Seleksi Mahasiswa Baru, Unud Kini Tak Gunakan Kertas Siapkan 1000 Komputer

Baliberkarya
Baliberkarya.com-Denpasar. Untuk melakukan seleksi penerimaan mahasiswa baru tahun 2019 ini, Universitas Udayana (Unud) Denpasar menyiapkan seribu komputer bagi sekitar 12.700 peserta. 
 
 
Rektor Unud Prof. Dr.dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K) menyatakan jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang sekitar 12 ribu peserta. Menurut Raka Sudewi, seleksi penerimaan mahasiswa tahun ini tidak lagi menggunakan kertas untuk soal alias 'less paper', melainkan sudah secara online memakai komputer. 
 
"Komputer yang digunakan juga sudah terverifikasi, artinya sesuai dengan standar yang telah ditentukan," katanya saat Konferensi Pers dalam rangka penerimaan  mahasiswa baru Universitas Udayana melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Tahun 2019, Jumat (11/1) di Ruang Nusa Lt. 3 Gedung Rektorat Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran, Badung.
 
Raka Sudewi menjelaskan untuk ruangan digunakan masing-masing fakultas. Untuk menantisipasi bila terjadi gangguan listrik ataupun pemadaman, pihaknya juga telah mengantisipasi dengan menyiapkan genset. Sesuai Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 60 Tahun 20l8 telah diatur jalur SMPTN 2019 meliputi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) serta Seleksi Mandiri. 
 
"Untuk jalur SNMPTN dan SBMPTN dilaksanakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Sedangkan Seleksi Mandiri dilakukan oleh masing-masing PTN," jelasnya.
 
 
 
LTMPT ini, lanjut Raka Sudewi bertujuan yaitu pertama untuk melaksanakan tes yang kredibel, adil, transparan, fleksibel, efisien dan akuntabel. Kedua, membantu perguruan tinggi memperoleh calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi berdasarkan nilai akademik atau nilai akademik dan prestasi lainnya melalui jalur SNMPTN.
 
Ketiga untuk membantu perguruan tinggi memperoleh calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi berdasarkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan/atau kriteria tambahan lain yang ditetapkan bersama oleh PTN melalui jalur SBMPTN. 
 
Sedangkan tugas LTMPT antara lain, mengelola dan mengolah data calon mahasiswa untuk bahan seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN oleh rektor PTN, melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), menyampaikan hasil UTBK kepada peserta dan PTN tujuan. 
 
 
 
"Keuntungan dari LTMPT antara lain mengurangi kesalahan pengisian identitas, kode soal dan pengisian lembar jawaban. Hasil UTBK diserahkan kepada peserta secara individu 10 hari setelah tes dan setiap peserta dapat mengikuti tes maksimal 2 kali," terangnya.
 
Untuk itu, selaku Rektor Unud ia menghimbau kepada siswa dan sekolah atau masyarakat untuk memperhatikan secara cermat kerangka waktu pelaksanaan SNMPTN dan SBMPTN 2019. Untuk  pelaksanaan SNMPTN 2019 yaitu pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) 4-25 Januari 2019. Pendatfaran SNMPTN 4-14 Februari 2019 dan pengumuman hasil SNMPTN pada 23 Maret 2019. 
 
Bagi yang akan mendaftar SBMPTN 2019 maka tes masuk melalui UTBK dengan jadwal pendaftaran 1 Maret- 1 April 2019,  pelaksanaan tes 13 April-26 Mei 2019. Pengumuman Hasil UTBK 23 April-2 Juni 2019. Sedangkan kerangka pelaksanaan SBMPTN 2019 dijadwalkan, untuk pendaftaran pada tanggal 10-24 Juni 2019 dan Pengumuman Hasil SBMPTN pada 9 Juli 2019. 
 
"Calon mahasiswa bisa lebih cepat mengetahui hasilnya sehingga nantinya dapat memperbaiki untuk mengikuti tes berikutnya. Jadi ada kesempatan tes yang kedua. Persiapan fisik dan mental juga penting. Peserta jangan panik sehingga bisa mengerjakan soal dengan baik," pungkasnya.(BB).

TAGS :

Komentar