Ternyata, Ini Alasan 'Gek In' Pindah Partai Nyaleg DPRD Badung Lewat PDIP

Baliberkarya.com-Denpasar. Mantan Ketua DPD II Golkar Badung versi Agung Laksono, IGAA Inda Trimafo Yudha yang akrab disapa 'Gek In' kini memilih hijrah ke PDIP dari partai berlambang pohon Beringin untuk bisa maju nyaleg ke DPRD Badung daerah pemilihan (dapil) Petang.
 
 
Bahkan, nama 'Gek In' juga sudah resmi masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS) yang didaftarkan DPC PDIP Badung ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung, Senin 16 Juli 2018 lalu. 
 
'Gek In' yang juga cucu pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai itu mengatakan dirinya maju ke DPRD Badung karena diminta langsung oleh Bupati Badung yang juga Ketua DPC PDI P Badung Nyoman Giri Prasta. 
 
Terkait lompat pagar politik ini, 'Gek In' juga mengaku mendapat lampu hijau dan dukungan penuh dari Koster selaku Ketua DPD PDIP di Bali. 'Gek In' bahkan mengakui beberapa hari menjelang pendaftaran bakal caleg ke KPU, Koster secara pribadi mengecek dengan mengirimkan pesan melalui WhatsApp untuk menanyakan kembali kesiapannya nyaleg dari PDIP.
 
"Saya bahkan dihubungi langsung oleh Pak Koster dan setelah sebelumnya diajak bergabung oleh Giri Prasta. Ini khan sebuah kehormatan tersendiri bagi saya. Saya merasa sekarang ini diberi ruang apresiasi," ungkap mantan Ketua BPD HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Bali itu.
 
 
 
Secara terang, 'Gek In' yang merupakan kader Kosgoro 1957 ini awalnya mengaku sempat mengalami "perang bathin" sebelum akhirnya memutuskan maju bertarung ke Pileg 2019 melalui kendaraan PDIP. Politisi cantik yang sangat ramah ini lebih dulu meminta pertimbangan kepada ayahnya, IGN Alit Yudha yang notabene mantan Ketua DPD Partai Golkar Bali yang sangat merestuinya.
 
'Gek In' bercerita jika keluarga besar di Puri Carangsari juga tak mempersoalkan perbedaan pilihan politiknya. Ia juga sudah secara resmi mengajukan pengunduran diri sebagai kader Golkar dan kini telah mengantongi KTA (Kartu Tanda Anggota) PDIP.
 
'Gek In' juga menilai PDIP sebagai partai modern yang cocok dengan generasi milenial saat ini. Dan sebagai orang yang banyak di lapangan dan orang pekerja, dirinya merasa cocok menerima lamaran PDIP. 
 
"Saya orang kerja, PDIP adalah partai yang diterima kalangan muda di era milenial sehingga saya menerima tawaran Pak Giri Prasta," terang 'Gek In' yang dikenal pernah menjabat Regional President JCI Bali periode 2007 itu.
 
 
Ia juga mengaku tidak kesulitan beradaptasi sebagai kader baru partai pimpinan Megawati Soekarno Putri itu. Menurutnya, elit PDIP sudah sangat familiar dengan dirinya lantaran pernah tergabung di sejumlah organisasi yang sama baik di HIPMI maupun di JCI (Junior Chamber International). 
 
"Saya ini khan pindah partai dan tidak pindah warga negara atau pindah agama. Apalagi banyak teman-teman di PDIP membuka jalan sehingga mengikuti kemana arah perubahan," tandasnya.(BB).

TAGS :

Komentar