Begini Alasan Ismaya Selama Ini Tak Melawan Perlakuan 'Tak Manusiawi' Aparat

Baliberkarya.com-Denpasar. Meski merasa diperlakukan tak manusiawi bak teroris dengan tangan dan kaki diborgol dibalik jeruji oleh aparat kepolisian, Sekjen Laskar Bali Ketut Putra Ismaya Jaya atau yang akrab dipanggil "Keris" yang kini menjadi tersangka selama ini diam tak bersuara kritis dan tak melawan perlakuan aparat kepada dirinya.
 
 
Setelah lama diam, akhirnya Ismaya membuat video pengakuan menghebohkan yang mengejutkan publik dan viral beredar di media soasial (medsos). Dalam rekaman video berdurasi selama 2 menit 46 detik itu, Ismaya atau "Keris" yang saat ini menjalani sidang dalam kasus melawan pejabat pemerintah itu dalam kondisi tangan dan kaki diborgol meminta keadilan dan curhat meminta pembelaan kepada pengacara kondang asal Jakarta Hotman Paris. 
 
"Selama ini saya diam dan tidak berani bersuara karena demi menjaga nama baik Bali. Saya maju jadi calon DPD Bali untuk berbuat demi Bali dan bangsa Indonesia, tapi diberlakukan begini oleh penguasa," ucap Ismaya dengan suara parau.
 
Ismaya mengaku bahwa saat kegiatan IMF berlangsung di Bali, ia tidak pernah angkat bicara. Hal itu dilakukannya agar Bali tetap aman dan menjadi tujuan pariwisata. Ia yakin bahwa jika saat itu berteriak menyuarakan perlawanannya dan menuntut hak asasinya, mungkin delegasi dari semua negara yang hadir akan kecewa mekihat seorang pejabat tinggi yang dianggap suci dan benar memperlakukan seorang manusia secara tidak manusiawi.
 
 
 
"Saya bukan penjajah, bukan teroris, saya bukan menganiaya orang. Saya bukan mukul orang. Tuhan ada dimana Tuhan, siapa Tuhan. Ketika diperlakukan seperti ini seolah-olah saya ini bukan warga Indonesia," ujar Ismaya dengan kalimat terbata-bata. 
 
Dalam curhatnya itu, Ismaya tidak menyebut siapa pejabat yang dia maksud. Ia sepertinya sangat menyayangkan tindakan aparat yang memperlakukannya selama di dalam tahanan Mako Brimob Polda Bali yang dianggapnya tidak manusiawi. Ia bahkan membandingkan perlakuan yang diterima dirinya dengan binatang. Dia berkata bahwa binatang seperti anjing saja saat berada di dalam kerangkeng, maka rantai ikatannya akan dilepas. Tapi yang diterimanya malah sebaliknya.
 
"Saya begini (menunjukan kaki tangan yang diborgol). Tidak boleh pakai alas apapun (saat tidur). Tidak boleh berbicara pada siapaun. Makan dua kali satu hari dan borgol dua kali dibuka pagi dan sore saat mandi," ungkap Ismaya dalam videonya itu.
 
Meski begitu, Ismaya selama ini mengaku iklas menerima itu semua. "Hargailah kami sebagai ciptaan Tuhan yang Maha Esa. Menciptakan manusia bukan untuk diperlakukan seperti ini. Pengacara dan keluarga atau siapaun tidak boleh ketemu dengan saya," bebernya.
 
 
 
Seperti diberitakan Baliberkarya.com sebelumnya, dalam video yang diduga direkam sendiri oleh Ismaya itu berlatar belakang jeruji besi. Dalam video curhatnya itu, Ismaya yang mengenakan celana pendek dan baju kaos putih itu sempat menunjukkan posisi kaki dan tangannya yang terborgol dan dirantai.
 
"Om swastyastu salam NKRI. Ini hari terakhir saya berada di markas Brimob Tohpati dalam kondisi seperti ini (sembari menunjukan tangan dan kakinya yang di borgol)," ucap pria yang juga dipanggil Keris di awal video tersebut.
 
Dalam video itu pula, Ismaya mengatakan bahwa hari itu adalah hari terakhir dirinya berada di Markas Brimob sebelum akhirnya dilimpahkan ke kejaksaan. Setelah mengucap salam, dengan kaki dan tangan yang diborgol, Ismaya mengeluhkan banyak hal terkait perlakuan tak manusiawi aparat terhadap dirinya.(BB).

TAGS :

Komentar