu lalu. Toh dukungan rakyat terhadap Demokrat tetap besar. Rakyat tahu dan bisa menilai serta apa yang harus dilakukan. Rakyat butuh politik yang bersih dan santun," tegas Mudarta. 
 
Sementara, Putu Suasta mengingatkan agar tokoh tidak asal main klaim seolah-olah sudah memiliki rakyat. Sebab rakyat sudah semakin cerdas dan bisa menilai. Rakyat tak suka yang sarkatis dan arogan. 
 
Ket Foto: Ketua Dewan Kehormatan DPD Demokrat Bali Putu Suasta,M.A.
 
Sekarang ini tambah Suasta banyak tokoh meneriakkan kata-kata merdeka. Tapi rakyat digiring dengan berbagai cara dan ‘dipaksa’ memilih. "Jelas ini belum merdeka kalau masih seperti itu," ujar master jebolan Cornell University AS ini.
 
 
Mantan Ketua Bappilu DPP Demokrat itu berharap dalam pileg dan pilpres nanti, bagaimana hak-hak dan suara rakyat dihormati. Apalagi semua sudah sepakat suara rakyat itu suara tuhan. Berikan rakyat kebebasan, ketenangan untuk menyalurkan aspirasinya. 
 
Di zaman SBY, lanjut Putu Suasta, pembangunan demokrasi berjalan dengan damai. Hal itu sejalan dengan karakter kepemimpinan SBY yang santun dan penyabar. "Mari kita laksanakan pesta demokrasi  nanti dengan penuh kegembiraan," tegasnya mengakhiri.(BB).

TAGS :

Komentar