Diatensi Khusus BPBD Bali, Retaknya Karang Penyangga Pura Uluwatu Warga Diminta 'Waspada'

Baliberkarya/dok
Baliberkarya.com-Denpasar. Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris BPBD Bali Made Rentin, seizin Kalaksa BPBD Bali mengungkapkan terkait kembali viralnya foto Pura Uluwatu retak yang berlokasi di Uluwatu, Pecatu, Kuta Selatan, Badung pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bali yang langsung mencounter bahwa keretakan telah terjadi sudah lama.
 
 
Dimana saat itu menurut Sekretaris PUPR Bali Dewa Ayu Puspa pada masa kepemimpinan I Ketut Sudikerta sebagai Wakil Bupati Badung tahun 2013, dilakukan penanganan dengan cara menambal. 
 
"Rupanya ada bagian yang tidak tertambal sehingga saat dibongkar untuk renovasi kondisi retak itu tampak lagi dan viral di media sosial," ucap Dewa Ayu Puspa yang dihubungi oleh I Made Rentin, Selasa (8/1) kemarin.
 
"Saat dikonfirmasi ke pemangku Pura Uluwatu yakni Jero Bendesa dan Mangku Gede, dijelaskan bahwa tidak ada retakan baru, dan sudah pernah ditangani oleh Pemkab Badung pada saat Pak Ketut Sudikerta menjadi Wakil Bupati Badung," ujarnya. 
 
 
 
Penjelasan dari Pemangku Jero Gede mengatakan bahwa retakan itu sudah lama, tetapi tidak diketahui penyebabnya. Jika mau tahu secara detail perlu dilakukan penelitian dan pengkajian mendalam oleh pihak berkompeten dari badan geologi. 
 
"Kondisi retakan masih tetap sama sekalipun terjadi beberapa kali gempa di Bali. Tidak ada pergerakan atau perkembangan dalam arti tambah renggang, sehingga aman. Itu penjelasan dari Pemangku Pura Uluwatu Jero Gede," ujarnya. Langkah sudah pernah diambil oleh pihak pemkab Badung, dengan melakukan penambalan pada celah retakan itu, di saat masa kepemimpinan Sudikerta.
 
Kondisi retak kembali mulai ramai diperbincangkan karena ada penataan sehingga kelihatan ada beberapa titik yang masih menganga (mungkin terlewat)  saat penambalan dulu. Selaku BPBD Bali, pihaknya meminta agar umat Hindu yang akan sembahyang terutama pada upacara pujawali angara kasih medangsia yang jatuh pada tanggal 15 Januari yang akan datang agar tetap waspada dan kalau bisa tidak terlalu banyak berada di halaman utama mandala lokasi yang retak karena Pura Uluwatu berada di ujung barat daya Pulau Bali dan berada di atas ketinggian yang menjorok ke laut.
 
 
Rencananya,  OPD terkait (Dinas PUPR Prov Bali) akan berkoordinasi dengan Pemkab Badung, karena secara kewenangan berada di bawah Pemkab Badung. Mungkin perlu bersinergi dengan pihak yang berkompeten untuk dikaji faktor geologi dan kondisi serta kekuatan bebatuan disana, untuk bisa diambil langkah dan tindakan yang tepat. Pembatasan pengunjung mungkin tidak bisa dilakukan, karena Bali ibarat magnet sangat sulit membatasi apalagi melarang mereka untuk berkunjung. 
 
"Mungkin lebih kepada imbauan agar semua pengunjung lebih berhati-hati dan tetap menjaga kewaspadaan saat berada di atas puncak pura," pungkasnya.(BB) 

TAGS :

Komentar