Gede Ngurah Wididana: Indonesia Harapan Baru Penghasil Produk Pertanian Organik Dunia

Baliberkarya
Baliberkarya.com-Internasional. Seminar pertanian organik dengan Teknologi EM (Effective Microorganisms) dengan tema "EM in the World di Okinawa mendapat sambutan masyarakat jepang yang cukup serius.  Hal itu terbukti saat di hari kedua diadakan festival produk organik berbasis Teknologi EM, yang dihadiri oleh lebih dari seribu pengunjung untuk melihat dan membeli produk organik di hotel Costa Vista, Okinawa.  Produk-produk teknologi EM yang dipasarkan tersebut antara lain dari produk makanan, beras, sayur, buah, susu, kosmetik, keramik, EMX, EM, buku, dan pelatihan penggunaan produk EM.
 
 
Dalam sambutan penutupan seminar, Prof. Higa menekankan pentingnya makanan sehat dan berkualitas untuk menjaga kesehatan tubuh.  Prof. Higa mengucapkan trimakasih kepada seluruh pembicara khususnya dari Amerika latin yang diwakili oleh Dr. P. Tabora, dari Afrika yang diwakili oleh Dr. P. Prinsloo, dari Asia yang diwakili oleh Dr. Le Khac Quang, dan dari Amerika yang diwakili oleh Dr. G. Pineargote. 
 
Ket foto: Penggagas Teknologi EM, Prof.Dr. Teruo Higa 
 
Semua pembicara tersebut telah menekuni teknologi EM secara teori dan praktik dalam skala lapangan yang sangat luas.  Hadir dalam seminar tersebut dari Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia, Vietnam, Brazil, Ecuador, Peru, chile, Afrika Selatan, Korea Selatan, Bhutan, Germany, Kenya.  Prof. Higa menegaskan pentingnya Teknologi EM untuk menjaga ketahanan pangan dan keselamatan bumi dari polusi lingkungan akibat limbah dari berbagai aktivitas manusia.  
 
 
Gede Ngurah Wididana sebagai pioner pengembang Teknologi EM di Indonesia mengharapkan pentingnya kesadaran petani, masyarakat dan pemerintah untuk menjadikan Indonesia menjadi negara yang mampu mengekspor bahan makanan organik berbasis Teknologi EM ke seluruh dunia, seperti kopi, coklat, berjenis jenis tanaman rempah dan obat, lada, kelapa sawit, serta udang organik. 
 
Gede Ngurah Wididana menegaskan bahwa Indonesia adalah harapan baru bagi dunia untuk memberikan sumbangan pemikiran dan produk pertanian organik dengan Teknologi EM di abad 21 ini. “Petani dan pengusaha pertanian Indonesia berpotensi untuk memproduksi produk organik untuk kebutuhan masyarakat dunia dengan harga yang bagus.  Semuanya itu hanya bisa direalisasikan dengan komitmen dan kerja keras petani, pengusaha dan pemerintah,” jelasnya. (BB)

TAGS :

Komentar